Sabtu, Agustus 22, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Prabowo Tancap Gas Proyek Baterai Rp96 T di Karawang

by teguh
Desember 28, 2025
in Nasional
A A
Home Reality Nasional
Share on Facebook
Share on Twitter

Proyek Baterai EV Raksasa Jalan, Prabowo Gas Hilirisasi dari Karawang

Tabooo.id Nasional – Presiden RI Prabowo Subianto menggeber proyek ekosistem baterai kendaraan listrik (EV) terbesar di Asia dari Karawang, Jawa Barat. Pada akhir Juni 2025, Prabowo meresmikan peletakan batu pertama proyek hulu-hilir baterai dengan total investasi mencapai US$ 5,9 miliar atau sekitar Rp 96 triliun.

Proyek ini menjadi salah satu “Big Stories 2025” karena skala investasinya besar, dampaknya luas, dan posisinya strategis di tengah ambisi Indonesia menjadi pemain utama industri kendaraan listrik dunia.

Antam–IBC–China Turun Gunung

Prabowo menggandeng PT Aneka Tambang (Antam), PT Indonesia Battery Corporation (IBC), serta perusahaan asal China Ningbo Contemporary Brunp Lygend Co. Ltd (CBL). CBL sendiri merupakan perusahaan patungan raksasa baterai dunia CATL, Brunp, dan Lygend.

Lokasi proyek tersebar di Karawang, Jawa Barat, serta Halmahera Timur, Maluku Utara, mencakup rantai produksi dari tambang nikel hingga daur ulang baterai.

Di lokasi peresmian, Prabowo hadir bersama jajaran menteri, pejabat BUMN, dan pelaku industri. Pemerintah ingin menunjukkan bahwa proyek ini bukan sekadar seremoni, tapi sinyal serius menuju industrialisasi energi baru.

Ini Belum Selesai

11 Desa, 21.171 Jiwa, Bantuan Terbatas: Camat Manggarai Protes

Warga Pati Kepung Senayan, RUU Perampasan Aset Jadi Tuntutan

Prabowo: Hilirisasi Bukan Mimpi Baru

Prabowo menegaskan bahwa proyek baterai ini melanjutkan cita-cita lama bangsa.

“Hilirisasi bukan gagasan baru. Bung Karno sudah mencita-citakannya, dan sekarang kita jalankan secara nyata,” ujar Prabowo.

Ia menghitung nilai tambah ekonomi dari proyek ini bisa melonjak hingga US$ 48 miliar atau sekitar Rp 481 triliun, delapan kali lipat dari nilai investasi awal. Pemerintah menargetkan manfaat ekonomi itu mengalir ke daerah penghasil, terutama Maluku Utara, sekaligus menggerakkan ekonomi nasional.

Yang diuntungkan jelas negara, industri, dan daerah tambang. Yang terancam? Model ekonomi lama yang hanya mengandalkan ekspor bahan mentah.

RI Bisa Hemat Impor BBM

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menambahkan efek lain yang tak kalah penting. Jika pabrik baterai beroperasi penuh dengan kapasitas 15 GWh per tahun, Indonesia bisa memangkas impor BBM hingga 300 ribu kiloliter per tahun.

Artinya, proyek ini tak hanya soal industri, tapi juga soal ketahanan energi dan neraca perdagangan. Negara menghemat devisa, sementara sektor energi mendapat alternatif baru.

Jepang dan AS Siap Jadi Pembeli

Direktur Utama IBC saat itu, Toto Nugroho, mengungkapkan bahwa pasar internasional sudah melirik produk baterai dari Indonesia. Jepang, India, China, hingga Amerika Serikat masuk daftar calon pembeli.

IBC memperkirakan sekitar 30% produksi baterai akan diekspor, sementara sisanya memenuhi kebutuhan domestik. Strategi ini membuat Indonesia tak hanya menjadi pasar, tapi juga pemain global.

Nikel Ada, Lithium Masih Impor

Meski Indonesia kaya nikel, proyek ini tetap menghadapi tantangan. Lithium, salah satu komponen utama baterai, belum tersedia di dalam negeri. IBC sementara mengandalkan pasokan dari Australia dan Amerika Selatan.

Namun Toto menilai kebutuhan lithium hanya sekitar 7% dari total komponen baterai. Ia juga menyebut Indonesia memiliki potensi lithium dari sumber panas bumi, meski eksplorasinya belum berjalan optimal.

Proyek baterai ini mencakup enam joint venture, dari pertambangan nikel, smelter, pabrik material baterai, produksi sel baterai, hingga fasilitas daur ulang. Rantai ini membuat Indonesia menguasai proses dari hulu ke hilir bukan lagi penonton.

Ujian Konsistensi Pemerintah

Proyek baterai raksasa ini menjanjikan masa depan cerah. Namun publik tetap menunggu konsistensi pemerintah soal lingkungan, keberpihakan pada masyarakat lokal, dan transparansi investasi.

Hilirisasi memang terdengar gagah. Tapi pada akhirnya, rakyat akan bertanya satu hal sederhana siapa yang benar-benar menikmati baterai mahal ini mobil listrik elite, atau ekonomi rakyat?

Karena proyek besar tak cukup hanya megah. Ia harus terasa sampai ke dapur warga. @teguh

Tags: bumnEkonomi IndonesiaHilirisasiImporKarawangListrikNikelpabrikpresidenProduksiresmi

Kamu Melewatkan Ini

Pertalite Mau Dibatasi untuk Desil 9–10, Tapi Siapa yang Benar-Benar Kaya?

Pertalite Mau Dibatasi untuk Desil 9–10, Tapi Siapa yang Benar-Benar Kaya?

by teguh
Agustus 13, 2026

Kalau suatu hari SPBU menolak transaksi Pertalite untukmu, apa yang terjadi? Pertalite mau Dabatasi dan itu bukan karena harga. Bisa...

MK Tutup Celah Relawan Laporkan Penghinaan Presiden

MK Tutup Celah Relawan Laporkan Penghinaan Presiden

by dimas
Agustus 12, 2026

MK menegaskan hanya Presiden atau Wakil Presiden yang dapat melaporkan dugaan penghinaan. Relawan dan simpatisan tak bisa mengadu. Tabooo.id -...

Pasar Tidak Lagi Ramai: Ketika Harga Murah Tak Lagi Menarik Pembeli

Pasar Tidak Lagi Ramai: Ketika Harga Murah Tak Lagi Menarik Pembeli

by eko
Agustus 6, 2026

Harga ayam tetap murah, tetapi pembeli terus berkurang. Melemahnya daya beli mengubah cara masyarakat berbelanja dan memukul pasar tradisional. Tabooo.id...

Next Post
Konsep Otomatis

Wabah Menari 1518: Saat Tubuh Kehilangan Kendali

Madilog Series

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026

Marx Series

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id