Rahmat Erwin Abdullah tidak sekadar naik ke podium Asian Games 2026. Lifter Indonesia itu membawa pulang emas nomor 75 kilogram putra sekaligus mencatat dua rekor dunia pecah di Nagoya City Trade and Industry Centre, Jepang, Sabtu 26/9/2026.
Tabooo.id: Sports – Rahmat membukukan 160 kilogram pada snatch. Setelah itu, ia menuntaskan 206 kilogram pada clean and jerk sehingga dua rekor dunia pecah.
Angkatan terakhir tersebut membuat total angkatannya mencapai 366 kilogram. Catatan itu menjadi rekor dunia clean and jerk sekaligus rekor dunia total untuk kelas 75 kilogram, berdasarkan data pertandingan yang tersedia.
206 Kilogram yang Mengunci Emas
Rahmat datang dengan tekanan besar. Ia berstatus juara bertahan Asian Games setelah meraih emas kelas 73 kilogram di Hangzhou 2022.
Kali ini kelasnya berubah menjadi 75 kilogram. Perubahan kelas membuat persaingan ikut bergeser. Rahmat harus menghadapi sejumlah lifter kuat, termasuk Weeraphon Wichuma dari Thailand.
Persaingan itu sudah terasa sebelum pertandingan dimulai. Pelatih tim angkat besi Thailand, Lukman, mengatakan pada 23/09/2026 bahwa perebutan emas kelas 75 kilogram akan berlangsung ketat.
“Perebutan medali emas di kelas 75kg pasti ramai. Karena, Thailand dan Indonesia sama-sama mentargetkannya.”
Mantan Ketua Bidang Pembinaan Prestasi PB PABSI, Hadi Wihardja, juga menyoroti kekuatan Rahmat di clean and jerk.
Pada 23/09/2026, Hadi menyebut keunggulan itu sebagai “kartu truf” Rahmat. Ia juga mengingatkan agar Rahmat tidak terlalu memaksakan keunggulan sejak snatch.
Strategi itu akhirnya mendapat panggungnya. Rahmat mengangkat 206 kilogram pada clean and jerk. Ia kemudian mengamankan total 366 kilogram untuk menutup kompetisi dengan emas.
Weeraphon Wichuma merebut perak. Sementara Ri Chong Song dari Korea Utara berada di posisi ketiga berdasarkan hasil yang beredar setelah pertandingan.
Emas Kedua Indonesia
Kemenangan Rahmat menambah emas kedua Indonesia di Asian Games 2026. Emas pertama datang dari tim bulu tangkis beregu putra setelah Indonesia mengalahkan China 3-2 pada final, Kamis 24/9/2026.
Sebelum Rahmat bertanding, Indonesia tercatat mengoleksi 1 emas, 4 perak, dan 17 perunggu. Posisi Merah Putih berada di peringkat 19 pada pembaruan pukul 00.00 WIB, Sabtu 26/9/2026.
Artinya, kemenangan Rahmat mengubah perhitungan emas Indonesia menjadi dua. Namun, posisi klasemen setelah tambahan emas tersebut perlu mengikuti pembaruan resmi terbaru, bukan angka sebelum pertandingan.
Bukan Cuma Medali Tapi Dua Rekor Dunia Pecah
Ada satu konteks penting di balik kemenangan ini. PB PABSI sebelumnya memang menargetkan angkat besi kembali menyumbang emas. Pada Agustus 2026, PABSI menyiapkan Rahmat di kelas 75 kilogram dan Rizki Juniansyah di kelas 85 kilogram.
Bahkan, Rahmat datang dengan rekam jejak sebagai juara bertahan. Di Hangzhou 2022, ia mencatat total 359 kilogram dan memecahkan rekor dunia clean and jerk dengan angkatan 201 kilogram.
Kini angkanya berubah lagi yaitu, 201 kilogram dulu sekarang menjadi 206 kilogram. Rahmat tidak hanya mempertahankan emas. Ia kembali menulis angka baru di papan rekor.
Dan buat Indonesia, satu pesan dari Nagoya terasa cukup jelas ketika tekanan podium datang, barbel tidak bisa diajak kompromi. @teguh








