Jumat, April 10, 2026
  • Login
No Result
View All Result
tabooo.id
  • Tabooo
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Talk
  • Life
  • Vibes
  • Figures
  • Tabooo Today
    • News
      • Global
      • Nasional
      • Regional
      • Kriminal
      • Bisnis
      • Sports
    • Entertainment
      • Film
      • Game
      • Musik
      • Tabooo Book Club
    • Lifestyle
      • Teknologi
      • Otomotif
      • Food
      • Travel
  • Tabooo
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Talk
  • Life
  • Vibes
  • Figures
No Result
View All Result
tabooo.id
No Result
View All Result
Home Entertainment Film

Bukan Sekadar Remake, Children of Heaven dan Taruhan Emosi Penonton

April 8, 2026
in Film
A A
Konsep Otomatis

Childern of Heaven (Istimewa)

Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Film – Ada film yang selesai saat kreditnya habis. Namun, ada juga yang justru hidup lebih lama dari zamannya.

Children of Heaven termasuk yang kedua. Kini, kisah sederhana tentang sepasang sepatu itu akan lahir lagi di Indonesia.

MD Pictures resmi mengumumkan remake film legendaris karya Majid Majidi. Jadi, ini bukan sekadar nostalgia. Ini juga menjadi ujian, apakah emosi yang sama masih bisa terasa di tempat yang berbeda.

Film Sederhana yang Menjadi Luka Universal

Pada 1997, Children of Heaven dirilis tanpa kemewahan. Tidak ada efek besar, dan tidak mengandalkan bintang global.

Namun, justru di situlah kekuatannya.

BacaJuga

Ayah Hadir, Tapi Tak Pernah Ada: Luka Keluarga di Film “Ayah, Ini Arahnya ke Mana Ya?”

Sekawan Limo 2: Sekadar Horor atau Ritual yang Makin Dalam?

Film ini mengikuti Ali dan Zahra, kakak beradik dari keluarga sederhana di Teheran. Awalnya, masalahnya terlihat kecil, yaitu sepatu yang hilang. Tetapi, bagi mereka, itu adalah krisis nyata.

Karena itu, Ali mengajak Zahra berbagi sepatu. Satu pergi pagi, lalu satu lagi siang. Dengan begitu, satu kesalahan berubah menjadi perjuangan bersama yang mereka rahasiakan dari orang tua.

Sudah Mendunia, Tapi Kenapa Masih Mengena

Seiring waktu, kesuksesan film ini tidak berhenti di Iran. Bahkan, film ini diadaptasi di berbagai negara seperti Singapura dan India.

Artinya, cerita ini tidak terbatas pada satu budaya. Sebaliknya, ini tentang pengalaman manusia yang universal.

Mulai dari kemiskinan, rasa bersalah, hingga kasih sayang dan harapan kecil yang terasa besar. Semua itu masih relevan sampai sekarang.

Lalu, pertanyaannya, apakah versi Indonesia hanya akan menyalin cerita, atau benar benar menerjemahkan rasa yang sama?

Versi Indonesia, Nama Besar dan Harapan Tinggi

Dalam remake ini, Manoj Punjabi tetap mempertahankan judul asli. Selain itu, ia menunjuk Hanung Bramantyo sebagai sutradara.

Sementara itu, naskah ditulis oleh Oka Aurora dan Hanan Novianti.

Kombinasi ini dikenal kuat dalam membangun drama emosional. Oleh karena itu, ekspektasi publik pun ikut meningkat.

Manoj sendiri menyebut film ini sebagai salah satu karya paling menyentuh yang pernah ia tonton. Karena itulah, ia ingin menghadirkannya kembali untuk generasi baru.

Namun demikian, menghidupkan kembali berarti harus membuatnya relevan, bukan sekadar mengulang.

Open Audition, Mencari Kejujuran Emosi

Selain produksi, MD Pictures juga membuka open audition untuk karakter Ali dan Zahra.

Langkah ini menunjukkan bahwa proyek ini tidak hanya mencari aktor, tetapi juga mencari kejujuran emosi.

Sebab, tantangan terbesar film ini bukan pada akting yang spektakuler. Melainkan pada akting yang terasa nyata.

Dengan kata lain, penonton harus percaya bahwa mereka benar benar hidup dalam keterbatasan, bukan sekadar memainkan peran.

Ini Bukan Sekadar Film, Tapi Ujian Empati

Di satu sisi, penonton saat ini terbiasa dengan cerita besar dan konflik kompleks. Namun di sisi lain, film ini justru hadir dengan cerita yang sangat sederhana.

Meski begitu, di situlah kekuatannya.

