Senin, Oktober 19, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

100 Hektare Terbakar, Kebakaran Gunung Lawu Belum Terkendali

by dimas
Oktober 16, 2026
in Reality, Regional
A A
Home Reality Regional
Share on Facebook
Share on Twitter
Kebakaran Gunung Lawu di Karanganyar meluas hingga 100 hektare. Sebanyak 350 personel dikerahkan, tetapi angin kencang menghambat pemadaman dan mengancam keselamatan petugas.

Tabooo.id: Karanganyar – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di lereng Gunung Lawu, Desa Gondosuli, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, meluas hingga sekitar 100 hektare pada Jumat (16/10/2026). Sebanyak 350 personel turun tangan untuk menahan perambatan api di kawasan hutan lindung tersebut.

Namun, besarnya kekuatan personel belum mengakhiri ancaman kebakaran. Angin kencang dan kobaran api yang membesar memaksa tim menghentikan operasi di kawasan atas gunung. Kondisi ini membuat petugas harus mengutamakan keselamatan sembari menyiapkan strategi lanjutan.

350 Personel Berupaya Menahan Perambatan Api

Koordinator penanganan karhutla, M. Rasyid Fauzan, menjelaskan bahwa petugas membagi 350 personel ke dalam enam Search and Rescue Unit (SRU) dan dua SRU bayangan. Mereka menjalankan penyekatan serta pemadaman manual untuk mengendalikan kebakaran.

Petugas mulai melakukan pemadaman manual pada pukul 06.30 WIB. Selain itu, mereka membuat sekat di empat titik agar api tidak merambat lebih luas.

Upaya tersebut menjadi langkah awal untuk menahan penyebaran api. Meski demikian, kondisi angin dan besarnya kobaran tetap menjadi tantangan bagi tim yang bertugas di lapangan.

Ini Belum Selesai

BBM Belum Normal, ASN Jember WFH: Siapa Menjamin Layanan Publik Tetap Jalan?

Prabowo dan Guterres Bertemu di Hambalang, Apa Agenda Indonesia di Panggung Dunia?

Angin Kencang Memaksa Tim Mundur

Pada pukul 14.00 WIB, petugas menarik seluruh tim dari kawasan atas gunung. Keputusan itu muncul setelah angin tidak bersahabat dan kobaran api membahayakan personel.

“Karena angin tidak bersahabat, pukul 14.00 semua tim di atas kita tarik mundur karena tidak efektif dan api sangat besar membahayakan teman-teman di atas,” kata Fauzan dikutip dari Kompas.com.

Penarikan tersebut menunjukkan bahwa petugas menghadapi risiko yang tidak bisa mereka abaikan. Alih-alih memaksakan pemadaman dalam kondisi berbahaya, tim memilih menghentikan operasi di kawasan atas dan melanjutkan penanganan berdasarkan evaluasi lapangan.

Fauzan menyebut luas area terdampak kebakaran telah mencapai sekitar 100 hektare. Oleh karena itu, petugas merencanakan penanganan lanjutan pada Sabtu (17/10/2026).

Api Mengarah ke Cemoro Kandang dan Tambak

Hasil evaluasi menunjukkan bahwa titik api mengarah ke pos bayangan di jalur pendakian Gunung Lawu via Cemoro Kandang, Kecamatan Tawangmangu. Pergerakan tersebut memunculkan kekhawatiran terhadap kemungkinan meluasnya kebakaran ke wilayah lain.

Fauzan menjelaskan bahwa api berpotensi bergerak menuju Tambak, Kecamatan Ngargoyoso. Untuk mengantisipasi risiko tersebut, petugas akan mendirikan pos aju di jalur pendakian via Tambak dan Cemoro Kandang.

Sementara itu, posko induk tetap berada di Desa Gondosuli, Kecamatan Tawangmangu. Penempatan pos aju di dua jalur tersebut menjadi bagian dari persiapan petugas menghadapi perkembangan kebakaran.

Sekat Api Disiapkan di Jalur Tambak

Pada Sabtu (17/10/2026), petugas merencanakan penyekatan di jalur pendakian Gunung Lawu via Tambak. Tim akan menyesuaikan pelaksanaannya dengan jumlah personel yang tersedia.

“Pen­yekatan 3 sampai 4 meter dari Pos 2 sampai Pos 4, melihat jumlah personel. Agar api tidak melompat,” terang Fauzan.

Penyekatan tersebut bertujuan mencegah api melompati garis pengendalian dan menyebar ke area lain. Namun, pelaksanaannya tetap membutuhkan perhitungan berdasarkan kekuatan personel dan kondisi di lapangan.

Dengan luas kebakaran yang telah mencapai sekitar 100 hektare, upaya menahan perambatan menjadi pekerjaan penting dalam operasi berikutnya. Petugas harus menentukan langkah yang efektif tanpa mengabaikan risiko cuaca dan medan.

Keselamatan Personel Menjadi Prioritas

Selain menyiapkan strategi penyekatan, Fauzan mengingatkan seluruh personel agar menjaga kondisi fisik dan memeriksa perlengkapan sebelum mengikuti pemadaman. Ia menilai kesiapan tersebut penting untuk mengurangi risiko selama operasi berlangsung.

“Untuk menghindari hal yang tidak diinginkan tetap fisik yang prima, APD (alat pelindung diri) komplit dan masing-masing membawa P3K,” jelas Fauzan.

Pesan tersebut menegaskan bahwa operasi pemadaman tidak hanya bergantung pada jumlah personel. Kesiapan fisik, kelengkapan alat pelindung diri, dan ketersediaan perlengkapan pertolongan pertama juga menentukan keselamatan tim di medan yang sulit.

Kebakaran Gunung Lawu kini menghadirkan dua tantangan sekaligus: menahan perambatan api dan melindungi petugas. Dengan area terdampak sekitar 100 hektare, strategi penyekatan, pemantauan arah api, serta kesiapan personel akan menjadi bagian penting dalam penanganan lanjutan. @dimas

Tags: Gunung LawuKaranganyarKebakaran HutanTawangmangu

Kamu Melewatkan Ini

Karhutla Gunung Arjuno Belum Padam, Titik Api Mengarah ke Puncak

Karhutla Gunung Arjuno Belum Padam, Titik Api Mengarah ke Puncak

by dimas
Oktober 17, 2026

Karhutla Gunung Arjuno belum padam. Dua titik api mengarah ke puncak Gunung Ringgit, sementara petugas mengandalkan pemadaman manual. Jalur pendakian...

De Tjolomadoe: Dari Pabrik Gula ke Ruang Sejarah

De Tjolomadoe: Dari Pabrik Gula ke Ruang Sejarah

by dimas
Oktober 16, 2026

De Tjolomadoe di Karanganyar bertransformasi dari pabrik gula bersejarah menjadi ruang wisata, museum, dan pelestarian jejak kejayaan industri gula Mangkunegaran....

Karhutla 2026 Meluas, Masalah Indonesia Bukan Cuma Api

Karhutla 2026 Meluas, Masalah Indonesia Bukan Cuma Api

by Naysa
Oktober 14, 2026

Setiap kali hutan terbakar, petugas berjibaku memadamkan api, warga menghirup asap, dan pemerintah mengerahkan operasi darurat. Namun, setelah api mereda,...

Next Post
Tesla Pamerkan Mobil Terbang, Benarkah Siap Meluncur pada 2028?

Tesla Pamerkan Mobil Terbang, Benarkah Siap Meluncur pada 2028?

Madilog Series

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Agustus 24, 2026
Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026

Marx Series

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Agustus 25, 2026

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id