Senin, Oktober 19, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Baru Jadi Kapolresta Sleman, Nanang Haryono Langsung Dimutasi ke Jambi

by dimas
Oktober 13, 2026
in Reality, Regional
A A
Home Reality Regional
Share on Facebook
Share on Twitter
Nanang Haryono baru menjabat Kapolresta Sleman sebelum Mabes Polri memutasinya sebagai Dirpolairud Polda Jambi pada 10 Oktober 2026. Mutasi singkat ini memunculkan pertanyaan publik.

Tabooo.id: Sleman – Kombes Pol Nanang Haryono baru mengikuti serah terima jabatan Kapolresta Sleman pada 10 Oktober 2026. Namun, pada hari yang sama, Mabes Polri menugaskannya sebagai Direktur Kepolisian Perairan dan Udara (Dirpolairud) Polda Jambi. Perubahan cepat ini memunculkan pertanyaan tentang pertimbangan di balik rotasi tersebut.

Mabes Polri Ubah Penugasan Nanang

Surat telegram Mabes Polri tertanggal 10 Oktober 2026 mencantumkan penugasan Nanang ke Polda Jambi. Kasi Humas Polresta Sleman, Iptu Argo Anggoro, membenarkan informasi itu pada Selasa, 13 Oktober 2026.

“Betul, sesuai dengan TR Mabes Polri tanggal 10 Oktober 2026, Kombes Pol Nanang Haryono mendapat penugasan sebagai Dirpolairud Polda Jambi,” kata Argo.

Sebelum masuk ke Polresta Sleman, Nanang menjabat Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Kepulauan Bangka Belitung. Mabes Polri menunjuknya sebagai Kapolresta Sleman melalui telegram tertanggal 30 Agustus 2026.

Kapolda DIY Irjen Pol Langgeng Purnomo memimpin sertijab di Gedung Anton Soedjarwo, Polda DIY, pada 10 Oktober. Dalam prosesi itu, Nanang menggantikan Kombes Pol Adhitya Panji Anom. Adhitya kemudian mengemban tugas sebagai Kapolresta Bogor Kota.

Ini Belum Selesai

BBM Belum Normal, ASN Jember WFH: Siapa Menjamin Layanan Publik Tetap Jalan?

Prabowo dan Guterres Bertemu di Hambalang, Apa Agenda Indonesia di Panggung Dunia?

Namun, penugasan Nanang di Sleman segera berakhir. Ia beralih ke jabatan baru sebelum sempat menjalankan tugas Kapolresta dalam waktu yang berarti.

Rotasi Juga Menyentuh Pejabat Lain

Mabes Polri turut mengubah sejumlah posisi di lingkungan Polda DIY. Kombes Pol Oki Bagus Setiaj mendapat tugas sebagai Direktur Lalu Lintas Polda Banten. Sementara itu, Kombes Pol Hendria Lesmana, yang sebelumnya menjabat Kapolresta Deli Serdang, mengisi posisi Dirbinmas Polda DIY.

Perubahan juga menyentuh jajaran Polres Kulon Progo. AKBP Ridho Hidayat beralih menjadi Wakapolresta Sleman. Adapun AKBP Agus Prihadinika, yang sebelumnya menjabat Kasubdit 1 Ditreskrimsus Polda Riau, kini memimpin Polres Kulon Progo.

Kabid Humas Polda DIY Kombes Pol Ihsan menjelaskan bahwa Mabes Polri memegang kewenangan mutasi dan rotasi sesuai kebutuhan organisasi. Ia menyebut penyegaran sebagai salah satu pertimbangan.

Namun, penjelasan itu belum menguraikan alasan khusus yang mendorong perpindahan Nanang dalam waktu sangat singkat. Publik pun belum memperoleh gambaran lengkap tentang pertimbangan di balik keputusan tersebut.

