Aduan larangan jilbab di Solo Safari muncul dalam proses MagangHub. Manajemen menegaskan tidak ada aturan yang melarang atribut keagamaan.
Tabooo.id: Surakarta – Aduan larangan jilbab di Solo Safari muncul dalam proses MagangHub. Manajemen Solo Safari menyebut persoalan itu sebagai miskomunikasi.
Isu penolakan calon magang Solo Safari karena hijab mendapat respons dari manajemen. Solo Safari menegaskan perusahaan tidak memiliki aturan yang melarang atribut keagamaan.
General Manager Solo Safari Miyana Haritna menyampaikan klarifikasi itu pada Senin (21/9/2026). Klarifikasi muncul setelah Fraksi PKS DPRD Kota Solo melakukan sidak terkait aduan tersebut.
Solo Safari Tegaskan Tak Ada Larangan Hijab
Miyana juga meminta maaf jika komunikasi dengan calon peserta MagangHub menimbulkan ketidaknyamanan.
“Pertama-tama saya selaku General Manager Solo Safari menyampaikan permohonan maaf apabila ada proses komunikasi dengan calon MagangHub, ada sesuatu penyampaiannya kurang tepat atau menimbulkan ketidaknyamanan,” kata Miyana, Senin (21/9/2026).
Miyana kemudian menegaskan sikap perusahaan. Menurut dia, Solo Safari tidak memiliki aturan internal yang melarang karyawan memakai atribut keagamaan.
“Kami dapat tegaskan di Solo Safari tidak memiliki ketentuan yang melarang karyawan untuk tidak menggunakan atribut keagamaan, termasuk hijab,” tegasnya.
Klarifikasi itu muncul setelah seorang calon peserta MagangHub mengadu kepada Fraksi PKS DPRD Kota Solo.
Manajemen Solo Safari masih mengecek informasi tersebut. Mereka ingin memastikan kondisi lapangan sesuai dengan penjelasan perusahaan.
“Kami tetap melakukan pengecekan informasi ini secara berkala dan disampaikan untuk tidak ada perbedaan antara apa yang saya sampaikan dengan yang ada di lapangan,” ujarnya.
Solo Safari Telusuri Dugaan Miskomunikasi
Miyana menduga persoalan itu muncul akibat komunikasi yang kurang tepat saat wawancara.
Karena itu, HRD Solo Safari akan menelusuri posisi dan proses wawancara calon peserta tersebut.
“Saya belum cek yang bersangkutan ini posisinya di mana dan bagaimana. Nanti dari departemen HRD atau Human Resources yang akan komunikasi lebih lanjut,” jelasnya.
Solo Safari juga membuka ruang dialog dengan calon peserta. Manajemen ingin mendengar langsung konteks pembicaraan saat wawancara.
“Kami siap mengundang ataupun berdialog atau menyampaikan, meluruskan miskomunikasi ini,” katanya.
Langkah tersebut menjadi upaya manajemen untuk meluruskan informasi yang berkembang.
MagangHub Sudah Masuk Batch Keempat
Di sisi lain, Solo Safari menyatakan tetap mendukung program MagangHub pemerintah.
Menurut Miyana, program itu sudah memasuki batch keempat di Solo Safari.
“MagangHub ini istilahnya kami mengakomodir program pemerintah dan kami sangat support dengan program pemerintah,” ungkapnya.
Pada periode kali ini, Solo Safari menerima 13 peserta magang. Peserta akan menjalani kegiatan di berbagai departemen.
“Ini sudah batch keempat. Kami setiap batch menerima. Periode ini kami menerima 13,” ujarnya.
Kesempatan magang juga tidak hanya tersedia untuk pekerjaan administrasi atau back office.
Solo Safari membuka sejumlah bidang. Di antaranya guest experience, entertainment, food and beverage, serta bidang yang berkaitan dengan satwa.
“Kami hampir semua departemen ada, bahkan yang life science dan sebagainya. Di entertainment atau show pun kita bisa menerima MagangHub,” katanya.
Setiap Posisi Punya Kriteria
Miyana menjelaskan bahwa setiap posisi memiliki kriteria masing-masing.
Perusahaan menyesuaikan seleksi dengan kebutuhan departemen dan kemampuan peserta.
“Untuk kriterianya kami menggunakan kriteria yang berlaku di internal perusahaan, sesuai dengan apa yang menjadi syarat-syarat untuk diterima melalui, terutama untuk skill-nya,” jelasnya.
Namun, Miyana kembali menegaskan bahwa aturan internal perusahaan tidak mencantumkan larangan atribut keagamaan.
“Di peraturan perusahaan kami tidak ada yang menerangkan pelarangan atribut keagamaan. Kami tegaskan di Solo Safari tidak ada yang spesifik untuk melarang penggunaan atribut keagamaan atau khususnya hijab,” tegasnya.
Untuk posisi tertentu, perusahaan memang memiliki ketentuan pakaian atau seragam.
Namun, Miyana menegaskan ketentuan tersebut tidak melarang penggunaan jilbab.
Solo Safari Buka Ruang Klarifikasi
Manajemen juga meminta departemen terkait segera menghubungi calon peserta yang mengadu.
Solo Safari menilai komunikasi langsung penting untuk meluruskan persoalan.
“Kami sudah infokan untuk komunikasi dengan yang bersangkutan supaya segera diluruskan ke departemen terkait,” katanya.
Miyana memastikan peserta yang mengenakan jilbab tetap memiliki kesempatan mengikuti program MagangHub.
Peserta tetap harus memenuhi kriteria posisi dan kebutuhan departemen.
“Untuk syarat-syarat penerimaan kami punya kriteria-kriteria dari masing-masing departemen. Baik itu animal keeper maupun departemen yang lainnya, entertainment dan sebagainya,” pungkas Miyana.@eko








