Sabtu, Agustus 22, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Bitcoin Jatuh Bebas ke Bawah 100.000 Dolar: Uang Digital, Panik Nyata

by dimas
November 6, 2025
in Global, Reality
A A
Home Reality Global
Share on Facebook
Share on Twitter

Tabooo.id: Global – Mata uang digital paling populer di dunia, Bitcoin, kembali membuat dunia keuangan deg-degan. Rabu (5/11/2025), nilainya anjlok ke bawah 100.000 dolar AS atau sekitar Rp 1,67 miliar per keping level terendah dalam enam bulan terakhir. Angka itu jadi sinyal merah di pasar kripto yang belakangan seperti kehilangan napas setelah sempat mencapai puncak euforia pada awal Oktober.

Pada pagi hari, Bitcoin sempat jatuh ke 98.962 dolar AS sebelum sedikit memantul ke level 101.575 dolar AS saat berita ini ditulis. Namun pantulan itu lebih mirip refleks ketimbang tanda pemulihan.

Padahal, sebulan lalu Bitcoin masih dielu-elukan sebagai “raja baru” investasi digital setelah menembus 126.000 dolar AS per keping, rekor tertinggi sepanjang masa. Kini, harga itu tinggal kenangan di grafik trading yang makin miring ke bawah.

Dari Puncak Euforia ke Jurang Panik

Data dari Yahoo Finance menunjukkan bahwa terakhir kali Bitcoin menyentuh di bawah 100.000 dolar terjadi pada Mei 2025, sebelum kembali stabil. Tapi kali ini, tekanan terasa lebih dalam.

Bulan Oktober lalu justru tercatat sebagai Oktober pertama sejak 2018 di mana harga Bitcoin berakhir di zona merah. Para analis bahkan menyebut periode ini sebagai “Black Friday versi kripto” momen di mana investor panik dan dompet digital ramai dengan notifikasi jual rugi.

Ini Belum Selesai

11 Desa, 21.171 Jiwa, Bantuan Terbatas: Camat Manggarai Protes

Pawai Pembangunan Solo Digelar, Lingkungan Jadi Pesan Utama

Si Paus Mengamuk: Aksi Jual Besar-Besaran

Sumber dari Fundstrat mengungkap bahwa “whales” sebutan untuk pemegang Bitcoin dalam jumlah besar mulai membuang aset mereka dalam jumlah miliaran dolar ke pasar dalam beberapa minggu terakhir.

Aksi jual besar-besaran itu bikin pasar limbung. Ketika dompet para paus mengucurkan Bitcoin ke bursa, investor kecil ikut panik dan menjual dengan harga seadanya. Hasilnya: harga jatuh bebas, kepercayaan ikut ambruk.

“Begitu para whales bergerak, pasar kripto langsung gemetar,” tulis laporan Fundstrat. “Investor kecil sering jadi korban domino dari panic selling skala besar.”

Dari Fear ke Teror

Indikator Crypto Fear & Greed Index semacam termometer emosi pasar kini berubah drastis dari posisi “netral” ke “fear”. Artinya, pasar sedang ketakutan, dan ketika pasar takut, logika biasanya ikut hilang.

Menurut CoinMarketCap, sejak awal pekan ini investor lebih banyak menahan diri, menunggu tanda-tanda pemulihan yang tak kunjung datang.

Ketidakpastian global juga menambah tekanan. Pemerintahan AS yang terancam shutdown, perlambatan ekonomi global, serta gejolak geopolitik membuat investor enggan memegang aset berisiko tinggi seperti kripto. Uang digital yang dulu dianggap “safe haven baru” kini malah terlihat lebih rapuh dari saham tradisional.

Siapa Untung, Siapa Tumbang?

Ironisnya, yang diuntungkan justru mereka yang sudah keluar lebih dulu investor besar yang menjual sebelum badai datang. Sementara mereka yang baru belajar kripto dan percaya pada narasi “Bitcoin menuju 200.000 dolar” kini jadi korban euforia.

Platform bursa kripto menikmati lonjakan volume transaksi dari aksi jual, sementara pengguna kecil menanggung kerugian. Dan seperti biasa, pasar kripto tak punya “polisi”. Tidak ada lembaga yang menahan harga, tidak ada bailout, tidak ada jaminan. Hanya volatilitas dan rasa waswas.

Dari Ilusi Keamanan ke Realita Risiko

Fenomena ini menunjukkan satu hal: keuangan digital tetap tunduk pada hukum paling tua dalam ekonomi keserakahan dan ketakutan.
Saat harga naik, semua orang merasa jenius. Saat turun, semua mencari kambing hitam: The Fed, pemerintah AS, atau bahkan Elon Musk yang diam-diam tak nge-tweet.

Tapi pada akhirnya, pasar kripto hanyalah cermin dari perilaku manusia yang terus berulang berharap kaya cepat tanpa siap miskin lebih cepat.

Dunia Maya, Luka Nyata

Bitcoin mungkin tak punya bentuk fisik, tapi efeknya sangat nyata. Orang kehilangan tabungan, investasi, bahkan kepercayaan. Mungkin ini pengingat bahwa uang digital bukanlah jaminan masa depan, tapi eksperimen besar yang masih mencari bentuk.

Jadi, kalau kamu masih menatap grafik Bitcoin di layar tengah malam sambil berharap garis hijau muncul, ingatlah satu hal: dalam dunia kripto, yang benar-benar stabil hanyalah ketidakpastiannya. @dimas

Tags: Ekonomi Digital

Kamu Melewatkan Ini

Kartu Kredit Indonesia Meluncur, MDR QRIS 0% Diperluas

Kartu Kredit Indonesia Meluncur, MDR QRIS 0% Diperluas

by Tabooo
Agustus 18, 2026

Excerpt: Kartu Kredit Indonesia resmi meluncur. Bersamaan dengan itu, BI memperluas MDR QRIS 0% mulai 1 Oktober 2026 untuk transaksi...

Transaksi QRIS Bikin Transparan, Tapi Justru Bikin Takut, Ironis Kan?

Transaksi QRIS Bikin Transparan, Tapi Justru Bikin Takut, Ironis Kan?

by teguh
Agustus 3, 2026

Pemerintah terus mengajak masyarakat bertransaksi digital. Transaksi QRIS hadir sebagai simbol ekonomi modern yang cepat, praktis, dan transparan. Hampir setiap...

Bukan Tak Mau Bayar Pajak. Mereka Tak Lagi Percaya Negara Mengelolanya.

Bukan Tak Mau Bayar Pajak. Mereka Tak Lagi Percaya Negara Mengelolanya.

by teguh
Agustus 3, 2026

Suara mesin kasir berbunyi. QRIS terpampang di meja. Transfer bank tersedia. Namun sebagian pelaku usaha kecil tetap mengulurkan uang tunai....

Next Post
Link Undian Umrah dari Bank Jateng: Janji Manis yang Berujung Pahit

Link Undian Umrah dari Bank Jateng: Janji Manis yang Berujung Pahit

Madilog Series

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026

Marx Series

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id