Children of Heaven mengingatkan bahwa hal kecil bisa menjadi sangat besar ketika hidup tidak memberi banyak pilihan.

Karena itu, film ini terasa seperti cermin yang pelan pelan mengajak kita melihat ulang realitas.

Kenapa Ini Penting Buat Kamu

Saat ini, kita hidup di zaman yang cepat. Banyak hal terasa instan. Bahkan, empati sering kali ikut menipis.

Melalui cerita ini, kita diajak kembali pada hal dasar. Bahwa bagi sebagian orang, hal kecil adalah segalanya.

Misalnya, sepasang sepatu bisa menjadi harapan. Lalu, sebuah lomba lari bisa menjadi jalan keluar.

Pada akhirnya, rasa bersalah seorang kakak bisa berubah menjadi cerita yang begitu dalam dan manusiawi.

Penutup

Jadi, ketika film ini kembali, pertanyaannya bukan lagi soal bagus atau tidak.

Sebaliknya, pertanyaannya adalah apakah kita masih bisa merasakan hal sederhana dengan cara yang sama.

Atau justru, kita sudah terlalu jauh untuk peduli?

Tags: ChildrenOfHeavenFilmDramafilmindonesiaHanungBramantyoManojPunjabiMDPicturesRemakeFilmtaboooentertainment

REKOMENDASI TABOOO

Sekawan Limo 2: Sekadar Horor atau Ritual yang Makin Dalam?

Sekawan Limo 2: Sekadar Horor atau Ritual yang Makin Dalam?

by jeje
April 10, 2026

Tabooo.id: Film - Kalau kamu pikir cerita mereka sudah selesai, kamu keliru.Kini, di Sekawan Limo 2: Gunung Klawih, taruhannya naik level:...

“Jangan Buang Ibu”: Kisah Haru atau Cermin Realita yang Kita Hindari?

“Jangan Buang Ibu”: Kisah Haru atau Cermin Realita yang Kita Hindari?

by jeje
April 10, 2026

Tabooo.id: Film - Ada fase dalam hidup yang jarang kita pikirkan.Kita sibuk tumbuh. Kita mengejar banyak hal. Lalu, tanpa sadar,...

“Tunggu Aku Sukses Nanti”: Luka yang Tidak Terlihat dari Standar Sukses

“Tunggu Aku Sukses Nanti”: Luka yang Tidak Terlihat dari Standar Sukses

by jeje
April 9, 2026

Tabooo.id: Life - Tidak semua tekanan datang dari dunia luar. Justru, sering kali tekanan paling berat muncul dari orang-orang terdekat....

Next Post
Surakarta Jadi Kota Paling Maju di Indonesia 2025, Ini Faktanya!

Surakarta Jadi Kota Paling Maju di Indonesia 2025, Ini Faktanya!

Recommended

Lisa BLACKPINK Berubah Jadi “Bad Angel”, EDM Futuristik Ini Bikin Heboh

Lisa BLACKPINK Berubah Jadi “Bad Angel”, EDM Futuristik Ini Bikin Heboh

April 10, 2026
Nathan & Geypens Comeback: Drama Administrasi Hampir Menghentikan Mimpi

Nathan & Geypens Comeback: Drama Administrasi Hampir Menghentikan Mimpi

April 10, 2026

Popular

Siapa Ibu Sebenarnya? Teror Psikologis di Balik Legenda Malin Kundang

Siapa Ibu Sebenarnya? Teror Psikologis di Balik Legenda Malin Kundang

April 2, 2026

Madilog: Kenapa Logika Jadi Hal Paling Ditakuti?

April 9, 2026

Penggeledahan Berlanjut: Kasus Maidi Mulai Seret Lingkar Dalam

April 9, 2026

“Jangan Buang Ibu”: Kisah Haru atau Cermin Realita yang Kita Hindari?

April 10, 2026

21 Ribu Motor Listrik MBG Tuai Sorotan, Ada Apa?

April 10, 2026
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap
PT Tabooo Network Indonesia

© 2025 Tabooo.id - Bicara Tabu, Itu Tabooo! @TaboooNetwork.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Tabooo.id
    • Deep
    • Edge
    • Vibes
    • Talk
    • Check
    • Life
    • Figures
  • Tabooo Today
    • News
      • Global
      • Nasional
      • Regional
      • Bisnis
      • Kriminal
    • Entertainment
      • Film
      • Musik
      • Tabooo Book Club
      • Game
    • Lifestyle
      • Sports
      • Teknologi
      • Otomotif
      • Food
      • Health
      • Travel

© 2025 Tabooo.id - Bicara Tabu, Itu Tabooo! @TaboooNetwork.