• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap
Jumat, April 3, 2026
  • Login
No Result
View All Result
tabooo.id
  • Tabooo
  • News
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Tabooo
  • News
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Life
  • Talk
  • Vibes
No Result
View All Result
tabooo.id
No Result
View All Result
Home News

Bioskop Terancam Sepi: Film Berpindah ke Gadget, Siapa Bertahan?

April 3, 2026
in News
A A
Bioskop Terancam Sepi: Film Berpindah ke Gadget, Siapa Bertahan?

Cinema Visit "Tukar Takdir", Nicholas Saputra Bikin Solo Paragon Mall Heboh (Dok. Tabooo Network Indonesia)

Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: News – Kalau kebiasaan nonton terus bergeser ke layar kecil, apakah bioskop masih punya masa depan? Pertanyaan ini mulai terasa nyata.

Anggota DPR RI, Fadli, mengingatkan ancaman itu secara langsung. Ia menilai, jika masyarakat makin terbiasa menonton film lewat gadget, bioskop bisa kehilangan relevansinya.

“Bioskop bisa tutup lama-lama kalau orang sudah mulai nonton langsung di gadget,” ujarnya di Jakarta.

RelatedPosts

Direndahkan, Dibalas Air Keras: Konflik Lama Meledak di Bekasi

Selat Hormuz di Ambang Krisis: Minyak Mahal, Rakyat Kena Imbas

Ia pun mendorong regulasi yang memberi hak eksklusif penayangan film di bioskop selama empat bulan. Tujuannya sederhana: memberi ruang napas bagi bioskop agar tetap hidup di tengah gempuran platform streaming.

Sistem Pasar yang “Kejam” untuk Film Lokal

Masalahnya, kondisi industri film Indonesia tidak sesederhana itu.

Saat ini, film yang tayang di bioskop sepenuhnya mengikuti mekanisme pasar. Artinya, film yang tidak cepat menarik penonton akan langsung tersingkir.

Produser akhirnya mengambil jalan lain: menjual hak siar ke platform streaming.

Pengamat film Hikmat Darmawan menyebut sistem ini bekerja seperti mesin tanpa kompromi.

“Kalau okupansi di bawah 10 persen, film bisa langsung diturunkan. Bahkan di hari kedua penayangan,” jelasnya.

Menurutnya, sistem ini tidak memberi ruang bagi film untuk berkembang secara organik. Kualitas bukan lagi satu-satunya faktor, tapi kecepatan menarik massa.

Layar Terbatas, Produksi Melimpah

Di sisi lain, jumlah layar bioskop di Indonesia masih terbatas. Sementara produksi film terus meningkat.

Akibatnya, persaingan menjadi tidak sehat. Film saling “berebut waktu hidup” di layar, bukan lagi bersaing secara kualitas.

“Secara hukum film harus diputar, tapi tidak ada aturan kapan. Ada yang baru tayang setelah bertahun-tahun,” kata Hikmat.

Kondisi ini jelas merugikan, terutama bagi investor baru yang berharap perputaran cepat.

Belajar dari Negara Lain

Fenomena ini bukan hanya terjadi di Indonesia.

Fadli mencontohkan kondisi di Eropa dan Korea Selatan, di mana jumlah penonton bioskop terus menurun. Bahkan, banyak bioskop yang terpaksa tutup.

Streaming bukan lagi alternatif. Ia sudah menjadi kebiasaan.

Antara Regulasi dan Perubahan Perilaku

Pertanyaannya sekarang: apakah regulasi bisa mengubah kebiasaan?

Atau justru penonton sudah terlalu nyaman dengan fleksibilitas menonton di genggaman?

Industri film kini tidak hanya berhadapan dengan teknologi, tapi juga perubahan perilaku manusia.

Dan ketika kebiasaan berubah, siapa yang siap beradaptasi bioskop atau penontonnya? @jeje

Tags: Bioskop IndonesiaEkonomi Kreatiffadlifilm nasionalIndustri Filmkebiasaan digitalLayar Lebarnetflix effectStreamingtabooo

Recommended

Mutasi Elite TNI Bergerak: Regenerasi atau Sekadar Rotasi Kekuasaan?

Mutasi Elite TNI Bergerak: Regenerasi atau Sekadar Rotasi Kekuasaan?

Maret 27, 2026
Kata yang Tak Bisa Ditarik Kembali di Ketinggian 30 Ribu Kaki

Kata yang Tak Bisa Ditarik Kembali di Ketinggian 30 Ribu Kaki

April 1, 2026

Popular News

  • Topeng Monyet: Di Balik Aksi Lucu, Ada Realita yang Pahit

    Topeng Monyet: Di Balik Aksi Lucu, Ada Realita yang Pahit

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tiga Salib Berdiri: Satu Jadi Simbol, Dua Lainnya Dihapus dari Narasi?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jumat Agung: Saat Kasih Terbesar Justru Datang dari Luka Terdalam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pembantaian Ulama di Era Amangkurat I: Fakta Sejarah atau Narasi yang Dibesar-besarkan?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Penyaliban Tidak Pernah Mati

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap
PT Tabooo Network Indonesia

© 2025 Tabooo.id - Bicara Tabu, Itu Tabooo! @TaboooNetwork.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Life
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Talk
  • Vibes

© 2025 Tabooo.id - Bicara Tabu, Itu Tabooo! @TaboooNetwork.