Bus Chandra Jaya menabrak truk yang mengalami pecah ban di Tol Ngawi-Solo. Kecelakaan ini menewaskan tiga orang dan melukai 19 penumpang.
Tabooo.id: Ngawi – Perjalanan rombongan pekerja pabrik sepatu dari Mojokerto menuju Yogyakarta berakhir tragis di ruas Tol Ngawi-Solo. Bus pariwisata Chandra Jaya menabrak bagian belakang truk fuso yang berhenti akibat pecah ban di KM 551+200 B, Desa Kedungharjo, Kecamatan Mantingan, Kabupaten Ngawi, Minggu dini hari.
Kecelakaan yang terjadi sekitar pukul 02.15 WIB itu menewaskan tiga orang dan melukai 19 penumpang bus. Peristiwa ini kembali menyoroti risiko perjalanan malam, terutama ketika kendaraan besar berhenti di jalur tol akibat gangguan teknis.
Bus Chandra Jaya bernomor polisi S-7573-UA membawa 54 pekerja pabrik sepatu dari Mojokerto. Mereka hendak menuju Yogyakarta sebelum perjalanan berubah menjadi kepanikan akibat benturan keras.
Tiga Orang Tewas, 19 Penumpang Terluka
Kecelakaan tersebut merenggut nyawa Muhammad Iskak (39), penumpang bus asal Kecamatan Puri, Mojokerto. Dua korban lainnya berasal dari truk fuso bernomor polisi B-9192-WT, yakni Yoseph Rianto (24) dan Alfred Noo (28).
Yoseph merupakan kernet truk asal Alok Timur, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur. Sementara itu, Alfred berasal dari Nangaroro, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur.
Selain tiga korban meninggal, benturan itu melukai 19 penumpang bus. Data tersebut menunjukkan besarnya dampak kecelakaan yang melibatkan dua kendaraan besar di jalur penghubung antardaerah.
Terbangun Setelah Benturan
Iptariah Sa’adah, salah satu penumpang bus, mengaku sedang tidur ketika kecelakaan terjadi. Ia baru tersadar setelah bus yang membawanya menabrak truk.
“Saya baru terbangun setelah bus yang kami tumpangi ternyata menabrak truk. Akibat kecelakaan ini saya mengalami luka pada kepala, kaki, dan tangan,” katanya dikutip dari Kompas.com.
Pengalaman Iptariah memperlihatkan betapa cepat perjalanan rutin berubah menjadi situasi darurat. Saat sebagian penumpang beristirahat, benturan mendadak membuat mereka menghadapi risiko cedera.
Pecah Ban dan Kendali Bus Jadi Sorotan
Kanit Gakkum Satlantas Polres Ngawi, Ipda Agus Harianto, menjelaskan bahwa truk fuso berhenti setelah mengalami pecah ban. Bus kemudian menabrak bagian belakang kendaraan tersebut.
Polisi juga menyoroti dugaan kelalaian pengemudi bus yang melaju dengan kecepatan tinggi dan gagal mengendalikan kendaraan. Namun, penyebab pasti kecelakaan tetap memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.
Penyelidikan perlu mengurai rangkaian kejadian secara utuh. Posisi truk saat berhenti, upaya pengamanan di sekitar kendaraan, kondisi jarak pandang, kecepatan bus, dan respons pengemudi menjadi sejumlah aspek penting untuk diperiksa.
Fakta bahwa truk mengalami pecah ban belum cukup untuk menjelaskan seluruh penyebab kecelakaan. Begitu pula dugaan pengemudi bus kehilangan kendali perlu merujuk pada hasil penyelidikan, bukan sekadar asumsi awal.
Keselamatan Tidak Berhenti pada Kondisi Kendaraan
Kecelakaan di Tol Ngawi-Solo ini menyisakan tiga korban meninggal dan 19 penumpang terluka. Di balik angka tersebut, ada perjalanan yang terputus, keluarga yang kehilangan anggota, dan penumpang yang harus menghadapi dampak kecelakaan.
Gangguan teknis dapat terjadi di jalan tol. Namun, respons pengemudi, kondisi kendaraan, kewaspadaan saat berkendara, serta langkah pengamanan ketika kendaraan berhenti juga menentukan tingkat risiko di lapangan.
Karena itu, penyelidikan tidak cukup hanya mencatat benturan antara bus dan truk. Polisi perlu memastikan bagaimana kecelakaan terjadi dan faktor apa saja yang berkontribusi, agar tragedi serupa tidak sekadar menjadi catatan kecelakaan berikutnya. @dimas





