Jumat, November 6, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
RADIO
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

James Riady: Sebut 2026 Tahun Ujian Nyata Ekonomi Global

by teguh
Desember 16, 2025
in Nasional
A A
Home Reality Nasional

Badai Global 2026 Sudah di Depan Mata

Tabooo.id: Nasional – Dunia belum sempat bernapas panjang, tapi awan gelap sudah kembali menggantung. Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Koordinator Bidang Luar Negeri, James Riady, mengingatkan bahwa 2026 tidak akan berjalan lebih ringan bagi ekonomi global. Tekanan berat sepanjang 2025, menurutnya, belum selesai dan justru berpotensi berlanjut.

“Kita harus realistis, tapi tetap optimistis. Kita harus jujur, 2026 bukan tahun yang mudah,” ujar James, Senin (15/12/2025). Ia menggambarkan situasi global seperti badai yang datang bertahap sebagian sudah terasa, sebagian lagi masih mendekat.

Dunia Masuk Fase Paling Rapuh

Menjelang akhir 2025, James melihat dunia berada dalam kondisi paling rapuh dalam beberapa dekade terakhir. Kompetisi negara besar semakin keras. Aliansi global terus bergeser. Konflik bersenjata yang awalnya regional mulai menunjukkan potensi meluas.

Pandangan ini sejalan dengan laporan IMF, World Bank, ECB, dan OECD. Lembaga-lembaga tersebut menggambarkan ekonomi dunia sebagai melambat, terfragmentasi, dan sedang berubah secara struktural. Perdagangan global melemah, sementara negara-negara menyusun ulang rantai pasok dengan mengutamakan keamanan ketimbang efisiensi.

Tekanan Finansial Makin Nyata

Ancaman tidak hanya datang dari geopolitik. James menyoroti risiko finansial yang semakin nyata. Banyak aset melonjak terlalu cepat dalam beberapa tahun terakhir. Kondisi itu membuat pasar sangat sensitif terhadap kenaikan suku bunga, perlambatan ekonomi, atau koreksi global.

Di saat yang sama, sektor perbankan di sejumlah negara belum sepenuhnya pulih. Kredit bermasalah, kerugian portofolio, dan lemahnya kepercayaan pasar masih membayangi. Guncangan kecil pun bisa memicu instabilitas yang lebih besar. Era suku bunga tinggi dalam waktu lama juga terus menekan dunia usaha.

Tahun Politik, Risiko Ikut Membesar

Situasi global semakin rumit karena faktor politik. Polarisasi meningkat, sementara 2026 diisi pemilu di banyak negara kunci. Amerika Serikat, Brasil, Bangladesh, hingga sejumlah negara Eropa akan menjalani kontestasi politik penting.

James menilai dinamika politik ini berpotensi memicu volatilitas pasar. Ketika ekonomi rapuh bertemu ketidakpastian politik, risiko global dapat membesar dengan cepat dan sulit dikendalikan.

Lima Risiko Besar Mengintai 2026

James merangkum tantangan 2026 ke dalam lima risiko utama. Perlambatan ekonomi global bisa semakin tajam. Proteksionisme dan pembatasan ekspor berpeluang meningkat. Ketidakstabilan energi tetap membayangi. Konflik berkepanjangan membawa dampak ekonomi luas. Disrupsi teknologi bergerak lebih cepat daripada kemampuan adaptasi.

“Jika 2025 menjadi tahun penyesuaian, maka 2026 bisa menjadi tahun antisipasi dan keberanian,” tegasnya.

Indonesia Punya Modal Bertahan

Di tengah tekanan global, James melihat Indonesia tidak melangkah dengan tangan kosong. Transisi politik berjalan stabil dan konsisten. Dunia luar memandang Indonesia sebagai negara dengan arah kebijakan yang relatif jelas dan dapat diprediksi.

Fundamental makro juga tetap terjaga. Inflasi terkendali, disiplin fiskal terjaga, konsumsi domestik kuat, dan demografi usia produktif mendominasi. Nilai tukar rupiah pun relatif lebih tangguh dibanding banyak negara berkembang lainnya.

