Kamis, Mei 14, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Pelatnas Tak Berguguran, PBSI Pilih Menahan Napas Demi Masa Depan

by teguh
Januari 7, 2026
in Sports
A A
Home Reality Sports
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Sports – Ada momen ketika pertandingan tidak terjadi di lapangan, tapi di ruang rapat. Tidak ada smash keras, tidak ada reli panjang. Namun dampaknya bisa menentukan masa depan bulutangkis Indonesia. Selasa (06/01/2026), PBSI menekan tombol berbeda degradasi atlet Pelatnas Cipayung resmi ditiadakan.

Keputusan ini terasa seperti jeda panjang sebelum servis pertama. Sunyi, tapi sarat makna.

Bukan Skor, Tapi Arah Permainan

Melalui Bidang Pembinaan dan Prestasi (Binpres), PBSI memutuskan tidak melakukan promosi dan degradasi atlet di akhir 2025, sebuah tradisi yang selama ini rutin terjadi. Evaluasi menyeluruh menjadi alasan utama: mulai dari performa atlet, beban turnamen internasional, hingga efektivitas program jangka panjang.

PBSI menilai sistem lama tidak lagi relevan dengan kalender kompetisi yang semakin padat dan sudah bergulir sejak Januari. Pelatnas kini memasuki fase krusial, di mana stabilitas dianggap lebih penting daripada bongkar-pasang skuad.

Dalam rilis resminya, PBSI menegaskan langkah ini bertujuan menjaga kesinambungan pembinaan dan memastikan atlet siap menghadapi agenda besar yang tidak memberi ruang untuk goyah.

Ini Belum Selesai

Kesalahan Fatal Madrid di El Clasico

Arsenal vs PSG: Ketika Benteng Tangguh Bertemu Insting Membunuh

Eng Hian: Tidak Ada Zona Nyaman

Kepala Bidang Binpres PBSI, Eng Hian, langsung menutup celah tafsir. Peniadaan degradasi bukan berarti standar turun. Evaluasi tetap berjalan, bahkan lebih tajam dan individual.

“Atlet tetap dinilai oleh pelatih masing-masing. Jika tidak mencapai target, degradasi bisa terjadi kapan saja,” tegas Eng Hian.

Artinya, tekanan tetap ada. Bedanya, PBSI tidak lagi menilai atlet dengan kalender, tetapi dengan performa nyata. Waktu degradasi kini fleksibel, mengikuti indikator kesiapan dan hasil, bukan tanggal di kalender.

Untuk promosi, PBSI mengandalkan Seleksi Nasional (Seleknas) yang digelar setiap awal tahun. Kuotanya jelas 16 atlet tunggal dan 16 pasangan ganda, dengan kriteria ketat—mulai dari juara Kejurnas Taruna, peringkat nasional 15 besar, hingga pantauan tim pemandu bakat.

Stabilitas di Tengah Padatnya Arena

PBSI melihat satu masalah besar dalam sistem lama transisi terlalu sering terjadi di saat atlet seharusnya fokus bertanding. Dengan turnamen Asia dan dunia datang beruntun, perubahan komposisi justru berpotensi merusak ritme latihan dan kesiapan mental.

Kini, pelatnas diarahkan menjadi ruang pembinaan jangka panjang, bukan sekadar ruang seleksi tahunan. PO 012 Tahun 2025 menjadi fondasi baru, menjanjikan transparansi, objektivitas, dan profesionalisme.

Targetnya tidak kecil Kejuaraan Dunia, Thomas & Uber Cup, hingga Olimpiade Los Angeles 2028.

Menahan Degradasi, Menjaga Asa

Keputusan ini mungkin tidak menghasilkan medali hari ini. Namun bagi atlet, ini adalah napas tambahan untuk tumbuh. Bagi publik, ini sinyal bahwa PBSI mulai bermain lebih sabar, lebih strategis.

Bulutangkis bukan cuma soal siapa yang tersingkir tercepat. Kadang, kemenangan lahir dari keberanian untuk tidak menjatuhkan siapa pun terlalu dini. @teguh

Tags: EvaluasiOlimpiadePBSI

Kamu Melewatkan Ini

IPSI Nahkoda Baru: Sugiono Masuk Arena, Misi Olimpiade Dimulai

IPSI Nahkoda Baru: Sugiono Masuk Arena, Misi Olimpiade Dimulai

by teguh
April 12, 2026

Tabooo.id: Sports - Pencak silat bukan cuma soal jurus. Ini soal identitas, harga diri, dan mimpi panjang yang belum selesai....

Prabowo Mundur dari IPSI: Pengabdian 34 Tahun atau Misi yang Belum Selesai?

Prabowo Mundur dari IPSI: Pengabdian 34 Tahun atau Misi yang Belum Selesai?

by dimas
April 11, 2026

Tabooo.id: Nasional - Setiap perpisahan selalu meninggalkan jejak.Namun kali ini, yang terasa bukan hanya kehilangan, melainkan juga kegagalan yang belum...

OTT KPK di Tulungagung: Benarkah Ini Soal Individu, atau Sistem?

OTT KPK di Tulungagung: Benarkah Ini Soal Individu, atau Sistem?

by dimas
April 11, 2026

Tabooo.id: Nasional - Publik kembali dikejutkan oleh operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kali ini, tim...

Next Post
AS Dapat 50 Juta Barel Minyak Venezuela, Trump Atur Rp 47 T

AS Dapat 50 Juta Barel Minyak Venezuela, Trump Atur Rp 47 T

Pilihan Tabooo

Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Peristiwa Yesus Naik Ke Surga: Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Mei 10, 2026

Realita Hari Ini

Pajak Kendaraan Diganti Jalan Berbayar: Terobosan Berani atau Eksperimen Berisiko?

Pajak Kendaraan Diganti Jalan Berbayar: Terobosan Berani atau Eksperimen Berisiko?

Mei 13, 2026

MPR RI Nonaktifkan Juri dan MC LCC Kalbar Usai Polemik Jawaban DPD Viral

Mei 12, 2026

Rapat Stunting atau Waktu Main? DPRD Jember Kini Disorot Publik

Mei 13, 2026

MBG Bisa Ditolak, Prabowo Persilakan Anak Orang Kaya Mundur

Mei 12, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Figures

© 2026 Tabooo.id