Jumat, Mei 22, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Bukan Klitih Biasa: Geng Sekolah di Yogyakarta Kini Berani Tebas Nyawa

by dimas
Mei 19, 2026
in Kriminal, Reality
A A
Home Reality Kriminal
Share on FacebookShare on Twitter
Pelajar tewas dibacok geng sekolah di Yogyakarta. Polisi memburu pelaku, sementara fenomena kekerasan remaja makin mengkhawatirkan.

Tabooo.id: Yogyakarta – Kota yang selama ini dikenal sebagai “kota pelajar” kembali diguncang kekerasan jalanan. Seorang remaja berinisial AA (17) tewas setelah sekelompok pelaku menyerangnya menggunakan senjata tajam di kawasan Kotabaru, Yogyakarta, Minggu (17/5/2026) dini hari.

Kasus ini bukan sekadar tawuran remaja biasa. Polisi menyebut aksi itu bermula dari saling tantang antar geng sekolah yang berujung maut di jalanan tengah kota.

Kepala Polresta Yogyakarta Komisaris Besar Eva Guna Pandia menegaskan insiden tersebut berbeda dengan pola klitih acak yang selama ini meresahkan warga DIY.

“Jadi, itu bukan klitih. Peristiwa itu diawali dengan tantang-tantangan antara dua geng sekolah sehingga kejadian dini hari itu ada yang meninggal,” ujar Pandia, Senin (18/5/2026).

Polisi kini terus memburu para pelaku. Aparat juga belum memastikan jumlah anggota geng yang terlibat dalam penyerangan tersebut.

Ini Belum Selesai

Bundaran UGM Jadi Sorotan, Spanduk Permintaan Maaf Terbentang

Perlawanan Dari Titik Nol: Reformasi Dipidatokan, Ketidakadilan Dilestarikan

“Mohon doa restunya supaya pelaku bisa segera ditangkap,” kata Pandia.

Dikejar Motor hingga Diserang di Depan Sekolah

Peristiwa berdarah itu terjadi sekitar pukul 03.30 WIB di Jalan Yos Sudarso, tepat di depan pintu selatan SMAN 3 Yogyakarta.

Saat itu, AA berboncengan motor bersama rekannya dan melintas dari kawasan Jalan Magelang. Namun, sekelompok pelaku yang mengendarai motor langsung mengejar korban dari belakang.

Ketika tiba di lokasi kejadian, korban turun dari motor. Pelaku kemudian menyerang korban menggunakan senjata tajam.

Rekan korban langsung berusaha menyelamatkan AA dan membawanya menuju rumah sakit. Namun, korban terjatuh saat melintas di Jalan I Dewa Nyoman Oka, masih di kawasan Kotabaru.

Warga sekitar kemudian menolong korban dan membawa AA ke rumah sakit menggunakan ambulans milik sebuah gereja. Sayangnya, tim medis tidak berhasil menyelamatkan nyawa korban.

Polisi kini memeriksa sedikitnya lima saksi, termasuk rekan korban yang berada di lokasi kejadian. Aparat juga masih mendalami hubungan antara korban dan kelompok pelaku.

Geng Remaja Makin Berani Tampil Terbuka

Kasus ini memunculkan kekhawatiran baru. Aksi kekerasan remaja kini tidak lagi terjadi di jalan sepi pinggiran kota, tetapi muncul di pusat Yogyakarta yang ramai dan dekat kawasan sekolah.

Sosiolog Derajad Sulistyo Widhyharto menilai fenomena geng remaja di DIY semakin mengkhawatirkan. Menurutnya, para pelaku kini terlihat makin terbuka menunjukkan identitas kelompok mereka.

“Ini seolah menunjukkan mereka makin tidak takut. Ada kesan seperti justru ingin menunjukkan identitas bahwa mereka sudah terbuka,” ujar Derajad.

Ia menjelaskan tekanan ekonomi bisa menjadi salah satu pemicu munculnya kembali kekerasan jalanan di kalangan remaja. Banyak orangtua kini fokus mencari nafkah sehingga pengawasan terhadap anak mulai berkurang.

Menurut Derajad, kondisi itu membuat sebagian remaja lebih mudah mencari identitas di luar rumah, termasuk melalui kelompok geng sekolah.

Ini Bukan Sekadar Tawuran

Fenomena ini menunjukkan perubahan yang lebih serius. Geng sekolah kini bukan hanya mencari pengakuan, tetapi juga mempertontonkan kekerasan secara terbuka di ruang publik.

Masalahnya, kekerasan perlahan berubah menjadi simbol solidaritas dan keberanian kelompok. Jalanan akhirnya berubah menjadi arena pembuktian identitas.

Karena itu, Derajad meminta sekolah, keluarga, pemerintah, dan kepolisian bergerak bersama untuk memutus rantai kekerasan remaja di Yogyakarta.

Ini bukan sekadar kasus kriminal biasa. Ini alarm sosial tentang generasi muda yang tumbuh di tengah pengawasan yang melemah dan tekanan hidup yang semakin keras.

Dulu geng sekolah identik dengan tawuran. Sekarang, nyawa jadi taruhan. @dimas

Tags: Geng Sekolah YogyakartaKekerasan RemajaKriminal YogyakartaRuang Sosial RemajaTawuran Pelajar

Kamu Melewatkan Ini

No Content Available
Next Post
Feodalisme Modern: Saat Kekuasaan Tidak Lagi Pakai Mahkota

Feodalisme Modern: Saat Kekuasaan Tidak Lagi Pakai Mahkota

Pilihan Tabooo

Ribuan Salib Merah di Papua, Apakah Fakta?

Ribuan Salib Merah di Papua, Apakah Fakta?

Mei 11, 2026

Realita Hari Ini

KUHAP 2025 Tegaskan Peran Sah PPNS dalam Sistem Peradilan Pidana

KUHAP 2025 Tegaskan Peran Sah PPNS dalam Sistem Peradilan Pidana

Februari 4, 2026

Inbox Lebih Kalem: Saat Gmail Pakai AI Buat Ngurangin Drama Email

Mei 8, 2026

Wacana Beras Satu Harga, Bulog Buka Kartu Soal Rugi

Desember 30, 2025

Kota Sehat, Papua Sekarat: Ironi Layanan Kesehatan Indonesia

November 27, 2025
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id