Kebakaran Gunung Lawu di Karanganyar meluas hingga 100 hektare. Sebanyak 350 personel dikerahkan, tetapi angin kencang menghambat pemadaman dan mengancam keselamatan petugas.
Tabooo.id: Karanganyar – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di lereng Gunung Lawu, Desa Gondosuli, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, meluas hingga sekitar 100 hektare pada Jumat (16/10/2026). Sebanyak 350 personel turun tangan untuk menahan perambatan api di kawasan hutan lindung tersebut.
Namun, besarnya kekuatan personel belum mengakhiri ancaman kebakaran. Angin kencang dan kobaran api yang membesar memaksa tim menghentikan operasi di kawasan atas gunung. Kondisi ini membuat petugas harus mengutamakan keselamatan sembari menyiapkan strategi lanjutan.
350 Personel Berupaya Menahan Perambatan Api
Koordinator penanganan karhutla, M. Rasyid Fauzan, menjelaskan bahwa petugas membagi 350 personel ke dalam enam Search and Rescue Unit (SRU) dan dua SRU bayangan. Mereka menjalankan penyekatan serta pemadaman manual untuk mengendalikan kebakaran.
Petugas mulai melakukan pemadaman manual pada pukul 06.30 WIB. Selain itu, mereka membuat sekat di empat titik agar api tidak merambat lebih luas.
Upaya tersebut menjadi langkah awal untuk menahan penyebaran api. Meski demikian, kondisi angin dan besarnya kobaran tetap menjadi tantangan bagi tim yang bertugas di lapangan.
Angin Kencang Memaksa Tim Mundur
Pada pukul 14.00 WIB, petugas menarik seluruh tim dari kawasan atas gunung. Keputusan itu muncul setelah angin tidak bersahabat dan kobaran api membahayakan personel.
“Karena angin tidak bersahabat, pukul 14.00 semua tim di atas kita tarik mundur karena tidak efektif dan api sangat besar membahayakan teman-teman di atas,” kata Fauzan dikutip dari Kompas.com.
Penarikan tersebut menunjukkan bahwa petugas menghadapi risiko yang tidak bisa mereka abaikan. Alih-alih memaksakan pemadaman dalam kondisi berbahaya, tim memilih menghentikan operasi di kawasan atas dan melanjutkan penanganan berdasarkan evaluasi lapangan.
Fauzan menyebut luas area terdampak kebakaran telah mencapai sekitar 100 hektare. Oleh karena itu, petugas merencanakan penanganan lanjutan pada Sabtu (17/10/2026).
Api Mengarah ke Cemoro Kandang dan Tambak
Hasil evaluasi menunjukkan bahwa titik api mengarah ke pos bayangan di jalur pendakian Gunung Lawu via Cemoro Kandang, Kecamatan Tawangmangu. Pergerakan tersebut memunculkan kekhawatiran terhadap kemungkinan meluasnya kebakaran ke wilayah lain.
Fauzan menjelaskan bahwa api berpotensi bergerak menuju Tambak, Kecamatan Ngargoyoso. Untuk mengantisipasi risiko tersebut, petugas akan mendirikan pos aju di jalur pendakian via Tambak dan Cemoro Kandang.
Sementara itu, posko induk tetap berada di Desa Gondosuli, Kecamatan Tawangmangu. Penempatan pos aju di dua jalur tersebut menjadi bagian dari persiapan petugas menghadapi perkembangan kebakaran.
Sekat Api Disiapkan di Jalur Tambak
Pada Sabtu (17/10/2026), petugas merencanakan penyekatan di jalur pendakian Gunung Lawu via Tambak. Tim akan menyesuaikan pelaksanaannya dengan jumlah personel yang tersedia.
“Penyekatan 3 sampai 4 meter dari Pos 2 sampai Pos 4, melihat jumlah personel. Agar api tidak melompat,” terang Fauzan.
Penyekatan tersebut bertujuan mencegah api melompati garis pengendalian dan menyebar ke area lain. Namun, pelaksanaannya tetap membutuhkan perhitungan berdasarkan kekuatan personel dan kondisi di lapangan.
Dengan luas kebakaran yang telah mencapai sekitar 100 hektare, upaya menahan perambatan menjadi pekerjaan penting dalam operasi berikutnya. Petugas harus menentukan langkah yang efektif tanpa mengabaikan risiko cuaca dan medan.
Keselamatan Personel Menjadi Prioritas
Selain menyiapkan strategi penyekatan, Fauzan mengingatkan seluruh personel agar menjaga kondisi fisik dan memeriksa perlengkapan sebelum mengikuti pemadaman. Ia menilai kesiapan tersebut penting untuk mengurangi risiko selama operasi berlangsung.
“Untuk menghindari hal yang tidak diinginkan tetap fisik yang prima, APD (alat pelindung diri) komplit dan masing-masing membawa P3K,” jelas Fauzan.
Pesan tersebut menegaskan bahwa operasi pemadaman tidak hanya bergantung pada jumlah personel. Kesiapan fisik, kelengkapan alat pelindung diri, dan ketersediaan perlengkapan pertolongan pertama juga menentukan keselamatan tim di medan yang sulit.
Kebakaran Gunung Lawu kini menghadirkan dua tantangan sekaligus: menahan perambatan api dan melindungi petugas. Dengan area terdampak sekitar 100 hektare, strategi penyekatan, pemantauan arah api, serta kesiapan personel akan menjadi bagian penting dalam penanganan lanjutan. @dimas








