Minggu, Juni 28, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Perundingan Amerika Serikat dan Iran di Oman Berakhir Tanpa Kesepakatan

by dimas
Februari 7, 2026
in Global, Reality
A A
Home Reality Global
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Global – Perundingan antara Amerika Serikat dan Iran yang berlangsung di Oman pada Jumat (6/2/2026) berakhir tanpa terobosan berarti. Sejak awal, dialog ini memang tidak dirancang untuk menghasilkan keputusan besar. Namun demikian, hasil akhirnya tetap menegaskan bahwa kebuntuan diplomasi nuklir Teheran belum bergeser.

Alih-alih duduk dalam satu ruangan, delegasi AS dan Iran memilih jalur tidak langsung. Diplomat Oman secara aktif menyampaikan pesan dari satu pihak ke pihak lain. Skema ini mencerminkan kuatnya ketidakpercayaan yang masih membatasi hubungan kedua negara, meski keduanya sama-sama mengklaim membuka ruang dialog.

Kedua Pihak Bertahan pada Sikap Awal

Sepanjang pembicaraan, Washington dan Teheran mempertahankan posisi masing-masing. Iran terus menuntut pelonggaran sanksi sebagai prasyarat utama. Sebaliknya, Amerika Serikat menekan Iran agar membuka akses dan transparansi lebih luas terkait program nuklirnya.

Laporan The Wall Street Journal, yang mengutip sumber dekat perundingan, menyebut diskusi tidak menghasilkan perubahan substansial. Dengan kata lain, peta negosiasi tetap sama seperti sebelum pertemuan dimulai.

Situasi ini tidak mengejutkan banyak pengamat. Bahkan sebelum dialog berlangsung, sejumlah analis regional telah memprediksi hasil minim. Di tengah meningkatnya ketegangan kawasan, pertemuan di Oman lebih berfungsi sebagai rem konflik daripada pintu solusi.

Ini Belum Selesai

Suran Agung PSHWTM ke-123, Persaudaraan Jadi Kekuatan

Pemerintah Janji Redam PHK, Tapi Industri Sudah Mulai Berguguran

Iran Membingkai Dialog sebagai Awal Positif

Meski tanpa hasil konkret, Iran memilih menyampaikan nada optimistis. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyebut pertemuan tersebut sebagai langkah awal yang konstruktif. Menurutnya, dialog dapat berlanjut jika kedua negara bersedia mengikis rasa saling curiga.

“Dalam suasana yang positif, kami saling bertukar argumen dan mendengar pandangan pihak lain,” ujar Araghchi. Ia juga menegaskan bahwa pembahasan hanya berfokus pada isu nuklir dan tidak menyentuh topik lain.

Selain itu, Araghchi mengonfirmasi kesepakatan awal untuk melanjutkan proses diplomasi. Ia menyebut Muscat sebagai lokasi potensial pertemuan lanjutan, setelah masing-masing delegasi berkonsultasi dengan pemerintah di ibu kota mereka.

Oman Menjaga Peran sebagai Penjembatan

Sementara itu, Oman menilai dialog berjalan serius dan terarah. Menteri Luar Negeri Oman, Badr Albusaidi, menyatakan bahwa perundingan membantu memperjelas posisi kedua belah pihak sekaligus memetakan peluang kemajuan.

Namun, hambatan tetap mengemuka. Amerika Serikat berupaya mendorong pembahasan soal program rudal balistik Iran dan dukungan Teheran terhadap kelompok militan regional. Iran secara konsisten menolak perluasan agenda tersebut dan memilih membatasi dialog hanya pada isu nuklir. Tarik-menarik ini kembali menegaskan jurang kepentingan yang belum tertutup.

Dampak Langsung bagi Kawasan dan Dunia

Kebuntuan diplomasi ini tidak berhenti di meja perundingan. Pasar energi global ikut merespons dengan hati-hati, terutama negara-negara yang bergantung pada stabilitas Timur Tengah. Di sisi lain, masyarakat sipil Iran masih menanggung dampak sanksi ekonomi yang berkepanjangan.

Dialog di Oman berlangsung di tengah meningkatnya tensi militer, termasuk pengerahan kekuatan AS ke Timur Tengah dan respons keras Iran terhadap gelombang protes domestik. Dalam konteks tersebut, perundingan ini setidaknya menahan eskalasi agar tidak meluncur ke konflik terbuka.

Untuk saat ini, diplomasi AS-Iran masih berjalan lambat. Dunia kembali menunggu langkah berikutnya, sambil bertanya apakah dialog berikutnya akan tetap menjadi “awal yang baik”, atau akhirnya berubah menjadi keputusan yang benar-benar berarti? @dimas

Tags: ASdiplomasiDuniaGeopolitikGlobalInternasionalIsuKeteganganKrisis GlobalNuklirPerang IranPolitik IndonesiaStabilitasTimur Tengah

Kamu Melewatkan Ini

Pemerintah Janji Redam PHK, Tapi Industri Sudah Kehilangan Napas

Pemerintah Janji Redam PHK, Tapi Industri Sudah Kehilangan Napas

by teguh
Juni 28, 2026

Langit di Timur Tengah mungkin terasa sangat jauh dari kawasan industri di Indonesia. Namun setiap ledakan yang mengguncang wilayah itu...

Prabowo Subianto Klaim Tahu Pembayar Demo, Publik Menunggu Bukti

Prabowo Subianto Klaim Tahu Pembayar Demo, Publik Menunggu Bukti

by teguh
Juni 25, 2026

Presiden Prabowo Subianto mengaku mengetahui pihak yang diduga membiayai sejumlah aksi demonstrasi. Ia menyampaikan klaim itu saat menghadiri Puncak Pekan...

Memuliakan Kekuasaan atau Memuliakan Manusia?

Memuliakan Kekuasaan atau Memuliakan Manusia?

by dimas
Juni 21, 2026

Memuliakan kekuasaan atau memuliakan manusia? Ketika rakyat merasa terabaikan, kontrak sosial mulai retak, kepercayaan publik memudar, dan demokrasi kehilangan fondasi...

Next Post
Cara Indosat Ngebendung Industri Scam Digital Rp8,4 Triliun

Cara Indosat Ngebendung Industri Scam Digital Rp8,4 Triliun

Madilog Series

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026

Marx Series

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id