Senin, Oktober 19, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Dari Tukang Kebun ke Dosen: Jalan Panjang Mbah Saring

by dimas
Desember 15, 2025
in Life
A A
Home Life
Share on Facebook
Share on Twitter

Tabooo.id: Life – Pagi di perpustakaan Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya selalu diawali ritme yang sama. Langkah kaki mahasiswa beradu dengan bunyi pintu kaca. Beberapa datang dengan wajah lelah, sebagian lain membawa ambisi yang belum sempat dirapikan. Di tengah arus itu, satu sosok berdiri tenang di balik meja layanan.

Pecinya selalu rapi. Senyumnya nyaris tak pernah absen. Namanya Abdurrahim, tetapi di kampus, hampir semua orang memanggilnya Mbah Saring.

Ia bukan dosen tamu, bukan pula pejabat kampus. Namun kehadirannya menempel kuat di ingatan banyak mahasiswa. Perpustakaan seolah memiliki denyut hidup karena caranya menyapa, mendengar, dan membantu tanpa tergesa.

Dari Halaman Kampus ke Ruang Pengetahuan

Abdurrahim lahir di Desa Sulit Air pada 17 Februari 1974. Ketika pertama kali menginjakkan kaki di Darmajaya, ia tidak membawa map berisi ijazah. Ia datang sebagai tukang kebun.

Setiap pagi, ia merawat tanaman, menyapu halaman, dan membersihkan sudut-sudut kampus dengan ketekunan yang jarang disorot. Namun di sela pekerjaan itu, tumbuh satu kebiasaan kecil yang kelak mengubah hidupnya. Ia kerap berhenti sejenak di depan ruang kelas, mendengarkan suara dosen mengajar dari balik pintu.

Ini Belum Selesai

Americano: Sehat atau Cuma Gaya?

Kebijakan Pemerintah Berubah, Kehidupan Warga Ikut Berubah?

Di sanalah, perlahan, rasa ingin tahunya menemukan arah. Kata-kata asing ia simpan dalam ingatan. Topik-topik kuliah ia catat dalam diam. Dunia akademik terasa jauh, tetapi tidak mustahil.

Kemudian, kesempatan datang dari arah yang tak disangka. Yayasan Alfian Husin melihat kesungguhannya dan memberinya beasiswa. Sejak saat itu, Abdurrahim tidak lagi hanya menyapu halaman kampus. Ia mulai menata mimpinya sendiri.

Ketika Belajar Menjadi Jalan Hidup

Masuk sebagai mahasiswa Program Studi Sistem Informasi IIB Darmajaya bukan perkara mudah. Ia belajar sambil bekerja. Ia mengatur waktu dengan disiplin. Namun alih-alih mengeluh, ia memilih menikmati proses.

Baginya, belajar bukan sekadar mengejar gelar. Belajar adalah bentuk kesetiaan pada diri sendiri. Karena itu, ketika gelar sarjana akhirnya ia raih, ia tidak berhenti.

Beberapa tahun kemudian, Abdurrahim kembali melangkah. Kali ini, ia melanjutkan pendidikan ke jenjang S2 di Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung. Ia memilih Pendidikan Agama Islam dan berhasil meraih gelar magister.

Di titik ini, hidupnya berubah arah. Ia tidak hanya menjadi staf perpustakaan. Ia juga dipercaya mengajar Mata Kuliah Dasar Umum Agama Islam. Dari balik rak buku, ia berpindah ke ruang kelas.

Meski demikian, satu hal tetap sama caranya memanusiakan orang lain.

Perpustakaan yang Lebih dari Sekadar Ruang Sunyi

Kini, setiap hari Mbah Saring mengelola ribuan buku dan materi digital. Ia membantu mahasiswa mencari referensi. Ia menuntun mereka yang kebingungan menentukan topik. Ia bahkan mengingatkan tenggat dengan cara yang halus dan tidak menggurui.

Namun yang paling diingat mahasiswa bukan hanya bantuannya, melainkan suasana yang ia ciptakan. Perpustakaan tidak terasa kaku. Ruang itu menjadi tempat aman untuk bertanya dan salah.

Banyak mahasiswa datang bukan hanya demi literatur. Mereka datang untuk merasa didengar. Mereka datang untuk jeda sejenak dari tekanan akademik.

Di sanalah Mbah Saring bekerja dengan caranya sendiri tanpa laporan panjang, tanpa klaim kontribusi.

Prinsip Hidup yang Tidak Berisik

“Beramal itu seperti melempar batu ke laut, tidak perlu diingat lagi.”

