Tabooo.id: Game – Bosan jadi striker atau manajer? Developer indie Mix and Jam justru mengajak gamer masuk ke sisi yang jarang disorot: jadi wasit. Lewat game berjudul Eye of the Match, kamu bukan lagi yang mencetak gol tapi yang menentukan apakah gol itu sah atau tidak.
Konsep ini langsung terasa beda. Saat game sepakbola lain seperti Football Manager 26 atau EA Sports FC 26 fokus ke strategi tim dan kontrol pemain, game ini malah menaruh kamu di balik layar. Pertanyaannya sederhana tapi krusial: seberapa adil kamu saat diberi kuasa?
Main Jadi VAR, Bukan Lari di Lapangan
Di Eye of the Match, pemain berperan sebagai Video Assistant Referee (VAR). Artinya, kamu bertugas mengawasi pertandingan lewat tayangan ulang, bukan berlari di lapangan.
Lewat sebuah komputer virtual, gamer bisa:
- Memutar ulang momen krusial
- Menjeda dan mempercepat video
- Memperbesar detail kejadian
- Menganalisis pelanggaran secara mendalam
Di sinilah permainan terasa unik. Keputusan kecil bisa berdampak besar. Satu pelanggaran yang terlewat, satu kartu yang salah semuanya bisa mengubah jalannya pertandingan.
“Gamer bisa menggunakan Disciplinary Action System untuk menentukan keputusan,” tulis deskripsi game di Steam.
Adil Itu Ternyata Gak Mudah
Yang bikin menarik, game ini bukan cuma soal teknis. Tapi juga soal moral. Kamu akan dihadapkan pada situasi abu-abu: apakah itu benar pelanggaran? Atau cuma simulasi?
Di dunia nyata, VAR sering jadi bahan debat panas. Nah, di game ini, kamu justru jadi pusat kontroversinya. Setiap keputusan ada konsekuensinya—baik untuk tim, pemain, bahkan jalannya pertandingan.
Singkatnya, ini bukan soal menang atau kalah. Ini soal benar atau salah.
Belum Rilis, Tapi Sudah Bikin Penasaran
Sayangnya, Mix and Jam belum mengumumkan tanggal rilis resmi Eye of the Match. Game ini juga masih belum tersedia di Steam, tapi sudah bisa masuk wishlist.
Developer baru membagikan cuplikan gameplay lewat YouTube, memberi gambaran bagaimana mekanisme VAR ini bekerja dalam versi game.
Buat kamu yang penasaran, satu hal penting: pastikan perangkatmu siap. Karena pengalaman jadi “hakim digital” ini tetap butuh spesifikasi yang mumpuni.
Sepakbola, Tapi Tentang Keputusan
Biasanya kita marah ke wasit. Tapi lewat game ini, kamu justru dipaksa berada di posisi mereka.
Dan mungkin, setelah main, kamu bakal sadar satu hal:
adil itu gampang diucapkan, tapi sulit dijalankan.
Lalu, kalau kamu yang pegang keputusan masih yakin bakal selalu benar? @eko



