Minggu, Agustus 23, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Ferry Juliantono Masuk Pucuk MES, Sinergi Negara dan Ekonomi Syariah Kian Rapat

by Anisa
Januari 17, 2026
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional
Share on Facebook
Share on Twitter

Tabooo.id: Nasional – Menteri Koperasi dan UKM Ferry Juliantono resmi menduduki posisi Ketua Harian Masyarakat Ekonomi Syariah (MES). Munas VII MES yang berlangsung di Ballroom Menara BRILian, Jakarta, Minggu (11/1/2026), mengukuhkan keputusan tersebut. Masuknya Ferry menandai pertemuan langsung antara kepentingan negara dan gerakan ekonomi syariah dalam satu struktur kepemimpinan.

Penunjukan ini bukan sekadar seremonial. Kehadiran menteri aktif di posisi strategis MES memberi sinyal bahwa ekonomi syariah kini masuk ke fase yang lebih politis dan operasional.

MES dan Klaim Independensi

MES bukan organisasi baru. Sejak berdiri pada 2001, lembaga nirlaba ini konsisten mengusung misi membumikan ekonomi syariah sebagai sistem ekonomi yang adil dan sesuai prinsip Islam. Secara struktural, MES menyatakan diri mandiri dan tidak berafiliasi dengan pemerintah maupun partai politik.

Namun, terpilihnya Ferry sebagai Ketua Harian memberi warna baru. Sinergi dengan negara menguat, tetapi ruang kritis MES terhadap kebijakan pemerintah otomatis menyempit. Di titik inilah independensi diuji, bukan sekadar diklaim.

Koperasi Syariah Didorong Jadi Mesin Ekonomi

Ferry langsung mematok arah. Ia menegaskan komitmen pemerintah untuk memperkuat koperasi berbasis syariah sebagai pilar pertumbuhan ekonomi nasional. Menurutnya, banyak koperasi syariah telah membuktikan diri mampu membangun ekosistem bisnis, terutama di sektor riil.

Ini Belum Selesai

Bukan Cuma Soal Motor, Ketika Komunitas Jadi Tempat Mencari Arah

Desa Adat Sade Terbakar, Ratusan Rumah Sasak Ludes dalam Semalam

Ia mencontohkan Kopontren Al-Ittifaq di Ciwidey, Bandung, yang sukses menggerakkan sektor pertanian berbasis pesantren. Pemerintah bahkan menyiapkan koperasi pesantren sebagai “kakak asuh” bagi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih agar program prioritas negara berjalan mulus hingga ke akar rumput.

Siapa Diuntungkan, Siapa Tertinggal

Kebijakan ini membuka peluang besar bagi pelaku UMKM, santri, dan komunitas pesantren. Akses pembiayaan syariah dan pendampingan koperasi memberi alternatif nyata dari pinjaman konvensional berbunga tinggi yang selama ini membebani masyarakat kecil.

Namun, arah kebijakan yang terlalu fokus pada satu model menyimpan risiko. Koperasi konvensional dan pelaku ekonomi non-syariah berpotensi tersisih jika negara tidak menjaga keseimbangan. Pertumbuhan bisa terjadi, tetapi tidak semua ikut merasakan.

Rosan Roeslani dan Agenda Membumi

Munas VII MES juga memilih Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani sebagai Ketua Umum MES. Rosan menekankan pentingnya program yang langsung menyentuh masyarakat. Salah satu yang ia dorong ialah pembangunan Kampung Haji, yang ditargetkan mulai pada kuartal IV 2026.

Program ini diharapkan memperbaiki layanan haji Indonesia sekaligus membuka rantai ekonomi syariah lintas sektor, dari investasi hingga jasa.

Target Ambisius Ekonomi Syariah

Kehadiran tokoh-tokoh besar Ma’ruf Amin, Erick Thohir, hingga Muliaman Hadad menegaskan bahwa ekonomi syariah telah naik kelas menjadi agenda strategis nasional. Ma’ruf Amin menyebut posisi ekonomi syariah Indonesia kini menembus peringkat tiga dunia.

Namun, angka di dalam negeri berbicara lain. Market share ekonomi syariah baru menyentuh sekitar 30 persen. Target berikutnya jelas ambisius: menembus lebih dari 50 persen dan benar-benar mengubah perilaku ekonomi masyarakat.

Ujian di Luar Panggung Munas

Pertanyaannya kini sederhana: apakah ekonomi syariah akan menjadi alat pemerataan yang nyata, atau hanya etalase baru dari kebijakan lama dengan label religius?

Dengan menteri sebagai motor utama, publik berhak menagih hasil. Ekonomi berkeadilan seharusnya terasa di pasar, sawah, dan warung kecil bukan berhenti di podium Munas dan siaran pers. Sebab ekonomi yang mengklaim halal, idealnya juga adil dalam praktik, bukan hanya rapi di konsep. (red)

Tags: Ekonomi IndonesiaKoperasiMenteri

Kamu Melewatkan Ini

Negara Menguasai Sumber Daya, Rakyat Dapat Apa?

Negara Menguasai Sumber Daya, Rakyat Dapat Apa?

by dimas
Agustus 23, 2026

Negara memiliki mandat untuk menguasai sumber daya strategis. Namun, mandat itu bukan sekadar soal izin, regulasi, atau kepemilikan. Ukuran akhirnya...

Pasal 33 UUD 1945: Ekonomi Indonesia Milik Siapa?

Pasal 33 UUD 1945: Ekonomi Indonesia Milik Siapa?

by dimas
Agustus 22, 2026

Pasal 33 UUD 1945 bukan sekadar aturan ekonomi, tetapi tentang pengelolaan sumber daya, distribusi kekayaan, dan kemakmuran rakyat. Tabooo.id -...

Pertalite Mau Dibatasi untuk Desil 9–10, Tapi Siapa yang Benar-Benar Kaya?

Pertalite Mau Dibatasi untuk Desil 9–10, Tapi Siapa yang Benar-Benar Kaya?

by teguh
Agustus 13, 2026

Kalau suatu hari SPBU menolak transaksi Pertalite untukmu, apa yang terjadi? Pertalite mau Dabatasi dan itu bukan karena harga. Bisa...

Next Post
Duka Seorang Ayah di Hadapan Tembok Institusi

Duka Seorang Ayah di Hadapan Tembok Institusi

Madilog Series

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026

Marx Series

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id