Minggu, Juni 28, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Masih Malu Beli Pembalut? Ini Alasan Kenapa Menstruasi Tak Seharusnya Jadi Aib

by eko
Februari 3, 2026
in Talk
A A
Home Talk
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Talk – Pernah enggak, kamu masuk minimarket cuma buat beli pembalut tapi jalannya kayak agen rahasia? Kepala nunduk, mata awas, tangan buru-buru nyambar rak paling bawah. Kalau bisa kasirnya perempuan. Kalau kasirnya cowok? Deg-degan. Padahal yang dibeli cuma pembalut, bukan barang ilegal.

Tapi entah kenapa, di Indonesia, beli pembalut masih terasa seperti aktivitas rahasia negara. Kita bisa beli rokok, kondom, bahkan bir tanpa drama, tapi giliran pembalut? Banyak yang masih pakai kode: “Mbak itu yang buat cewek.” Ada juga yang pura-pura nanya harga sampo dulu biar niat aslinya tersamarkan. Pertanyaannya simpel: kenapa sih?

Plastik Hitam dan Budaya Malu Turunan

Kalau kamu tumbuh di keluarga Indonesia tipikal, besar kemungkinan kamu pernah dengar kalimat, “Kalau lagi dapet, jangan ketahuan cowok.” Seolah menstruasi itu penyakit menular. Di warung dekat rumah, pembalut sering dikasih plastik hitam. Di minimarket, masih banyak yang minta paper bag. Bahkan ada yang nyelipin pembalut di antara snack biar enggak kelihatan.

Kita hidup di negara dengan lebih dari 130 juta perempuan, menstruasi itu kejadian massal, rutin, dan biologis, tapi perlakuannya masih kayak aib. Ironisnya, yang sering ikut melestarikan rasa malu ini justru sesama perempuan: “Kok terang-terangan sih belinya?” atau “Ditutupin dong, malu.” Lho, malu sama siapa?

Ini Bukan Soal Produk, Tapi Cara Pandang

Masalahnya bukan di pembalut, tapi di cara kita memandang tubuh perempuan. Menstruasi dianggap jorok, sensitif, enggak pantas dibahas. Akibatnya, pembalut ikut kena getahnya. Padahal itu alat kesehatan dasar. Orang beli tisu karena pilek biasa saja, beli obat diare juga normal, tapi beli pembalut langsung jadi momen canggung. Dampaknya nyata: banyak remaja perempuan pertama kali haid tanpa edukasi layak, panik, nangis, bahkan mikir dirinya sakit karena sejak awal topik ini disimpan di bawah karpet. Dan ketika sesuatu dianggap tabu, kita berhenti ngobrol soal itu padahal justru di situlah masalah tumbuh.

Ini Belum Selesai

Apakah Sistem Listrik Indonesia Sedang Menuju Krisis?

Indonesia Kaya Budaya, Tapi Kita Terlalu Haus Validasi Asing?

“Kan Itu Privasi?” Oke, Tapi

Memang ada juga yang bilang, “Itu kan privasi.” Fair. Menstruasi itu personal, sama seperti beli test pack atau obat wasir. Tapi beda tipis antara privasi dan rasa malu yang diajarkan. Kalau kamu beli pembalut dengan tenang, bukan berarti kamu pamer siklus haid. Sama seperti cowok beli pisau cukur bukan berarti lagi ngumumin kumisnya tumbuh. Privasi itu pilihan. Malu itu konstruksi sosial. Dan selama perempuan masih merasa harus sembunyi-sembunyi cuma buat beli kebutuhan dasar, berarti ada yang enggak beres.

Sikap Tabooo Normalisasi yang Harusnya Sudah Normal

Di Tabooo, kami percaya satu hal sederhana: membeli pembalut itu se-normal beli sabun. Enggak perlu kode rahasia, enggak perlu plastik hitam, enggak perlu merasa bersalah kalau kasirnya cowok. Cowok juga punya ibu, punya saudara perempuan, mungkin punya pasangan. Menstruasi bukan alien science. Yang perlu diubah bukan rak minimarketnya, tapi mindset-nya. Ajari anak perempuan bahwa haid itu proses tubuh, bukan kutukan. Ajari anak laki-laki bahwa pembalut itu alat kesehatan, bukan bahan lelucon. Dan buat kamu yang masih deg-degan tiap beli pembalut: pelan-pelan saja. Kamu enggak melakukan hal memalukan. Kamu sedang merawat tubuhmu sendiri and that’s powerful.

Kita boleh beda cara menyikapi, tapi satu hal harus sepakat: perempuan enggak seharusnya merasa kecil hanya karena tubuhnya bekerja sebagaimana mestinya. Jadi lain kali kamu beli pembalut, tarik napas, jalan tegak, taruh di meja kasir dengan santai. Kalau ada yang melotot? Biarkan. Itu masalah mereka, bukan siklus kamu.

Lalu, kamu di kubu mana—tim masih sembunyi-sembunyi atau tim “gue beli pembalut, so what?”

Tags: BudayaOpinitaboooTalk

Kamu Melewatkan Ini

Karnaval Usai, Peradaban Diuji: Sampah Jadi Cermin Seperti Apa Kesadaran Publik

Karnaval Usai, Peradaban Diuji: Sampah Jadi Cermin Seperti Apa Kesadaran Publik

by teguh
Juni 27, 2026

"Masalah sampah di Indonesia bukan hanya persoalan teknis pengelolaan, tetapi persoalan pola pikir. Selama masyarakat masih menganggap sampah sebagai masalah...

Malam Satu Suro: Horor atau Sekadar Mitos?

Malam Satu Suro: Horor atau Sekadar Mitos?

by dimas
Juni 18, 2026

Benarkah Malam Satu Suro identik dengan makhluk gaib dan kesialan? Simak fakta sejarah, tradisi, dan mitos yang selama ini bercampur...

Sesaji, Tradisi, atau Syirik? Perdebatan Bersih Desa Tak Pernah Usai

Bersih Desa: Antara Tradisi, Sesaji, dan Tuduhan Syirik

by dimas
Juni 17, 2026

Perdebatan Bersih Desa tak pernah usai. Tradisi sesaji, ajaran agama, dan identitas Jawa terus bertemu dalam ritual yang memicu pro...

Next Post
QJMOTOR Panaskan IIMS 2026 dengan Dua Motor 250 cc Terbaru

QJMOTOR Panaskan IIMS 2026 dengan Dua Motor 250 cc Terbaru

Madilog Series

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026

Marx Series

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id