Selasa, Oktober 20, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Demo Dua Tahun Prabowo-Gibran di DPRD DIY Diwarnai Kericuhan

by teguh
Oktober 20, 2026
in Reality, Regional
A A
Home Reality
Share on Facebook
Share on Twitter
Dua tahun Prabowo–Gibran diwarnai demonstrasi yang memanas di Yogyakarta, Selasa 20/10/2026. Berdasarkan pantauan langsung tim Tabooo.id, kericuhan terjadi dua kali di halaman DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), termasuk menjelang Magrib sekitar pukul 17.00 WIB.

Tabooo.id: Yogyakarta – Aksi demontrasi dua tahun Prabowo –Gibran yang berlangsung sejak siang itu menjadi ruang bagi mahasiswa dan kelompok masyarakat untuk mengkritik arah pemerintahan. Namun, ketegangan muncul ketika sebagian demonstran berupaya memasuki ruang rapat DPRD DIY dan aparat kepolisian menghalangi mereka.

Dua tahun Prabowo–Gibran: Ketika Kritik Berhadapan dengan Barikade

Massa mulai menggelar demonstrasi sekitar pukul 12.00 WIB. Seiring berjalannya waktu, kelompok demonstran berpakaian dominan hitam melanjutkan aksi di halaman gedung dewan.

Situasi kemudian memanas saat massa berusaha memasuki ruang rapat. Benturan antara demonstran dan aparat terjadi, lalu kericuhan kembali terlihat sekitar pukul 17.00 WIB.

Tim Tabooo.id mencatat dua insiden dalam rangkaian aksi tersebut. Namun, redaksi masih memerlukan verifikasi lebih lanjut untuk memastikan pemicu setiap insiden, urutan tindakan masing-masing pihak, serta kemungkinan adanya korban atau kerusakan.

BoP, MBG, dan Kopdes Jadi Sorotan

Di balik ketegangan lapangan, demonstran membawa kritik terhadap sejumlah kebijakan pemerintah pusat. Mereka menyoroti keputusan Indonesia bergabung dengan Board of Peace (BoP), pendekatan militeristik yang mereka nilai memasuki sektor sipil, serta perombakan kabinet.

Ini Belum Selesai

Aksi Mahasiswa di Yogyakarta: Gedung Dewan Terbuka, Jawaban Kebijakan Masih Dinanti

Disdikpora DIY Imbau Siswa Tak Ikut Demo, UMY Izinkan Mahasiswa Turun ke Jalan

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih juga menjadi perhatian. Massa mempertanyakan arah kebijakan dan pelaksanaan program yang menyentuh kepentingan masyarakat.

Kritik tersebut menunjukkan bahwa evaluasi dua tahun pemerintahan tidak cukup berhenti pada daftar program dan pergantian pejabat. Publik juga membutuhkan transparansi, pengawasan, serta hasil yang dapat diukur.

Pada hari yang sama, Aliansi UMY Bergerak menggelar aksi dua tahun Prabowo–Gibran di kawasan Titik Nol Kilometer Yogyakarta sekitar pukul 14.00 WIB. Massa mengenakan jas merah dan menyuarakan sejumlah kritik serupa. Mereka membubarkan diri sekitar pukul 16.45 WIB.

Hak Berpendapat Bukan Sekadar Formalitas

Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998 menjamin kemerdekaan menyampaikan pendapat di muka umum. Aturan ini menjadi landasan penting untuk menjaga ruang kritik dalam demokrasi. Namun, pelaksanaannya tetap harus menghormati hukum dan hak orang lain. Sumber: basis data peraturan BPK.

Komnas HAM juga pernah menyoroti pentingnya pengamanan demonstrasi berbasis hak asasi manusia. Dalam dialog publik pada 3 September 2024, Koordinator Pemajuan HAM Komnas HAM, Anis Hidayah, menyatakan bahwa masih terdapat kesenjangan antara instrumen HAM dan penerapannya dalam pengamanan aksi. Sumber: Komnas HAM.

Pernyataan tersebut merupakan konteks umum, bukan komentar khusus mengenai demonstrasi di Yogyakarta pada 20/10/2026.

Kritik Harus Didengar, Pengamanan Harus Terukur

Ini bukan sekadar soal demonstrasi yang memanas. Peristiwa ini juga menguji kemampuan lembaga negara menjaga ruang aspirasi sekaligus mengendalikan situasi tanpa mengabaikan hak warga.

Bagi masyarakat, persoalannya menyangkut hak untuk mengkritik kebijakan yang memengaruhi kehidupan sehari-hari. Bagi pemerintah dan DPRD, demonstrasi menjadi pengingat bahwa legitimasi tidak cukup dibangun melalui program, tetapi juga melalui keterbukaan terhadap evaluasi.

Kericuhan tidak otomatis membenarkan semua tindakan massa. Sebaliknya, alasan menjaga ketertiban juga tidak menghapus kewajiban aparat menghormati hak warga.

Pemerintahan dua tahun Prabowo–Gibran semestinya membuka ruang evaluasi yang nyata. Sebab, demokrasi bukan hanya tentang siapa yang memegang kekuasaan, tetapi juga tentang apakah suara yang mengkritiknya tetap mendapat tempat. @teguh

Tags: Board Of PeaceDemo DPRD DIYDemonstrasi YogyakartaDua Tahun PemerintahanMahasiswa YogyakartaPrabowo Gibran

Kamu Melewatkan Ini

Disdikpora DIY Imbau Siswa Tak Ikut Demo, UMY Izinkan Mahasiswa Turun ke Jalan

Disdikpora DIY Imbau Siswa Tak Ikut Demo, UMY Izinkan Mahasiswa Turun ke Jalan

by teguh
Oktober 20, 2026

Disdikpora DIY (Daerah Istimewa Yogyakarta) meminta siswa SMA/SMK tetap belajar selama jam sekolah. Sebaliknya, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) mengizinkan mahasiswa...

121 Kebijakan Prabowo-Gibran, Sejauh Mana Dampaknya bagi Rakyat?

121 Kebijakan Prabowo-Gibran, Sejauh Mana Dampaknya bagi Rakyat?

by dimas
September 18, 2026

121 kebijakan Prabowo-Gibran dalam 21 bulan diuji lewat dampak nyata, dari MBG hingga persoalan lingkungan dan kepercayaan publik. Tabooo.id -...

Usai Demonstrasi di Gramedia, Perebutan Narasi Dimulai

Usai Demonstrasi di Gramedia, Perebutan Narasi Dimulai

by dimas
September 4, 2026

Usai demonstrasi di Gramedia Yogyakarta, dua versi kejadian muncul. Siapa yang benar, apa faktanya, dan mengapa perebutan narasi menjadi penting?...

Madilog Series

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Agustus 24, 2026
Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026

Marx Series

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Agustus 25, 2026

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id