Ban kurang angin meningkatkan hambatan gulir dan membuat konsumsi BBM lebih boros. Kenali penyebab dan cara menjaga tekanan ban kendaraan.
Tabooo.id – Ban kurang angin bukan sekadar mengganggu kenyamanan berkendara. Kondisi ini meningkatkan hambatan gulir sehingga mesin membutuhkan tenaga lebih besar. Akibatnya, konsumsi BBM bisa meningkat tanpa disadari pengendara.
Ban Kurang Angin Bisa Membuat BBM Lebih Boros
Ban kurang angin bukan sekadar masalah kenyamanan berkendara. Kondisi ini juga bisa meningkatkan konsumsi bahan bakar minyak (BBM). Penyebabnya berkaitan dengan hambatan gulir yang membuat mesin membutuhkan energi lebih besar.
Banyak pengendara fokus mencari cara menghemat BBM. Mereka mengatur kecepatan, memilih rute perjalanan, hingga mengurangi penggunaan kendaraan. Namun, sebagian orang justru melupakan satu hal sederhana: memeriksa tekanan ban.
Padahal, tekanan ban kendaraan ikut memengaruhi efisiensi perjalanan. Ban yang kekurangan tekanan membuat kendaraan membutuhkan tenaga lebih besar untuk bergerak.
Mengapa Ban Kurang Angin Membuat BBM Boros?
Ban kendaraan memiliki bagian yang bersentuhan langsung dengan permukaan jalan. Ketika tekanan udara berkurang, bentuk ban mengalami perubahan. Bagian ban yang menapak ke jalan dapat menjadi lebih lebar.
Kondisi tersebut meningkatkan hambatan gulir atau rolling resistance. Artinya, kendaraan membutuhkan tenaga lebih besar untuk mempertahankan gerakan.
Mesin kemudian bekerja lebih keras untuk mengatasi hambatan tersebut. Dalam kondisi tertentu, kebutuhan energi tambahan itu dapat meningkatkan konsumsi BBM.
Dampaknya mungkin tidak langsung terasa dalam satu perjalanan. Namun, kebiasaan membiarkan tekanan ban terlalu rendah dapat membuat pengeluaran bahan bakar semakin tidak efisien.
Selain itu, tekanan yang tidak sesuai juga dapat memengaruhi kenyamanan dan pengendalian kendaraan. Karena itu, pengendara perlu memperhatikan kondisi ban sebelum memulai perjalanan.
Jangan Menambah Angin Sembarangan
Menemukan ban yang kurang angin bukan berarti pengendara boleh mengisinya tanpa memperhatikan ukuran tekanan. Setiap kendaraan memiliki rekomendasi tekanan ban yang berbeda.
Pengendara dapat menemukan informasi tersebut pada stiker kendaraan atau buku panduan pabrikan. Ikuti angka rekomendasi sesuai jenis kendaraan dan ukuran ban.
Periksa tekanan ban saat kondisinya masih dingin. Pengukuran setelah kendaraan menempuh perjalanan jauh dapat menunjukkan angka berbeda karena suhu ban meningkat.
Hindari pula mengisi angin secara berlebihan. Tekanan yang terlalu tinggi juga tidak sesuai dengan rekomendasi pabrikan dan dapat memengaruhi kenyamanan berkendara.
Jadikan pemeriksaan tekanan ban sebagai bagian dari perawatan rutin. Pengendara juga perlu memeriksa kondisi fisik ban, termasuk retakan, benda asing, dan keausan permukaan.
Hemat BBM Bisa Dimulai dari Hal Sederhana
Menghemat BBM tidak selalu membutuhkan perubahan besar. Pengendara bisa memulainya melalui kebiasaan sederhana sebelum berkendara.
Memeriksa tekanan ban membutuhkan waktu singkat. Namun, kebiasaan ini membantu pengendara menjaga kondisi kendaraan tetap sesuai rekomendasi pabrikan.
Jangan menunggu ban terlihat kempis untuk mulai memeriksanya. Tekanan udara dapat berkurang tanpa perubahan bentuk ban yang langsung terlihat.
Pada akhirnya, efisiensi bahan bakar bukan hanya soal cara mengemudi. Perawatan kendaraan juga memegang peran penting dalam menjaga penggunaan energi.
Jadi, sebelum mengeluhkan BBM yang terasa cepat habis, coba periksa kondisi ban kendaraanmu. Bisa jadi, persoalannya bukan hanya pada mesin atau cara berkendara, melainkan tekanan ban yang selama ini luput dari perhatian. @eko







