Sabtu, Juli 18, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Batal Nikah, Somasi, Datang Lagi: Drama Briptu Densus 88, Luka Yang Belum Selesai

by teguh
Mei 24, 2026
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional
Share on FacebookShare on Twitter
Kadang luka tidak muncul karena perpisahan. Luka justru tumbuh ketika harapan berdiri terlalu dekat dengan hari bahagia. Apalagi Batal Nikah, Saat dekorasi sudah terpasang, tamu mulai berdatangan, dan akad tinggal hitungan jam, pembatalan sepihak bisa menghancurkan lebih dari sekadar rencana pernikahan harga diri, rasa percaya, sampai kesehatan mental.

Tabooo.id: Drama Batal nikah ini jadi sorotan publik kini mengarah pada Briptu AA alias Alim, anggota Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror Polri. Pada Sabtu (23/05/2026), ia mendatangi rumah calon istrinya, AH alias Nisa, di Kelurahan Toboleu, Kota Ternate, Maluku Utara. Ia datang bersama Kepala Unit Pencegahan Satgaswil Maluku Utara Densus 88, Iptu Herry Rinsampessy, untuk membuka kembali pembicaraan soal pernikahan yang gagal berlangsung.

Datang Membawa Niat, Tapi Trauma Belum Pergi

Iptu Herry menjelaskan bahwa keluarga Briptu AA ingin melanjutkan rencana pernikahan dan memperbaiki situasi yang sempat memanas.

“Mau melanjutkan pernikahan. Katanya keluarganya sudah datang mau konfirmasi ke pihak keluarga perempuan. Makanya kami sebagai yang dituakan, kami datang untuk menyelesaikan hal tersebut,” kata Herry, Sabtu.

Namun, niat itu belum tentu menghapus luka. Nisa masih menyimpan trauma setelah pembatalan mendadak menjelang ijab kabul pada 16/05/2026. Karena itu, keputusan tetap berada di tangannya.

“Dia siap mencintai Nisa dan mau menjaga tapi itu semua kembali lagi kepada Nisa. Mungkin ya masih trauma atau apa, tapi nanti dia yang akan menjawab,” ujar Herry.

Akad Tinggal Hitungan Jam, Lalu Semua Berubah

Nisa mengaku bahwa Briptu AA sebenarnya sudah memberi tahu soal kendala surat izin nikah (SIN) dari institusinya. Namun, surat itu baru terbit pada malam 15/05/2026, atau sehari sebelum akad. Masalah muncul pada dini hari menjelang acara.

Orang tua Alim menelepon keluarga Nisa dan menyampaikan kondisi kesehatan putranya.

Ini Belum Selesai

Tragedi Sibolangit: Empat Nyawa Melayang di Jalur Medan-Berastagi

Vivo T5 Lite Resmi Meluncur, Bawa Baterai 6.500 mAh dan Fast Charging 44W

“Shubuh hari sebelum acara, orang tua Alim menelepon dan mengatakan kalau AA sedang sakit, tangan dan kaki tidak bisa digerakkan serta matanya kabur,” ujar Nisa.

Namun, penjelasan itu memunculkan keraguan. Sebagai tenaga medis, Nisa mengaku melihat langsung kondisi calon suaminya. Ia tidak menemukan tanda-tanda sakit seperti yang keluarga jelaskan.

“Saya kan tenaga medis ya, saya melihat langsung dia tidak dalam keadaan sakit, bisa bicara dan terlihat baik-baik saja,” katanya.

Pihak Kantor Urusan Agama (KUA) bahkan menawarkan opsi ijab kabul melalui perwakilan. Namun, Briptu AA menolak pilihan tersebut.

“Dia sendiri yang menolak, banyak saksi yang melihat. Kami merasa terhina dengan perbuatannya. Saya juga bingung sebab apa dia menolak ijab kabul,” kata Nisa.

Keluarga perempuan akhirnya memilih pulang.

Somasi Rp400 Juta hingga Laporan ke Propam

Kekecewaan keluarga tidak berhenti di meja tamu yang kosong.

Pada 18/05/2026, Nisa mengirim somasi kepada keluarga Briptu AA dan Posko Densus 88. Dalam surat itu, ia memberi waktu tiga hari untuk mencari penyelesaian secara baik-baik.

Nisa juga meminta ganti rugi Rp400 juta. Ia menghitung kerugian materiil sekaligus dampak psikologis yang keluarganya alami akibat pembatalan mendadak.

Karena tidak menerima tanggapan, Nisa melanjutkan langkahnya ke layanan pengaduan online Propam Polri.

“Benar, laporan online ke layanan pengaduan online Propam sudah saya lapor,” ujarnya.

Kedua keluarga bersama perwakilan Satgaswil Maluku Utara rencananya akan menjalani mediasi pada Minggu, 24/05/2026.

Ini Bukan Sekadar Batal Nikah. Ini Tentang Tanggung Jawab

Di Indonesia, pernikahan tidak hanya menyatukan dua orang. Keluarga ikut terlibat. Biaya besar ikut bergerak. Harapan sosial ikut tumbuh.

Karena itu, pembatalan pada detik terakhir sering meninggalkan rasa malu yang sulit hilang. Banyak keluarga harus menanggung komentar lingkungan, tekanan sosial, bahkan luka psikologis. @teguh

Tags: Batal NikahBriptu AADensus 88Konflik SosialKUAMaluku UtaraPernikahanPropam PolriSatgaswil Maluku UtaraSINSomasiTernate

Kamu Melewatkan Ini

Dari Halmahera ke Istana: Menagih Keadilan untuk Timur

Dari Halmahera ke Istana: Menagih Keadilan untuk Timur

by dimas
Juli 17, 2026

Mahasiswa asal Maluku Utara menyuarakan ketimpangan pembangunan dalam Aksi Kamisan, menagih pemerataan pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan bagi Indonesia Timur. Tabooo.id...

Mengapa Tragedi Infrastruktur di Papua Terus Berulang?

Mengapa Tragedi Infrastruktur di Papua Terus Berulang?

by teguh
Mei 18, 2026

Infrastruktur di Papua bukan cuma soal membangun, tapi memastikan masyarakat tetap aman saat menggunakannya. Kalimat itu sering muncul dalam diskusi...

Kasus Rey vs Intan di Malang: Siapa yang Mengendalikan Kebenaran?

Kasus Rey vs Intan di Malang: Siapa yang Mengendalikan Kebenaran?

by dimas
April 10, 2026

Tabooo.id: Regional - Sebuah hubungan tidak selalu runtuh karena hilangnya rasa. Banyak hubungan justru hancur ketika dua orang mulai saling...

Next Post
Kita Tidak Kekurangan Suara, Kita Kehilangan Kesadaran

Kita Tidak Kekurangan Suara, Kita Kehilangan Kesadaran

Madilog Series

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026

Marx Series

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id