El-Sisi mengunjungi Indonesia dan bertemu Prabowo di Jakarta. Keduanya membahas kerja sama visa, kesehatan, serta penguatan hubungan bilateral Indonesia-Mesir.
Tabooo.id: Jakarta – Istana Merdeka menjadi panggung diplomasi Indonesia dan Mesir pada Minggu (11/10/2026). Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan kenegaraan Presiden Mesir Abdel Fattah El-Sisi dengan upacara militer, tari tradisional, dan agenda pertemuan bilateral yang menargetkan penguatan hubungan strategis kedua negara.
Rombongan El-Sisi tiba di kompleks Istana Merdeka sekitar pukul 10.36 WIB. Sebelum memasuki kawasan istana, iring-iringan kendaraan presiden Mesir melintasi Silang Monas dengan pengawalan 17 motor pengawal dan sejumlah pasukan berkuda.
Prabowo menyambut langsung kedatangan El-Sisi. Keduanya berjabat tangan sebelum mengikuti rangkaian penyambutan kenegaraan.
Upacara tersebut menampilkan tari tradisional khas Batak dan barisan siswa yang menyambut tamu negara. Setelah itu, kedua pemimpin berjalan menuju pelataran Istana Merdeka untuk mengikuti upacara resmi.
Lagu kebangsaan Indonesia dan Mesir berkumandang, disertai 21 dentuman meriam sebagai penghormatan kenegaraan. Prabowo dan El-Sisi kemudian memeriksa pasukan serta memperkenalkan delegasi masing-masing negara.
Rangkaian acara berlanjut dengan sesi foto bersama dan penandatanganan buku tamu di Ruang Kredensial. Namun, inti kunjungan ini tidak berhenti pada seremoni kenegaraan.
Tiga Kesepakatan Jadi Agenda Diplomasi
Menteri Luar Negeri RI Arrmanatha Nasir sebelumnya menjelaskan, kedua kepala negara akan mengawali agenda dengan pertemuan empat mata atau tête-à-tête. Setelah itu, mereka melanjutkan pembahasan melalui pertemuan bilateral.
Arrmanatha menyebut tiga bidang yang menjadi agenda penandatanganan nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU), yakni visa, kerja sama strategis, dan kesehatan.
Kedua negara juga akan menyepakati plan of action untuk meningkatkan hubungan strategis Indonesia dan Mesir. Namun, rincian teknis, bentuk implementasi, dan manfaat konkret setiap kesepakatan belum dijelaskan dalam informasi yang tersedia.
Delegasi Indonesia melibatkan sejumlah pejabat penting, antara lain Menteri Luar Negeri Arrmanatha Nasir, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Investasi Rosan Roeslani, Menteri Agama Nasaruddin Umar, serta Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.
Sementara itu, delegasi Mesir mencakup Menteri Luar Negeri Badr Ahmed Mohamed Abdelatty, Menteri Transportasi AbdelHady Farag ElWazir, Menteri Investasi dan Perdagangan Luar Negeri Mohamed Farid Mohamed Saleh, serta Menteri Perindustrian Khaled Hashem Ali Maher.
Kehadiran para pejabat dari berbagai sektor menunjukkan luasnya bidang yang masuk dalam agenda hubungan bilateral kedua negara. Meski demikian, dampak setiap kesepakatan akan bergantung pada tindak lanjut pemerintah setelah pertemuan berlangsung.
Bukan Sekadar Seremoni Kenegaraan
Menurut Arrmanatha, kunjungan El-Sisi merupakan kunjungan kenegaraan pertamanya ke Indonesia. Agenda ini juga menjadi kunjungan balasan setelah Prabowo mengunjungi Mesir pada 2024 dan 2025.
Kunjungan tersebut membuka ruang bagi kedua negara untuk menerjemahkan hubungan diplomatik menjadi kerja sama yang lebih konkret. Bidang visa, misalnya, berkaitan dengan mobilitas lintas negara, sedangkan kesehatan dan kerja sama strategis memiliki ruang pengembangan tersendiri.
Namun, kesepakatan di atas kertas tidak otomatis menghasilkan manfaat bagi masyarakat. Pemerintah kedua negara tetap perlu memastikan program berjalan, mekanisme kerja sama jelas, dan hasilnya dapat diukur.
Bagi masyarakat, ukuran keberhasilan diplomasi bukan semata-mata kemegahan upacara atau banyaknya pejabat yang hadir. Manfaatnya akan terlihat ketika kesepakatan menghasilkan kemudahan, peluang kerja sama, atau peningkatan layanan yang nyata.
Pertemuan Prabowo dan El-Sisi karena itu menjadi lebih dari agenda protokoler. Tantangan berikutnya adalah memastikan hubungan strategis Indonesia–Mesir berkembang dari pernyataan politik menjadi hasil yang bisa dirasakan publik. @dimas