Infrastruktur dan Arah Kebijakan Jadi Penopang

Indonesia juga memasuki dekade pembangunan infrastruktur terbesar dalam sejarah. Pemerintah membangun pelabuhan, jalan, kawasan industri, energi, logistik, hingga ibu kota baru. Semua proyek itu meningkatkan daya saing secara nyata.

Fokus Presiden pada ketahanan pangan, hilirisasi, kesehatan, pertahanan, dan konektivitas memberi arah pembangunan yang tegas. Kombinasi stabilitas politik, sumber daya alam, percepatan digital, dan basis manufaktur membuat Indonesia tetap menarik di tengah dunia yang terfragmentasi.

Siapa Bertahan, Siapa Tertekan?

Negara dengan fondasi rapuh, ketergantungan impor tinggi dan konflik politik internal berisiko paling terpukul. Dunia usaha global menghadapi biaya modal mahal dan pasar yang mudah bergejolak. Sebaliknya, negara dengan pasar domestik kuat dan stabilitas politik memiliki peluang lebih besar untuk bertahan.

Namun, modal kuat saja tidak cukup. Tanpa kebijakan konsisten dan respons cepat, tekanan global tetap bisa merembet ke dalam negeri.

Catatan Akhir: Membaca Angin, Bukan Menunggu Badai

Peringatan James Riady mengingatkan satu hal sederhana: badai global tidak menunggu kesiapan siapa pun. Dunia memang sulit dikendalikan, tetapi arah langkah nasional tetap bisa ditentukan. Di tengah ombak yang makin tinggi, Indonesia tinggal memilih membaca arah angin sejak dini, atau sibuk menambal layar saat badai sudah menerjang. @teguh

Tags: Ekonomi IndonesiaFinansialGeopolitikGlobalKompetisiModalPasarProduktifResiko

Kamu Melewatkan Ini

Dua Tahun Prabowo-Gibran: Ekonomi Tumbuh, Kesejahteraan Masih Tertinggal

Dua Tahun Prabowo-Gibran: Ekonomi Tumbuh, Kesejahteraan Masih Tertinggal

by dimas
Oktober 21, 2026

Dua tahun Prabowo-Gibran, ekonomi tumbuh di kisaran 5 persen. Namun, pekerjaan layak, daya beli kelas menengah, dan ketahanan energi masih...

Prabowo Berubah, atau Sistem yang Mengubahnya?

Prabowo Berubah, atau Sistem yang Mengubahnya?

by Naysa
Oktober 8, 2026

Ada ironi dalam perjalanan Prabowo Subianto: orang yang dulu berdiri di luar pagar kekuasaan kini memegang kunci gerbangnya. Kritik terhadap...

Prabowo Klaim Banyak Capaian, Survei Publik Justru Menunjukkan Tren Menurun

Prabowo Klaim Banyak Capaian, Survei Publik Justru Menunjukkan Tren Menurun

by teguh
September 21, 2026

Presiden Prabowo klaim memasuki hampir dua tahun pemerintahannya dengan nada percaya diri. Di Ponorogo, Jawa Timur, Sabtu, 19/09/2026, ia menyebut...

◉
TABOOO RADIOVERSE
SATU BUMI · RIBUAN FREKUENSI
RADIO ONLINE
Dimulai dari Indonesia, jelajahi seluruh dunia
Menyiapkan peta dunia…
Putar bumi · Klik titik kota · Dengarkan radio
🌏 INDONESIA FOCUS
JELAJAHI SUARA DUNIA

Temukan frekuensimu.

Pilih kota, lalu dengarkan siarannya.

⌕

Radio pilihan

— stasiun
Memuat direktori radio…
1 / 1
♫
SIAP MENDENGARKAN
Pilih stasiun radio
Jelajahi frekuensi dari seluruh dunia
◖))
Belum ada siaran
Powered by TABOOO · Radioverse v1.2Audio disiarkan oleh stasiun pihak ketiga · Radio Browser · Peta © OpenStreetMap

Madilog Series

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Agustus 24, 2026
Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026

Marx Series

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Agustus 25, 2026

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
    • Pattern
  • Figures
  • Radioverse

© 2026 Tabooo.id