Tabooo: News – Pagi buta di gurun Sinai, Presiden Prabowo Subianto mendarat di Bandar Udara Internasional Sharm El-Sheikh. Ia datang bukan hanya membawa rombongan, tapi juga ambisi: menempatkan Indonesia di tengah percakapan besar tentang perdamaian Gaza.
Pesawat Garuda Indonesia-1 yang membawa Presiden dan rombongan tiba sekitar pukul 07.00 waktu setempat. Di landasan, Chamberlain Kepresidenan Mesir Mohammed Mokhtar bersama Duta Besar RI Lutfi Rauf serta Atase Pertahanan Kolonel Laut (P) Dafris D. Syahruddin menyambut langsung kedatangan mereka. Dari Halim Perdanakusuma, rombongan berangkat tepat pukul 00.20 WIB — tanda awal dari misi diplomasi yang serius.
Diplomasi di Tengah Bara
Di Kairo, Prabowo akan menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Perdamaian Sharm El-Sheikh. Pertemuan itu akan menjadi momen penting, karena para pemimpin dunia berencana menandatangani perjanjian penghentian perang di Gaza.
Tokoh-tokoh besar dunia turut hadir: Donald Trump, Raja Abdullah II, Recep Tayyip Erdogan, Emmanuel Macron, hingga Putra Mahkota Arab Saudi, Muhammad bin Salman. Dengan kehadiran mereka, KTT ini tampak seperti panggung politik global di mana setiap negara ingin menunjukkan perannya.
Namun di tengah kerumunan pemimpin itu, Indonesia mencoba bicara dengan gaya berbeda — bukan dengan kekuatan senjata, melainkan dengan narasi moral dan diplomasi yang tenang.
Diundang, Didengar, Diperhitungkan
Sekretariat Presiden menegaskan bahwa kehadiran Prabowo mencerminkan posisi strategis Indonesia dalam mendorong perdamaian Timur Tengah. Bagi pemerintah, ini bukan hanya kunjungan seremonial, tetapi langkah konkret untuk menegaskan peran Indonesia sebagai penengah yang netral.
Selain itu, kehadiran Prabowo juga membawa pesan ideologis. Bersama Menteri Luar Negeri Sugiono dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, ia mengusung semangat pembukaan UUD 1945: menjaga ketertiban dunia dan menolak ketidakadilan.
Meski begitu, pertanyaannya tetap menggantung — apakah diplomasi ini akan melahirkan perdamaian nyata, atau sekadar menambah daftar konferensi yang berakhir dengan foto bersama?. @jeje