Kalimat itu bukan slogan kosong. Prinsip itu hidup dalam kesehariannya. Ia membantu tanpa menghitung. Ia hadir tanpa meminta pengakuan. Ia bekerja tanpa membangun citra.

Dalam dunia yang gemar memamerkan pencapaian, sikap seperti ini terasa langka. Namun justru karena itulah ia meninggalkan jejak yang panjang.

Sekretaris Yayasan Alfian Husin, Dr. Ir. H. Firmansyah YA, MBA, M.Sc., menyebut Abdurrahim sebagai contoh nyata ketekunan. Dari tukang kebun hingga dosen, katanya, perjalanan Mbah Saring membuktikan bahwa perubahan besar sering lahir dari langkah kecil yang konsisten.

Paradoks dalam Dunia Pendidikan

Kisah Mbah Saring membuka satu paradoks penting. Dunia pendidikan kerap sibuk membicarakan peringkat, akreditasi, dan prestasi. Namun pada saat yang sama, ia sering melupakan orang-orang yang menjaga ekosistemnya tetap hangat.

Mereka bekerja dalam senyap. Mereka memastikan ruang belajar tetap bernapas. Nama mereka jarang muncul dalam laporan tahunan, tetapi hidup dalam ingatan banyak mahasiswa.

Abdurrahim bukan pengecualian. Ia adalah representasi dari mereka yang memilih setia pada proses, bukan pada sorotan.

Sikap Tabooo: Tentang Naik Tanpa Menyakiti

Bagi Tabooo, kisah ini bukan sekadar cerita sukses personal. Ini adalah narasi tentang cara naik tangga tanpa mendorong orang lain jatuh.

Mbah Saring menunjukkan bahwa pendidikan bisa menjadi jalan pembebasan jika dijalani dengan kerendahan hati. Ia tidak membuktikan dirinya lewat gelar semata. Ia membuktikannya lewat konsistensi, kehadiran, dan sikap yang tidak berubah meski peran bergeser.

Di tengah budaya yang mengukur nilai dari jabatan, ia mengingatkan bahwa martabat lahir dari cara memperlakukan sesama.

Penutup: Api Kecil yang Menyala Lama

Menjelang sore, perpustakaan kembali sunyi. Rak-rak buku berdiri diam. Lampu menyala temaram. Mbah Saring menutup hari dengan langkah yang sama seperti pagi tenang dan utuh.

Ia mungkin tidak pernah menjadi headline. Namun bagi banyak orang, ia adalah alasan untuk percaya bahwa mimpi tidak selalu membutuhkan panggung besar.

Terkadang, mimpi cukup dijaga dengan sabar. Seperti api kecil yang menyala lama. Dari sanalah, cahaya perlahan menyebar. @dimas

Tags: Human InterestKisah NyataPendidikan IndonesiaTabooo Life

Kamu Melewatkan Ini

Tinggal Kelas Bukan Obat Ajaib: Siapa yang Bertanggung Jawab atas Mutu Pendidikan?

Tinggal Kelas Bukan Obat Ajaib: Siapa yang Bertanggung Jawab atas Mutu Pendidikan?

by teguh
Oktober 13, 2026

Wacana tinggal kelas kembali membuka perdebatan tentang mutu pendidikan Indonesia. Sebelum meminta siswa mengulang pelajaran, pemerintah perlu memastikan sekolah mampu...

Siswa Tidak Otomatis Naik Kelas pada 2027? DPR Minta Kajian

Siswa Tidak Otomatis Naik Kelas pada 2027? DPR Minta Kajian

by teguh
Oktober 13, 2026

Wacana siswa tidak otomatis naik kelas mulai 2027 kembali memantik perdebatan tentang mutu pendidikan Indonesia. Wakil Ketua Komisi X DPR...

Sekolah Tempat Belajar, Bukan Tempat Anak Pulang Membawa Luka

Sekolah Tempat Belajar, Bukan Tempat Anak Pulang Membawa Luka

by dimas
Oktober 9, 2026

Sekolah seharusnya menjadi tempat belajar yang aman bagi anak. Dugaan perundungan terhadap bocah 7 tahun di Pemalang menjadi alarm bagi...

Next Post
Lansia Ogah Makan, Keluarga Panik Apa yang Sebenarnya Terjadi?

Lansia Ogah Makan, Keluarga Panik Apa yang Sebenarnya Terjadi?

Madilog Series

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Agustus 24, 2026
Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026

Marx Series

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Agustus 25, 2026

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id