Jumat, September 18, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Kekerasan Berujung Akhir Karier, PSSI Jatim tindak Tegas Hilmi Gimnastiar

by dimas
Januari 7, 2026
in Reality, Regional
A A
Home Reality
Share on Facebook
Share on Twitter

Tabooo.id: Regional – Sepak bola kerap menghadirkan duel fisik. Namun, ketika emosi mengalahkan nalar, olahraga ini berubah menjadi ancaman keselamatan. Pesan tegas itu ditegaskan Komite Disiplin (Komdis) PSSI Provinsi Jawa Timur saat menjatuhkan hukuman larangan beraktivitas sepak bola seumur hidup kepada pemain Putra Jaya Pasuruan, Muh Hilmi Gimnastiar.

Komdis menjatuhkan sanksi terberat tersebut setelah Hilmi melakukan aksi kekerasan terhadap pemain Perseta 1970 Tulungagung, Firman Nugraha Ardhiansyah, dalam laga Liga 4 Piala Gubernur Jawa Timur musim 2025-2026. Putusan itu tercantum dalam Surat Keputusan Nomor 001/Komdis/PSSI-JTM/I/2026 tertanggal 6 Januari 2026.

Menurut Komdis PSSI Jawa Timur, tindakan Hilmi tidak hanya melanggar aturan pertandingan, tetapi juga mengancam keselamatan pemain lain serta merusak integritas kompetisi sepak bola daerah.

Insiden di Lapangan yang Menjadi Titik Balik

Insiden terjadi pada pertandingan babak 32 besar Grup CC Liga 4 Jawa Timur antara Putra Jaya Pasuruan dan Perseta 1970 Tulungagung di Stadion Gelora Bangkalan, Kabupaten Bangkalan, Senin (5/1/2026) sore. Saat itu, Putra Jaya yang mengenakan kostum kuning tertinggal jauh 0-4 dari Perseta yang tampil dengan jersey hijau.

Ketegangan memuncak pada menit ke-71. Dalam kondisi tertekan, Hilmi secara sadar melayangkan tendangan keras ke arah dada Firman Nugraha. Aksi tersebut terjadi di tengah lapangan dan terekam jelas kamera pertandingan. Wasit yang memimpin laga langsung mengeluarkan kartu merah tanpa kompromi.

Ini Belum Selesai

Pemerintah Tarik 25 Merek Beras Fortifikasi, Ada Apa?

Bakar Sampah Berujung Kebakaran Kabel PT Sangsaka di Bantul

Firman langsung terjatuh dan terkapar. Tim medis bergerak cepat memberikan pertolongan sebelum menandu korban keluar lapangan. Tak lama berselang, rekaman insiden itu menyebar luas di media sosial melalui unggahan akun resmi Perseta 1970 Tulungagung dan memicu kecaman publik.

Cedera Berat yang Memperkuat Sanksi

Hasil pemeriksaan Komdis menunjukkan Firman mengalami luka serius di bagian dada. Cedera tersebut berpotensi menimbulkan dampak jangka panjang terhadap kondisi fisiknya. Fakta ini memperkuat dasar Komdis untuk menjatuhkan hukuman maksimal kepada pelaku.

Melalui unggahan lanjutan di media sosial, Perseta memperlihatkan kondisi Firman setelah pertandingan. Pemain tersebut mengaku masih merasakan nyeri hebat yang semakin memburuk hingga akhirnya harus menjalani perawatan di rumah sakit.

“Pemain memang sudah meminta maaf, tetapi kami tidak melihat iktikad yang jelas,” ujar perwakilan Perseta dalam keterangannya.

Dinyatakan Violent Conduct

Dalam sidang yang dipimpin Ketua Komite Disiplin PSSI Jawa Timur H. Samiaji Makin Rahmat, bersama anggota Rohmad Amrulloh dan Dimas Nur Arif Putra Suwandi, Komdis menyimpulkan bahwa Hilmi melakukan pelanggaran kategori violent conduct.

Komdis menilai tindakan tersebut melanggar Pasal 48 juncto Pasal 49 serta Pasal 10 dan Pasal 19 Kode Disiplin PSSI 2025. Selain melarang Hilmi beraktivitas di dunia sepak bola seumur hidup, Komdis juga menjatuhkan denda sebesar Rp 2,5 juta yang wajib disetorkan ke rekening Badan Liga Nusantara Provinsi Jawa Timur.

“Perbuatan ini tidak hanya mencederai sportivitas, tetapi juga membahayakan keselamatan pemain lain. Karena itu, kami menjatuhkan sanksi tegas,” tegas Samiaji.

Alarm Keras bagi Sepak Bola Jawa Timur

Komdis memastikan mekanisme banding tetap terbuka sesuai ketentuan yang berlaku. Meski demikian, keputusan ini menjadi peringatan keras bagi seluruh insan sepak bola di Jawa Timur, mulai dari pemain, pelatih, hingga ofisial tim.

Di tengah upaya membangun kompetisi yang sehat dan profesional, kasus ini menegaskan satu hal emosi sesaat dapat menghancurkan karier panjang. Sepak bola bukan hanya soal menang, tetapi juga tentang menjaga nilai kemanusiaan di dalam lapangan. @dimas

Tags: AtletDisiplinJawa TimurKeamanan NegarakekerasanLapanganPSSISepak Bola

Kamu Melewatkan Ini

Sound Horeg Diatur Negara, Setelah Tiga Orang Meninggal

Sound Horeg Diatur Negara, Setelah Tiga Orang Meninggal

by dimas
September 17, 2026

Sound horeg mulai diatur pemerintah setelah tiga orang meninggal di Jawa Timur. Regulasi desibel disiapkan untuk menekan risiko kesehatan dan...

Karhutla Menerjang Jatim dan Kaltara, 38 Hektare Lahan Terbakar

Karhutla Menerjang Jatim dan Kaltara, 38 Hektare Lahan Terbakar

by dimas
September 14, 2026

Karhutla menerjang Jawa Timur dan Kalimantan Utara. BNPB mencatat sekitar 38 hektare lahan terbakar di Ponorogo, Pasuruan, dan Bulungan. Tabooo.id...

Wanita Menempa Keris: Ia Diwariskan. Lalu Siapa Pewaris Berikutnya?

Wanita Menempa Keris: Ia Diwariskan. Lalu Siapa Pewaris Berikutnya?

by teguh
September 3, 2026

Sisil meninggalkan dunia penerbangan untuk menempa keris. Pilihan itu membawa pertanyaan lebih besar siapa yang akan menjaga pengetahuan leluhur ketika...

Next Post
Dokter Richard Lee akan Jalani Pemeriksaan di Polda Metro Hari Ini

Dokter Richard Lee akan Jalani Pemeriksaan di Polda Metro Hari Ini

Madilog Series

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Agustus 24, 2026
Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026

Marx Series

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Agustus 25, 2026

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id