JPW Menilai Pergantian Ini Tidak Lazim

Kepala Divisi Humas Jogja Police Watch (JPW), Baharuddin Kamba, menilai pergantian Kapolresta Sleman kali ini tidak lazim. Ia bahkan menyebut durasi jabatan Nanang berpotensi menjadi catatan tersendiri dalam sejarah Polri, seperti dikutip TribunJogja.

Sebagai pembanding, AKBP M Probandono Bobby Danuardi menjabat Kapolres Cilegon sejak 29 Juli hingga 10 Oktober 2026. Ia mengemban jabatan itu selama hampir dua setengah bulan sebelum pindah menjadi Kapolres Serang.

Perbandingan tersebut menunjukkan betapa singkatnya masa penugasan Nanang di Sleman. Meski demikian, perbedaan durasi jabatan tidak otomatis membuktikan adanya pelanggaran atau masalah dalam proses mutasi.

Publik Berhak Mengetahui Alasannya

Rotasi merupakan bagian dari mekanisme organisasi kepolisian. Mabes Polri tentu memiliki kewenangan untuk menempatkan personel sesuai kebutuhan. Namun, pergantian dalam hitungan jam menghadirkan pertanyaan yang layak mendapat jawaban lebih jelas.

Jika kebutuhan organisasi menjadi dasar keputusan, penjelasan mengenai kebutuhan tersebut dapat membantu masyarakat memahami arah kebijakan. Pernyataan bahwa mutasi merupakan kewenangan Mabes Polri belum menjawab mengapa Nanang harus berpindah begitu cepat.

Bagi warga Sleman, pergantian pimpinan bukan sekadar urusan jabatan. Masyarakat membutuhkan pelayanan kepolisian yang konsisten, penanganan perkara yang berkelanjutan, serta kepastian dalam menjaga keamanan. Karena itu, transisi kepemimpinan juga perlu mendapat perhatian.

Pertanyaan utamanya bukan hanya mengapa Nanang Haryono pindah ke Jambi begitu cepat. Publik juga perlu mengetahui pertimbangan konkret yang melatarbelakangi keputusan tersebut.

Jabatan dapat berganti dalam hitungan jam. Namun, kepercayaan publik membutuhkan penjelasan yang terang. @dimas

Tags: Kapolresta SlemanMutasi PolriNanang HaryonoPolda DIYPolda Jambi

Kamu Melewatkan Ini

Kapolri Rombak Jajaran, Reformasi Polri atau Sekadar Rotasi?

Kapolri Rombak Jajaran, Reformasi Polri atau Sekadar Rotasi?

by dimas
Oktober 13, 2026

Kapolri merombak ratusan personel Polri dalam dua gelombang mutasi. Apakah langkah ini mendorong reformasi atau sekadar pergantian jabatan? Tabooo.id -...

Baru Sehari Dilantik, Suyudi Langsung Rombak 88 Perwira

Baru Sehari Dilantik, Suyudi Langsung Rombak 88 Perwira

by dimas
Oktober 4, 2026

Baru sehari dilantik sebagai Kapolri, Jenderal Suyudi Ario Seto langsung merombak 88 perwira dalam langkah cepat menata kembali tubuh Polri....

GEMPUR Yogyakarta Desak Pencopotan Kapolda Malut soal Kasus Ali Daud

GEMPUR Yogyakarta Desak Pencopotan Kapolda Malut soal Kasus Ali Daud

by dimas
September 29, 2026

GEMPUR Yogyakarta mendesak Kapolri mencopot Kapolda Malut terkait penanganan kasus kematian Ali Daud yang belum terungkap selama enam bulan. Tabooo.id:...

Next Post
322 Kasus ISPA dalam Enam Hari, Karhutla Menguji Kesehatan Warga Nabire

322 Kasus ISPA dalam Enam Hari, Karhutla Menguji Kesehatan Warga Nabire

Madilog Series

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Agustus 24, 2026
Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026

Marx Series

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Agustus 25, 2026

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id