Tabooo.id: Sports – Lampu stadion menyala terang, sorak penonton menggema, dan satu nama terus bekerja dalam diam. Asnawi Mangkualam mungkin tidak selalu mencuri headline dengan gol atau selebrasi heboh, tetapi di paruh pertama Liga Thailand 2025/2026, ia menulis cerita lewat tekel, disiplin, dan daya juang tanpa kompromi. Bek Timnas Indonesia itu resmi masuk jajaran pemain top Port FC, sebuah pengakuan yang lahir dari kerja sunyi di lapangan.
Dipercaya di Paruh Pertama Musim
Musim ini, Asnawi menjelma menjadi salah satu tulang punggung Port FC. Sepanjang putaran pertama Liga Thailand 2025/2026, pemain berusia 26 tahun tersebut sudah tampil 14 kali dengan total 1.100 menit bermain. Angka itu bukan sekadar statistik. Ia menandai konsistensi dan kepercayaan penuh dari tim pelatih.
Menariknya, pelatih Port FC Alexandre Gama tidak menempatkan Asnawi di posisi naturalnya sebagai bek kanan. Alih-alih, Asnawi harus bergeser ke bek kiri, posisi yang menuntut adaptasi cepat dan kecerdasan membaca permainan. Namun Asnawi menjawab tantangan itu dengan performa solid, bukan keluhan.
Raja Tekel, Bukti Mental Baja
Meski bermain tidak di posisi terbaiknya, Asnawi tetap tampil maksimal. Dalam data statistik yang dirilis Port FC di media sosial klub, Asnawi tercatat sebagai pemain dengan 30 tekel sukses, terbanyak di skuad pada paruh pertama musim ini.
Catatan tersebut menempatkan Asnawi sejajar dengan nama-nama besar Port FC seperti kapten Peeradol Chamrasamee, bek senior Suphanan Bureerat, hingga striker asing Brayan Perea. Di tim bertabur bintang, Asnawi tidak sekadar numpang lewat. Ia berdiri setara.
Bersaing dengan Bintang Lain
Statistik Port FC juga menunjukkan betapa ketatnya persaingan internal tim. Peeradol memimpin dalam jumlah operan dan peluang tembakan dengan 726 operan dan 29 kesempatan. Suphanan mencatatkan diri sebagai pemain dengan 61 umpan silang sukses dan 73 duel menang.
Di bawah mistar, kiper Michael Falkesgaard bersama Suphanan menjadi pemain dengan menit bermain terbanyak, masing-masing 1.350 menit. Sementara itu, Worachit Kanitsribumphen unggul dalam kreativitas dengan 32 peluang tercipta, dan Brayan Perea mendominasi duel udara lewat 29 kemenangan.
Di tengah statistik gemerlap itu, nama Asnawi tetap menonjol lewat satu hal keteguhan bertahan.
Makna Lebih Besar dari Sekadar Data
Masuknya Asnawi ke jajaran pemain top Port FC bukan hanya kabar baik bagi klub, tetapi juga sinyal positif bagi sepak bola Indonesia. Ia membuktikan bahwa pemain Tanah Air mampu bersaing, beradaptasi, dan diakui di level kompetitif Asia Tenggara.
Asnawi tidak selalu berada di posisi nyaman, tetapi justru di situlah mentalitasnya teruji. Ia bertahan, berjuang, dan tetap relevan. Bagi publik Indonesia, kisah ini lebih dari sekadar statistik liga. Ini tentang kerja keras yang menemukan jalannya sendiri.
Sepak bola memang soal gol dan kemenangan. Namun terkadang, maknanya lahir dari tekel yang tepat, posisi yang dijaga, dan kepercayaan yang dibayar lunas. Asnawi Mangkualam sedang melakukan itu semua dengan senyap, tapi berdampak besar. @teguh





