Tabooo.id: Global – FIFA resmi mengumumkan harga tiket final Piala Dunia 2026. Kaget? Jangan kaget dulu. Tiket termurah menembus 4.185 dollar AS (Rp 70 juta), sementara tiket termahal menyentuh 8.860 dollar AS (Rp 147,5 juta). Suporter bisa memakai tiket termurah Piala Dunia 2026 sebagai DP rumah, sementara tiket termahal cukup untuk membeli satu unit rumah, tergantung lokasi dan luasnya. MetLife Stadium, New Jersey, AS, akan menjadi saksi laga puncak pada 20 Juli 2026, puncak turnamen yang digelar Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Suporter Mengeluh, Protes Menggema
Di Inggris, Football Supporters Europe (FSE) mengecam harga tiket dan meminta FIFA menghentikan penjualan. Asosiasi Suporter Sepak Bola Inggris menyebut tarif itu sebagai tamparan bagi para pendukung setia. Hingga kini, FIFA belum memberikan tanggapan resmi.
FIFA menaikkan harga tiket final Piala Dunia 2026 hingga tujuh kali lipat dibandingkan harga tiket final Piala Dunia 2022 di Qatar, membuat para suporter biasa harus merogoh kocek jauh lebih dalam. FIFA juga tidak menyediakan diskon khusus untuk anak-anak maupun kelompok tertentu, sehingga penggemar biasa merasakan dampak langsung dari kenaikan harga tersebut.
Struktur Harga: Dari Ekonomi hingga Premium
BBC Sport melaporkan pembagian tiket final:
- Kategori ekonomi: 4.185 dollar AS (Rp 70 juta)
- Kategori standar: 5.560 dollar AS (Rp 92 juta)
- Kategori premium: 8.860 dollar AS (Rp 147,5 juta)
FIFA menentukan harga babak penyisihan grup berdasarkan popularitas tim, bukan tarif tetap. Akibatnya, suporter Inggris harus membayar lebih mahal dibanding pendukung Skotlandia, sementara FIFA belum menjelaskan metode pengukuran popularitas tim, membuat banyak penggemar bingung dan merasa dirugikan.
Dampak Langsung
Dirugikan: Suporter biasa, keluarga, dan penggemar yang ingin menonton langsung menanggung beban biaya tinggi. Mereka harus menyiapkan Rp 116,4 juta–Rp 275,3 juta untuk mengikuti semua laga tim nasional dari fase grup hingga final. Bandingkan dengan Piala Dunia 2022, ketika biaya tujuh pertandingan hanya berkisar Rp 32,6 juta–Rp 87,2 juta.
Diuntungkan: FIFA, sponsor, dan penonton kategori premium. Kenaikan harga membuat kas FIFA dan mitra korporat semakin tebal, sementara fans biasa hanya bisa gigit jari.
Luke Buxton, suporter Inggris, mengaku kecewa: “Ini keterlaluan. FIFA mengkhianati kami sebagai penggemar setia. Dengan harga ini, saya ragu bisa mengikuti tim saya sampai akhir turnamen.”
John Wallan, suporter Skotlandia, menghadapi dilema serupa. Ia ingin membawa keluarganya, tetapi biaya tiket untuk satu keluarga mencapai Rp 334 juta–Rp 445 juta. “Kesempatan seperti ini mungkin tidak datang lagi dalam 30 tahun,” ujarnya.
Refleksi: Sepak Bola atau Pasar Properti?
Pada akhirnya, Piala Dunia 2026 terasa lebih mirip pasar properti daripada festival sepak bola. Tiket final membuat orang berpikir dua kali: “Mending beli rumah atau nonton sepak bola?”
Sebelum terkagum oleh gol indah atau selebrasi pemain, cek dulu dompet. Sepak bola memang seru, tapi kantong tetap harus aman. (red)





