Minggu, Agustus 23, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Gaji ASN Satu Kali Cair, Tapi Nunggunya Bisa Bertahun-Tahun

by dimas
Desember 17, 2025
in Edge
A A
Home Edge
Share on Facebook
Share on Twitter

Tabooo.id: Edge – Bayangkan gaji datang satu kali, utuh, tanpa harus menunggu “gelombang kedua” bernama tunjangan. Tidak ada lagi momen klasik ASN membuka rekening sambil bertanya, “Ini baru gaji pokok apa sudah termasuk tukin?”

Itulah janji manis bernama single salary skema penggajian tunggal untuk Aparatur Sipil Negara yang kembali muncul ke permukaan. Kali ini, janjinya tertulis rapi di Buku II Nota Keuangan RAPBN 2026. Terdengar resmi, terdengar serius, tapi juga terdengar familiar.

Dari Gaji Pokok ke Tunjangan Berlapis-Lapis

Saat ini, penghasilan ASN ibarat mi instan dengan topping tambahan. Ada gaji pokok, ada tunjangan keluarga dan lauk-pauk, lalu disiram tunjangan kinerja. Belum selesai, masih ada tunjangan jabatan, tunjangan daerah mahal, tunjangan wilayah 3T, sampai fasilitas rumah dinas dan kendaraan.

Hasilnya? Gaji terlihat kecil di awal, tapi membesar di tengah bulan kalau semua komponen cair tepat waktu. Skema single salary datang dengan janji merapikan semua itu: satu penghasilan, satu kali terima, lebih pasti.

Janji Manis di Atas Kertas RAPBN

Pemerintah menulis rencana ini sebagai bagian dari transformasi manajemen ASN dan kesejahteraan jangka menengah. Artinya, jangan berharap gaji tunggal cair tahun depan.

Ini Belum Selesai

Pati Menagih, Bangkalan Membela: Dua Suara Daerah Menuju Jakarta

Gempa NTT Belum Usai, 87 Tewas dan 150 Ribu Mengungsi

Direktur Penyusunan APBN Kemenkeu, Rofyanto Kurniawan, bahkan menegaskan bahwa kebijakan ini belum akan berlaku pada 2026. Fiskal negara masih jadi penentu utama.

Dengan kata lain idenya ada, uangnya belum tentu siap.

Wacana Lama yang Selalu Comeback

Bagi ASN, single salary bukan ide baru. Ini wacana lama saking lamanya, pertama kali dibahas sejak 2007. Ya, hampir dua dekade lalu.

Pakar kebijakan publik Universitas Padjajaran, Yogi Suprayogi, menyebut skema ini sebagai angin segar, terutama soal kepastian pendapatan dan pengelolaan keuangan bulanan. Tapi ia juga realistis.

Menurut Yogi, keragaman ASN dan kompleksitas tunjangan membuat implementasi single salary tidak sesederhana mengganti format slip gaji. Apalagi Undang-Undang ASN saat ini masih membuka banyak pintu tunjangan.

Dari Absen ke Output: Mimpi yang Belum Dibayar Lunas

Single salary membawa mimpi besar ASN dinilai dari hasil, bukan dari foto absen. Tidak lagi sibuk membuktikan kehadiran, tapi fokus pada output pelayanan publik.

Dalam bayangan idealnya, ASN bisa bekerja lebih fleksibel bahkan work from anywhere selama hasilnya jelas dan terukur. Tidak ada lagi ritual “datang, absen, pulang” tanpa kinerja.

Masalahnya, mimpi ini butuh revisi UU ASN, aturan teknis detail per lembaga, dan keberanian politik. Dan itu, kata Yogi, masih long way to go.

Antara Dompet ASN dan Pajak Rakyat

Pada akhirnya, gaji ASN bukan sekadar urusan pegawai negeri. Uangnya berasal dari pajak publik, dan publik berhak menagih satu hal: pelayanan yang lebih baik.

Single salary bisa menjadi alat untuk itu jika benar-benar diterapkan dengan serius. Jika tidak, ia hanya akan menjadi wacana tahunan yang muncul setiap RAPBN, lalu menghilang seperti notifikasi grup WhatsApp yang tak pernah dibuka.

Karena di negeri ini, bukan cuma gaji ASN yang bertingkat. Harapan publik juga. @dimas

Tags: Pelayanan PublikReformasi Birokrasi

Kamu Melewatkan Ini

Modern di Aturan, Tradisional di Perilaku: Kita Masih Prismatik?

Modern di Aturan, Tradisional di Perilaku: Kita Masih Prismatik?

by dimas
Agustus 21, 2026

Modern di aturan, tetapi masih tradisional dalam perilaku. Artikel ini membedah masyarakat prismatik, benturan aturan formal, hubungan personal, dan realitas...

Parkir Pelayanan Publik Solo Digratiskan, Ini Harapan Jukir

Parkir Pelayanan Publik Solo Digratiskan, Ini Harapan Jukir

by dimas
Agustus 13, 2026

Parkir pelayanan publik di Solo digratiskan. Jukir tetap bekerja dan berharap pemerintah memberi kepastian atas penghasilan mereka. Tabooo.id: Surakarta -...

Rp1,6 Triliun Sudah Turun, Kenapa Sawah Belum Bergerak?

Rp1,6 Triliun Sudah Turun, Kenapa Sawah Belum Bergerak?

by teguh
Agustus 7, 2026

Musim tanam tidak pernah menunggu rapat koordinasi selesai. Sawah juga tidak peduli apakah dokumen administrasi sudah lengkap atau belum. Ketika...

Next Post
Cheat GTA 5: Humor Gelap Digital yang Kita Butuhkan

Cheat GTA 5: Humor Gelap Digital yang Kita Butuhkan

Madilog Series

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026

Marx Series

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id