Rabu, Mei 13, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Masih Malu Beli Pembalut? Ini Alasan Kenapa Menstruasi Tak Seharusnya Jadi Aib

by eko
Februari 3, 2026
in Talk
A A
Home Talk
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Talk – Pernah enggak, kamu masuk minimarket cuma buat beli pembalut tapi jalannya kayak agen rahasia? Kepala nunduk, mata awas, tangan buru-buru nyambar rak paling bawah. Kalau bisa kasirnya perempuan. Kalau kasirnya cowok? Deg-degan. Padahal yang dibeli cuma pembalut, bukan barang ilegal.

Tapi entah kenapa, di Indonesia, beli pembalut masih terasa seperti aktivitas rahasia negara. Kita bisa beli rokok, kondom, bahkan bir tanpa drama, tapi giliran pembalut? Banyak yang masih pakai kode: “Mbak itu yang buat cewek.” Ada juga yang pura-pura nanya harga sampo dulu biar niat aslinya tersamarkan. Pertanyaannya simpel: kenapa sih?

Plastik Hitam dan Budaya Malu Turunan

Kalau kamu tumbuh di keluarga Indonesia tipikal, besar kemungkinan kamu pernah dengar kalimat, “Kalau lagi dapet, jangan ketahuan cowok.” Seolah menstruasi itu penyakit menular. Di warung dekat rumah, pembalut sering dikasih plastik hitam. Di minimarket, masih banyak yang minta paper bag. Bahkan ada yang nyelipin pembalut di antara snack biar enggak kelihatan.

Kita hidup di negara dengan lebih dari 130 juta perempuan, menstruasi itu kejadian massal, rutin, dan biologis, tapi perlakuannya masih kayak aib. Ironisnya, yang sering ikut melestarikan rasa malu ini justru sesama perempuan: “Kok terang-terangan sih belinya?” atau “Ditutupin dong, malu.” Lho, malu sama siapa?

Ini Bukan Soal Produk, Tapi Cara Pandang

Masalahnya bukan di pembalut, tapi di cara kita memandang tubuh perempuan. Menstruasi dianggap jorok, sensitif, enggak pantas dibahas. Akibatnya, pembalut ikut kena getahnya. Padahal itu alat kesehatan dasar. Orang beli tisu karena pilek biasa saja, beli obat diare juga normal, tapi beli pembalut langsung jadi momen canggung. Dampaknya nyata: banyak remaja perempuan pertama kali haid tanpa edukasi layak, panik, nangis, bahkan mikir dirinya sakit karena sejak awal topik ini disimpan di bawah karpet. Dan ketika sesuatu dianggap tabu, kita berhenti ngobrol soal itu padahal justru di situlah masalah tumbuh.

Ini Belum Selesai

Demokrasi Tidak Mati Karena Kritik, Tapi Karena Fanatisme Politik

Kreativitas Tidak Selalu Tenang, Kadang Datang Saat Hidup Berantakan

“Kan Itu Privasi?” Oke, Tapi

Memang ada juga yang bilang, “Itu kan privasi.” Fair. Menstruasi itu personal, sama seperti beli test pack atau obat wasir. Tapi beda tipis antara privasi dan rasa malu yang diajarkan. Kalau kamu beli pembalut dengan tenang, bukan berarti kamu pamer siklus haid. Sama seperti cowok beli pisau cukur bukan berarti lagi ngumumin kumisnya tumbuh. Privasi itu pilihan. Malu itu konstruksi sosial. Dan selama perempuan masih merasa harus sembunyi-sembunyi cuma buat beli kebutuhan dasar, berarti ada yang enggak beres.

Sikap Tabooo Normalisasi yang Harusnya Sudah Normal

Di Tabooo, kami percaya satu hal sederhana: membeli pembalut itu se-normal beli sabun. Enggak perlu kode rahasia, enggak perlu plastik hitam, enggak perlu merasa bersalah kalau kasirnya cowok. Cowok juga punya ibu, punya saudara perempuan, mungkin punya pasangan. Menstruasi bukan alien science. Yang perlu diubah bukan rak minimarketnya, tapi mindset-nya. Ajari anak perempuan bahwa haid itu proses tubuh, bukan kutukan. Ajari anak laki-laki bahwa pembalut itu alat kesehatan, bukan bahan lelucon. Dan buat kamu yang masih deg-degan tiap beli pembalut: pelan-pelan saja. Kamu enggak melakukan hal memalukan. Kamu sedang merawat tubuhmu sendiri and that’s powerful.

Kita boleh beda cara menyikapi, tapi satu hal harus sepakat: perempuan enggak seharusnya merasa kecil hanya karena tubuhnya bekerja sebagaimana mestinya. Jadi lain kali kamu beli pembalut, tarik napas, jalan tegak, taruh di meja kasir dengan santai. Kalau ada yang melotot? Biarkan. Itu masalah mereka, bukan siklus kamu.

Lalu, kamu di kubu mana—tim masih sembunyi-sembunyi atau tim “gue beli pembalut, so what?”

Tags: BudayaOpinitaboooTalk

Kamu Melewatkan Ini

Kritikus dan Fans Mortal Kombat II Bisa Sebegitu Beda? Film Harus Pintar atau Seru?

Kritikus dan Fans Mortal Kombat II Bisa Sebegitu Beda? Film Harus Pintar atau Seru?

by teguh
Mei 11, 2026

Kalau sebuah film dapat nilai “lumayan” dari kritikus tapi dipuja fans sampai susah move on, siapa yang sebenarnya benar? Pertanyaan...

Apa Film Harus Selalu Punya Ending Besar untuk Dianggap Bagus?

Apa Film Harus Selalu Punya Ending Besar untuk Dianggap Bagus?

by eko
Mei 8, 2026

Film modern makin sering berlomba menciptakan kejutan. Harus ada twist besar, konflik brutal, atau ending yang bikin timeline penuh teori....

Fashion 2026: Ini Bukan Lagi Soal Gaya, Tapi Cara Kamu Bertahan

Fashion 2026: Ini Bukan Lagi Soal Gaya, Tapi Cara Kamu Bertahan

by Naysa
Mei 8, 2026

Dulu, fashion cuma soal terlihat keren. Sekarang, itu sudah tidak cukup. Tahun 2026 mengubah semuanya, baju bukan lagi sekadar gaya,...

Next Post
QJMOTOR Panaskan IIMS 2026 dengan Dua Motor 250 cc Terbaru

QJMOTOR Panaskan IIMS 2026 dengan Dua Motor 250 cc Terbaru

Pilihan Tabooo

Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Peristiwa Yesus Naik Ke Surga: Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Mei 10, 2026

Realita Hari Ini

Pajak Kendaraan Diganti Jalan Berbayar: Terobosan Berani atau Eksperimen Berisiko?

Pajak Kendaraan Diganti Jalan Berbayar: Terobosan Berani atau Eksperimen Berisiko?

Mei 13, 2026

MPR RI Nonaktifkan Juri dan MC LCC Kalbar Usai Polemik Jawaban DPD Viral

Mei 12, 2026

MBG Bisa Ditolak, Prabowo Persilakan Anak Orang Kaya Mundur

Mei 12, 2026

Rapat Stunting atau Waktu Main? DPRD Jember Kini Disorot Publik

Mei 13, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Figures

© 2026 Tabooo.id