Jumat, September 18, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Eva Meliani Ungkap Keterlibatan Oknum TNI dalam Kematian Ayahnya di MK

by dimas
Januari 17, 2026
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional
Share on Facebook
Share on Twitter

Tabooo.id: Nasional – Eva Meliani Pasaribu berdiri di hadapan majelis hakim Mahkamah Konstitusi (MK) dengan suara bergetar. Anak sulung jurnalis Rico Sampurna Pasaribu itu memaparkan rentetan peristiwa sebelum dan sesudah ayahnya meninggal, setelah rumahnya dibakar pada Kamis (27/6/2024).

Eva menyampaikan kesaksiannya dalam sidang uji materiil Undang-Undang Peradilan Militer. Bersama Leni Damanik, ibu dari anak yang tewas di tangan oknum prajurit TNI, Eva menggugat sistem peradilan yang membeda-bedakan pelaku sipil dan militer.

Di ruang sidang MK, Eva menegaskan bahwa pemberitaan tentang bisnis judi yang diduga melibatkan dan dibekingi oknum anggota TNI menyebabkan kematian ayahnya.


Pemberitaan Judi dan Ancaman yang Mengikuti

Eva menjelaskan bahwa ayahnya secara konsisten memberitakan dugaan bisnis judi tersebut pada 21, 22, dan 23 Juni 2024, kemudian kembali menurunkannya pada 26 Juni 2024, sehari sebelum pembakaran terjadi.

Tak lama setelah berita itu terbit, seorang prajurit TNI bernama Koptu HB mendatangi Rico Sampurna Pasaribu. Menurut Eva, prajurit itu meminta Rico menurunkan berita tersebut. Namun, ayahnya menolak dan memilih menempuh jalur hukum dengan meminta perlindungan ke Polda Sumatera Utara.

Ini Belum Selesai

Pemerintah Tarik 25 Merek Beras Fortifikasi, Ada Apa?

Bakar Sampah Berujung Kebakaran Kabel PT Sangsaka di Bantul

Rico juga mengirim pesan kepada Kasat Reskrim Polres Tanah Karo, menyatakan bahwa ia merasa terancam oleh Koptu HB. Ancaman tidak berhenti di situ. Koptu HB menghubungi kembali pemimpin redaksi media tempat Rico bekerja dan meminta agar berita soal judi dihapus.


Pembakaran Rumah dan Pengakuan Mengejutkan

Dalam kesaksiannya, Eva mengungkap fakta yang membuat kasus ini semakin rumit. Salah satu pelaku pembakaran rumah, Bebas Ginting, yang kini divonis penjara seumur hidup, tidak memiliki konflik pribadi dengan ayahnya.

Sebaliknya, Eva menyebut bahwa Bebas Ginting memiliki hubungan baik dengan Rico. Bahkan, Bebas pernah menelepon Eva dan mengaku bahwa Koptu HB-lah yang menyuruhnya melakukan pembakaran.

Dalam persidangan pidana sebelumnya, Bebas Ginting mengakui keterlibatan pihak lain dan mengaku menerima uang Rp 1 juta sebagai bonus setelah melakukan pembakaran. Fakta-fakta itu, menurut keluarga korban, memperkuat dugaan keterlibatan aktor di luar pelaku sipil.


Laporan Berlapis dan Proses yang Berputar

Keluarga Rico melaporkan dugaan keterlibatan Koptu HB ke Puspomad di Jakarta, tetapi aparat meminta mereka membuat laporan ulang di Medan. Keluarga mengikuti seluruh prosedur, namun hasil pemeriksaan dari Pomdam I/Bukit Barisan tidak kunjung jelas.

Eva mengaku sering menemui jalan buntu. Penyidik berganti-ganti, proses berjalan lambat, dan keluarga kesulitan memperoleh informasi perkembangan perkara. Akhirnya, mereka melakukan upaya advokasi kembali ke Jakarta.

Keluarga mendapatkan janji dari pejabat Wadansat Idik Puspomad bahwa mereka akan segera menetapkan tersangka. Namun, ketika kembali ke Medan, proses hukum kembali mengabur dan minim transparansi.


Peradilan Militer di Bawah Sorotan

Di hadapan hakim MK, Eva menyoroti ketimpangan perlakuan hukum. Ia membandingkan proses hukum terhadap pelaku sipil, yang berjalan cepat, terbuka, dan bisa dipantau publik, dengan penanganan terhadap Koptu HB, yang berlangsung tertutup.

Menurut Eva, kondisi itu menimbulkan rasa tidak adil sekaligus kekhawatiran serius. Ia menilai peradilan militer, dengan kewenangan internalnya, rawan menghambat akuntabilitas dan membuka ruang impunitas.

Sambil menahan tangis, Eva menegaskan bahwa Koptu HB tetap bertugas meski namanya muncul dalam berbagai kesaksian, bukti elektronik, dan keterangan di persidangan. Baginya, fakta tersebut menjadi bukti nyata ketimpangan perlakuan hukum.


Ketika Keadilan Menjadi Taruhan Publik

Bagi keluarga korban, persoalan ini tidak berhenti pada satu kasus. Mereka menilai ketertutupan proses hukum terhadap anggota militer berpotensi merusak kepercayaan publik terhadap sistem peradilan dan komitmen negara dalam melindungi kebebasan pers.

Kesaksian Eva di MK bukan sekadar upaya mencari keadilan bagi ayahnya. Kejadian itu mengingatkan kita bahwa perlakuan hukum yang berbeda terhadap mereka yang berseragam membakar rasa aman jurnalis dan publik bersama rumah yang dilalap api. @dimas


Tags: JurnalisKeadilanKebebasanKriminal & HukumMahkamah KonstitusiMiliterPeradilanPerlindunganPersReformasi

Kamu Melewatkan Ini

Doa dan Lilin Jurnalis Solo untuk 5 Rekan Hilang di Anak Krakatau

Doa dan Lilin Jurnalis Solo untuk 5 Rekan Hilang di Anak Krakatau

by dimas
September 15, 2026

Jurnalis Solo menggelar doa dan menyalakan lilin untuk lima rekan yang hilang saat perjalanan menuju kawasan Anak Krakatau. Tabooo.id: Surakarta...

Pasal Santet Digugat: Frasa “Memberikan Harapan” Dipersoalkan

Pasal Santet Digugat: Frasa “Memberikan Harapan” Dipersoalkan

by dimas
September 8, 2026

Lima mahasiswa menggugat frasa “memberikan harapan” dalam pasal santet KUHP ke MK karena dinilai berpotensi menimbulkan tafsir hukum yang kabur....

Liputan Anak Krakatau Berujung Pencarian, 5 Jurnalis Hilang Kontak

Liputan Anak Krakatau Berujung Pencarian, 5 Jurnalis Hilang Kontak

by dimas
September 8, 2026

Liputan Anak Krakatau berujung pencarian setelah kapal membawa 5 jurnalis hilang kontak di Selat Sunda. Basarnas melakukan pencarian. Tabooo.id: Pandeglang...

Next Post
Mens Rea di Panggung, Polemik di Demokrasi

Mens Rea di Panggung, Polemik di Demokrasi

Madilog Series

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Agustus 24, 2026
Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026

Marx Series

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Agustus 25, 2026

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id