Sabtu, September 26, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Vallensia Fahira Raih Perunggu MMA Asian Games 2026

by dimas
September 22, 2026
in Reality, Sports
A A
Home Reality Sports
Share on Facebook
Share on Twitter
Vallensia Fahira meraih medali perunggu MMA Asian Games 2026 setelah kalah 0-3 dari wakil Thailand di semifinal nomor -54 kg putri.

Tabooo.id: Jepang – Langkah Vallensia Fahira Hotmauli terhenti satu tahap sebelum final. Namun, perjuangan atlet MMA Indonesia itu tetap membawa pulang medali dari Asian Games 2026.

Vallensia turun di semifinal nomor -54 kilogram putri, Senin (21/9/2026) siang WIB. Atlet berusia 27 tahun tersebut menghadapi wakil Thailand dalam duel perebutan tiket final.

Hasilnya, Vallensia kalah dengan skor 0-3.

Kekalahan itu memang menutup peluangnya mengejar medali emas. Namun, hasil semifinal otomatis mengantarkannya pada medali perunggu.

Bagi Indonesia, medali tersebut punya arti penting. Tambahan Vallensia membuat koleksi Merah Putih menjadi tujuh medali.

Ini Belum Selesai

FIFA ASEAN Cup 2026: Indonesia 2-0 Singapura, 90 Menit Mengubah Cerita di GBK

Bapenda Solo Gratiskan Soto bagi Warga yang Bayar Pajak

Rinciannya terdiri dari satu perak dan enam perunggu.

Kalah di Semifinal, Bukan Berarti Pulang dengan Tangan Kosong

Arena MMA menghadirkan cerita yang berbeda dari sekadar angka 0-3.

Vallensia datang dengan satu target sederhana: menembus final. Namun, wakil Thailand menjadi penghalang terakhir menuju perebutan emas.

Pertarungan kemudian berakhir dengan keputusan juri yang memberikan kemenangan kepada lawannya.

Vallensia pun harus menerima kenyataan bahwa jalannya berhenti di semifinal.

Namun, medali tetap menjadi bukti bahwa langkahnya belum sia-sia.

Perunggu itu juga menjaga Indonesia tetap berada dalam perburuan medali Asian Games 2026.

Pada hari yang sama, Indonesia kembali mendapatkan medali dari cabang olahraga wushu.

Eugenia Diva Widodo meraih perunggu melalui nomor Women’s Changquan dengan nilai total 9,706 poin.

Dua perunggu tersebut menambah warna dalam perjalanan kontingen Indonesia di ajang olahraga terbesar Asia itu.

Tujuh Medali, Tapi Emas Masih Dicari

Sampai Senin (21/9/2026), Indonesia belum mendapatkan medali emas.

Posisi Indonesia berada di peringkat ke-12 klasemen medali pada pukul 11.00 WIB.

Catatan tersebut membuat perjuangan kontingen Merah Putih masih panjang.

Setidaknya 15 cabang olahraga menampilkan atlet Indonesia di klaster Aichi, Tokyo, dan Gifu.

Wushu, soft tenis, karate, menembak, basket, dan renang menjadi beberapa di antaranya.

Voli juga tampil pada hari yang sama, meski belum memperebutkan medali.

Sementara itu, Myanmar menjadi negara Asia Tenggara yang sudah mengamankan medali emas.

Situasi tersebut membuat perburuan podium Indonesia belum selesai.

Perunggu Vallensia dan Arti Sebuah Perjuangan

Olahraga sering kali hanya mengingat nama peraih emas.

Namun, perjalanan menuju podium tidak selalu berakhir dengan medali paling tinggi.

Vallensia kalah ketika tiket final berada dalam jangkauan. Meski begitu, ia tetap membawa pulang perunggu.

Di situlah olahraga menunjukkan wajah lainnya.

Ada kemenangan, ada kekalahan, ada target yang tercapai dan ada pula mimpi yang harus ditunda.

Ini bukan sekadar cerita tentang kalah 0-3. Ini tentang seorang atlet yang tetap meninggalkan arena dengan bukti bahwa perjuangannya sampai ke podium.

Bagi Indonesia, perunggu Vallensia juga menjadi pengingat bahwa perburuan medali belum selesai.

Masih ada banyak atlet Merah Putih yang bertanding.

Dan selama pertandingan belum berakhir, peluang Indonesia untuk mengejar podium tertinggi masih terbuka.

Pada akhirnya, medali emas memang menjadi tujuan.

Tetapi sebelum sampai ke sana, setiap perunggu punya cerita tentang seberapa jauh seorang atlet harus berjuang. @dimas

Tags: Asian Games 2026Medali PerungguMMA IndonesiaolahragaVallensia Fahira

Kamu Melewatkan Ini

Asian Games 2026: Bulu Tangkis Putra Pecahkan Telur Emas Indonesia

Asian Games 2026: Bulu Tangkis Putra Pecahkan Telur Emas Indonesia

by teguh
September 25, 2026

Indonesia akhirnya pecah telur di Asian Games 2026. Tim bulu tangkis beregu putra merebut emas setelah menumbangkan China 3-2 dalam...

Emas Pertama Indonesia, Ubed Bawa Merah Putih Naik Tujuh Posisi

Emas Pertama Indonesia, Ubed Bawa Merah Putih Naik Tujuh Posisi

by dimas
September 24, 2026

Ubed mengantar Indonesia meraih emas pertama Asian Games 2026 sekaligus mengerek posisi Merah Putih naik tujuh tingkat ke peringkat 16...

Indonesia Koleksi 8 Medali, Masih di Posisi 16 Asian Games

Indonesia Koleksi 8 Medali, Masih di Posisi 15 Asian Games

by dimas
September 22, 2026

Indonesia mengoleksi delapan medali di Asian Games 2026 setelah tambahan perunggu Agung Sanistyarani. Indonesia kini berada di posisi 15 klasemen....

Next Post
Dua Hari Asian Games 2026, Indonesia Koleksi 1 Perak dan 6 Perunggu

Dua Hari Asian Games 2026, Indonesia Koleksi 1 Perak dan 6 Perunggu

Madilog Series

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Agustus 24, 2026
Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026

Marx Series

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Agustus 25, 2026

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id