Senin, Oktober 19, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Survei SMRC: Kepuasan Publik terhadap Prabowo Anjlok ke 44,5 Persen

by eko
Oktober 18, 2026
in Edge
A A
Home Edge
Share on Facebook
Share on Twitter
Survei SMRC mencatat kepuasan publik terhadap Prabowo turun menjadi 44,5 persen. Harga sembako, ekonomi, penegakan hukum, dan program pemerintah menjadi sorotan.

Tabooo.id – Kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto merosot tajam. Survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) pada 1-10 Oktober 2026 mencatat hanya 44,5 persen responden yang merasa sangat atau cukup puas terhadap kinerja Prabowo. Sebaliknya, 53,4 persen responden mengaku kurang atau tidak puas sama sekali.

SMRC merilis hasil survei tersebut pada Oktober 2026. Sebanyak 2,1 persen responden tidak memberikan jawaban. Angka ini menunjukkan bahwa lebih banyak warga menyatakan ketidakpuasan daripada kepuasan terhadap kinerja presiden.

Kepuasan Prabowo Turun 36,7 Poin

Hasil survei SMRC memperlihatkan perubahan tajam dalam penilaian publik selama setahun terakhir. Pada November 2025, tingkat kepuasan terhadap Prabowo mencapai 81,2 persen. Dalam survei Oktober 2026, angka itu turun menjadi 44,5 persen.

Sebaliknya, tingkat ketidakpuasan melonjak dari 16 persen menjadi 53,4 persen.

“Dalam setahun terakhir, yang merasa sangat/cukup puas dengan kinerja Presiden Prabowo turun dari 81,2% di survei November 2025 menjadi 44,5% di survei terakhir pada Oktober 2026,” jelas SMRC dalam rilis surveinya.

Ini Belum Selesai

Api Dipadamkan, Masalahnya Jangan Ikut Dibiarkan

Dana Darurat, Dugaan Suap dan Sitaan Rp5,47 Miliar di BNPB

SMRC mengaitkan penurunan tersebut dengan persepsi negatif masyarakat terhadap kondisi ekonomi, stabilitas politik, dan penegakan hukum.

Ekonomi dan Penegakan Hukum Jadi Sorotan

Tekanan ekonomi menjadi salah satu persoalan utama dalam penilaian publik. Sebanyak 50,8 persen responden menilai kondisi ekonomi nasional buruk atau sangat buruk. Hanya 17,4 persen yang menilai kondisi ekonomi baik.

Penilaian terhadap situasi politik juga menunjukkan kecenderungan negatif. Sebanyak 44 persen responden menilai kondisi politik nasional buruk atau sangat buruk. Sementara itu, 40,6 persen memberikan penilaian negatif terhadap penegakan hukum.

Angka-angka tersebut menunjukkan bahwa persoalan ekonomi dan tata kelola pemerintahan menjadi bagian penting dalam evaluasi masyarakat terhadap kinerja pemerintah.

Harga Sembako Jadi Masalah Mendesak

Harga kebutuhan pokok turut memengaruhi penilaian publik. Sebanyak 30 persen responden menempatkan mahalnya harga sembako sebagai masalah mendesak yang perlu segera pemerintah tangani.

Pemberantasan korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) menempati perhatian berikutnya dengan 26,8 persen. Sementara itu, 14,7 persen responden menyoroti pengurangan kemiskinan.

Penilaian terhadap kinerja pemerintah dalam menangani persoalan tersebut juga cenderung negatif. Sebanyak 50,6 persen responden menilai upaya pemerintah menjaga keterjangkauan harga kebutuhan pokok semakin buruk dibandingkan tahun lalu.

Selain itu, 38,5 persen responden menilai upaya pemerintah menekan korupsi semakin buruk. Sebanyak 29,4 persen juga menilai langkah pengentasan kemiskinan memburuk.

Kepuasan terhadap Program MBG Merosot

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) turut menghadapi penilaian negatif. Dari warga yang mengetahui program tersebut, 61,4 persen menyatakan kurang puas atau tidak puas sama sekali terhadap pelaksanaannya.

Tingkat kepuasan terhadap MBG juga turun tajam. Pada November 2025, angkanya mencapai 62,5 persen. Namun, dalam survei Oktober 2026, tingkat kepuasan hanya mencapai 33,8 persen.

Penurunan tersebut memperlihatkan perubahan penilaian masyarakat terhadap salah satu program unggulan pemerintahan Prabowo. Meski begitu, angka survei ini tidak menjelaskan secara rinci faktor yang mendorong penurunan kepuasan terhadap MBG.

Publik Ragukan Prospek KDMP

Keraguan publik juga muncul terhadap program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP). Sebanyak 71 persen responden mengaku kurang yakin atau tidak yakin program tersebut akan berkembang di wilayah mereka.

Temuan ini memperlihatkan tantangan pemerintah dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap program unggulan. Pemerintah perlu memperhatikan persoalan yang langsung warga rasakan, mulai dari harga kebutuhan pokok hingga pelaksanaan program prioritas.

SMRC Libatkan 1.213 Responden

SMRC melakukan survei terhadap 1.213 warga negara Indonesia yang memiliki hak pilih. Tim survei memilih responden secara acak dan mengumpulkan data melalui wawancara tatap muka serta telepon.

SMRC memperkirakan margin of error sebesar ±2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Hasil survei ini merekam penilaian masyarakat pada periode 1-10 Oktober 2026. Angka tersebut menjadi gambaran opini publik pada saat pengumpulan data, bukan ukuran mutlak atas seluruh aspek kinerja pemerintah.

Penurunan kepuasan memberi sinyal bagi pemerintah untuk mengevaluasi kebijakan dan pelaksanaan program. Pada akhirnya, masyarakat akan menilai pemerintah melalui dampak kebijakan yang mereka rasakan dalam kehidupan sehari-hari. @eko

Tags: Kepuasan PublikMBGPrabowo SubiantoSurvei SMRC

Kamu Melewatkan Ini

Prabowo Bertemu Guterres di Hambalang: Diplomasi Akrab, Hasilnya Harus Terukur

Prabowo Bertemu Guterres di Hambalang: Diplomasi Akrab, Hasilnya Harus Terukur

by teguh
Oktober 19, 2026

Diplomasi sering dimulai dari sebuah jabat tangan. Dua tokoh bertemu yaitu, Prabowo Bertemu Guterres di Hambalang kamera merekam, lalu pernyataan...

Prabowo dan Guterres Bertemu di Hambalang, Apa Agenda Indonesia di Panggung Dunia?

Prabowo dan Guterres Bertemu di Hambalang, Apa Agenda Indonesia di Panggung Dunia?

by teguh
Oktober 19, 2026

Presiden Prabowo Subianto bertemu dengan Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), António Guterres, di kediaman pribadinya di Hambalang, Jawa Barat, Minggu...

Handphone Gratis Belum Final, Rekening Rp50 Ribu Dianggarkan: Solusi atau Beban?

Handphone Gratis Belum Final, Rekening Rp50 Ribu Dianggarkan: Solusi atau Beban?

by teguh
Oktober 15, 2026

Pemerintah menyiapkan Program Handphone gratis dan anggaran pembukaan rekening digital senilai Rp50 ribu. Namun, rencana ponsel gratis masih memerlukan pembahasan....

Next Post
Mengapa Publik Makin Skeptis terhadap Janji Pejabat?

Mengapa Publik Makin Skeptis terhadap Janji Pejabat?

Madilog Series

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Agustus 24, 2026
Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026

Marx Series

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Agustus 25, 2026

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id