Selasa, Oktober 20, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Bencana Sumatera Meluas, Darurat Nasional Belum Ditetapkan?

by dimas
November 29, 2025
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional
Share on Facebook
Share on Twitter

Tabooo.id: Nasional – Hujan belum benar-benar reda sejak akhir November ketika kabar banjir dan longsor dari Sumatera terus masuk seperti notifikasi yang tak berhenti. Dari Sumatera Utara hingga Aceh, tanah yang basah mulai patah, rumah-rumah hanyut, dan ribuan keluarga mengungsi dalam gelap. Di tengah kepanikan itu, publik menunggu satu hal keputusan pemerintah pusat. Apakah bencana ini akan dinaikkan menjadi status darurat nasional?

Presiden Prabowo akhirnya muncul di hadapan wartawan saat menghadiri acara di Gedung Bank Indonesia, Jakarta, Jumat (28/11/2025) malam. Tetapi jawaban yang keluar justru membuat tanda tanya makin besar.
“Kita terus monitor… kita kirim bantuan terus. Nanti kita menilai kondisinya,” ujarnya.
Kata “monitor” itu terdengar formal, rapi, dan aman tapi tak mampu menutup kegelisahan warga yang kehilangan rumah dan keluarga.

Di Lapangan, Angka Korban Berlari Lebih Cepat dari Koordinasi

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis data terbaru 13 kabupaten di Sumut terdampak banjir dan longsor. Di provinsi ini saja, 116 orang meninggal dunia, sementara 42 lainnya masih hilang, kemungkinan tertimbun atau terseret arus.

Di Sumatera Barat, situasinya tak kalah mengerikan. 23 orang meninggal, 12 hilang, dan hampir 4.000 keluarga mengungsi.
Lalu Aceh, yang ruas jalannya banyak terputus dan jembatannya roboh, mencatat 35 orang meninggal, 25 hilang, dan 4.800 keluarga kehilangan tempat tinggal.

Langit Sumatera jelas tidak memberi jeda. Dua fenomena cuaca besar Siklon Tropis KOTO dan Bibit Siklon 95B memicu awan konvektif dan hujan ekstrem selama beberapa hari. Namun masyarakat tahu, penyebab bencana bukan hanya di langit, melainkan juga di kaki-kaki gunung dan tepi-tepi sungai yang menipis vegetasinya.

Ini Belum Selesai

Kapolda Sulsel Usul Arena Tawuran 10 Lawan 10, Polisi Bidik Produsen Busur

BBM Belum Normal, ASN Jember WFH: Siapa Menjamin Layanan Publik Tetap Jalan?

Para Gubernur Bergerak Duluan

Sementara pemerintah pusat memilih berhitung, para gubernur tak punya kemewahan untuk menunggu.
Gubernur Sumbar Mahyeldi menetapkan status tanggap darurat sejak 25 November. Disusul Gubernur Aceh Muzakir Manaf pada 28 November. Gubernur Sumut Bobby Nasution pun mengambil langkah serupa sehari sebelumnya.

Keputusan mereka sama 14 hari status tanggap darurat untuk memulai evakuasi, membuka dapur umum, dan meminjam semua alat berat yang tersedia.
Namun batas kemampuan daerah terlihat jelas logistik cepat habis, jalur distribusi sering terputus, dan tenaga relawan makin kewalahan.

DPR: “Ini Sudah Lewat Kapasitas Daerah”

Melihat eskalasi bencana, desakan datang dari DPR RI. Ketua Komisi VIII, Marwan Dasopang, secara terang menyebut bahwa kondisi Sumatera sudah tidak bisa ditangani oleh provinsi dan kabupaten saja.
“Ini sudah seharusnya bencana nasional,” ujarnya.
Menurut Marwan, status nasional akan memungkinkan mobilisasi lintas kementerian mulai dari TNI, Basarnas, Kementerian PUPR, hingga Kemenkes tanpa harus melewati birokrasi panjang yang kerap menghambat di hari-hari krisis.

Dalam konteks ini, yang paling diuntungkan dari penetapan status darurat nasional adalah masyarakat itu sendiri. Koordinasi menjadi lebih cepat, anggaran terbuka lebih luas, dan bantuan dapat bergerak tanpa menunggu makalah evaluasi.

Namun selama keputusan itu belum diambil, yang paling dirugikan tentu adalah korban bencana, serta pemerintah daerah yang bekerja dengan sumber daya terbatas.

Masalah Lama yang Tak Pernah Selesai

Di balik lumpur dan derasnya arus, ada persoalan yang lebih berat: kerusakan lingkungan. Prabowo sempat menyinggung hal ini, namun tanpa kebijakan konkret, pernyataan itu sekadar angin yang lewat bersama hujan.

Sumatera adalah pulau yang sejak lama berjuang dengan deforestasi besar-besaran, pembukaan lahan agresif, izin tambang yang luas, hingga pembangunan yang jarang mempertimbangkan daya tahan tanah.
Cuaca ekstrem hanya menekan tombol yang sudah lama siap runtuh.

Menunggu Keputusan yang Tak Boleh Terlambat

Kini publik menunggu apakah pemerintah pusat hanya akan “monitor” atau mengambil langkah lebih tegas. Setiap jam, laporan baru tentang korban dan kerusakan muncul. Setiap malam, para pengungsi tidur dengan rasa takut yang sama hujan mungkin turun lagi.

Jika pemerintah menunda terlalu lama, keputusan yang kelak diambil bisa berubah menjadi pernyataan penyesalan.

Karena dalam bencana, waktu tidak pernah menunggu. Dan masyarakat tahu, yang lebih berbahaya dari siklon tropis adalah kebijakan yang terlalu lama dipertimbangkan. @dimas

Tags: bencana SumateraBNPBCuaca Ekstrem

Kamu Melewatkan Ini

Dana Karhutla Ikut Dikorupsi, KPK Telusuri Pengadaan HT BNPB

Dana Karhutla Ikut Dikorupsi, KPK Telusuri Pengadaan HT BNPB

by dimas
Oktober 16, 2026

Dana karhutla diduga ikut dikorupsi dalam perkara Dana Siap Pakai BNPB. KPK menelusuri pengadaan alat komunikasi HT untuk penanganan kebakaran...

Korupsi Dana Darurat Bencana, Ketika Perlindungan Warga Dipertaruhkan

Korupsi Dana Darurat Bencana, Ketika Perlindungan Warga Dipertaruhkan

by dimas
Oktober 16, 2026

Dugaan korupsi dana darurat BNPB memicu sorotan terhadap perlindungan warga dan hak atas lingkungan sehat. Rieke mendesak pengusutan hingga ke...

Korban Bencana Masih Berjuang, Dana Bantuan Diduga Dikorupsi

Korban Bencana Masih Berjuang, Dana Bantuan Diduga Dikorupsi

by dimas
Oktober 14, 2026

Korban bencana masih berjuang untuk pulih saat KPK mengusut dugaan korupsi pengadaan di BNPB. Siapa yang mengawasi dana kebencanaan? Tabooo.id...

Next Post
Sindikat TPPO Melesat, Negara Masih Terlambat?

Sindikat TPPO Melesat, Tapi Negara Masih Lambat?

Madilog Series

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Agustus 24, 2026
Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026

Marx Series

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Agustus 25, 2026

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id