Senin, September 21, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

405 Kayu Gelondongan Lepas dari Tongkang, 6 Perahu Nelayan Sumenep Rusak

by teguh
September 21, 2026
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional
Share on Facebook
Share on Twitter
Sekitar 405 kayu gelondongan menghantam pesisir Sumenep, Jawa Timur, setelah lepas dari sebuah tongkang yang membawa 697 batang kayu menuju Probolinggo. Hingga Senin, 21/09/2026, sekitar 405 batang kayu telah mencapai pesisir tiga desa di Kecamatan Dungkek.

Tabooo.id: Sumenep – Benturan 405 kayu gelondongan merusak sedikitnya enam perahu nelayan. Lima perahu mengalami kerusakan di Desa Bicabbi, sementara satu perahu lain rusak di Desa Dungkek.

Ukuran kayu membuat situasi semakin berisiko. Kayu-kayu itu memiliki diameter sekitar 1,5 meter dan panjang hingga 12 meter. Gelombang dan pasang surut terus menggeser posisi kayu di sepanjang pesisir.

Tagana Sumenep, Buzairi, mengatakan jumlah kerusakan masih bisa bertambah.

“Data ini berpotensi terus bertambah karena kayu terus diterpa pasang surut ombak.”

Sekitar 50 perahu lain ikut terdampak secara tidak langsung. Para nelayan bahkan berjaga sepanjang malam untuk melindungi perahu mereka dari benturan kayu.

Tongkang Miring, Muatan Lepas

Chief Officer atau Mualim I tongkang, James Malumbot, menjelaskan kapal membawa 697 batang kayu dari Sungai Berau, Kalimantan Timur, menuju Probolinggo, Jawa Timur.

Ini Belum Selesai

Prabowo Klaim Banyak Capaian, Survei Publik Justru Menunjukkan Tren Menurun

Polisi Tambah Saksi Kasus Warung Mie Babi Sukoharjo

Tongkang berangkat pada 5 September 2026 dengan 10 awak dan seorang nakhoda. Perjalanan normal membutuhkan sekitar 11 hari. Namun, cuaca buruk memperpanjang perjalanan hingga sekitar 13 hari.

Pada 18/09/2026 sekitar pukul 17.00 WIB, tongkang berada di sekitar perairan Gili Iyang. Sebelumnya, awak kapal menghadapi cuaca buruk di perairan Jawa pada 13–14 September. Gelombang mencapai sekitar empat meter dan membuat tongkang miring. Awak kapal kemudian mencari perlindungan di sekitar Gili Iyang.

James mengatakan air masuk ke bagian tongkang ketika cuaca memburuk. Beban kayu yang berat ikut memperbesar persoalan. Awak kapal mencoba mengeluarkan air menggunakan pompa, tetapi kondisi muatan terus memburuk.

Ikatan muatan akhirnya putus. Ratusan kayu jatuh ke laut dan terbawa arus menuju pesisir Sumenep.

Dari total 697 batang, masyarakat dan petugas memperkirakan sekitar 405 batang telah terdampar di kawasan Dungkek, Bicabbi, dan Romben Guna.

Cuaca Buruk Bukan Akhir Cerita

Cuaca buruk memang menjadi bagian dari penjelasan awak kapal. Namun, keselamatan pelayaran tidak berhenti pada persoalan cuaca.

Regulasi keselamatan pelayaran juga mengatur aspek pengangkutan dan penanganan muatan. Permenhub PM 93/2013 memasukkan kayu gelondongan sebagai barang khusus yang membutuhkan standar penanganan dan keselamatan.

UU Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran juga menempatkan keselamatan pengangkutan, kelaiklautan kapal, garis muat, pemuatan, awak kapal, serta manajemen keselamatan sebagai bagian penting dalam keselamatan pelayaran.

Pengamat transportasi Darmaningtyas sebelumnya mengingatkan bahwa cuaca tidak selalu bisa menjadi satu-satunya penjelasan ketika kecelakaan transportasi laut terjadi. Ia menyoroti pentingnya koordinasi dengan BMKG, standar keselamatan kapal, dan penerapan SOP.

Konteks ini penting karena kayu yang jatuh ke laut bukan hanya persoalan muatan kapal. Ketika ratusan batang kayu masuk ke jalur pesisir, nelayan menghadapi risiko baru yang tidak mereka pilih.

Yang Rusak Bukan Sekadar Perahu

Enam perahu sudah mengalami kerusakan. Sekitar 50 perahu lain menghadapi ancaman serupa.

Bagi nelayan, perahu bukan sekadar alat transportasi. Perahu menjadi modal utama untuk mencari ikan. Ketika perahu rusak, aktivitas melaut ikut terganggu. Biaya perbaikan pun bisa langsung menekan pendapatan keluarga.

Di titik ini, persoalannya bergeser dari “siapa kehilangan kayu?” menjadi “siapa menanggung risiko setelah kayu itu sampai ke darat?”

Petugas masih perlu memastikan jumlah kayu yang lepas, tingkat kerusakan perahu, serta penyebab teknis yang membuat muatan keluar dari tongkang.

Sebab, cuaca buruk bisa menjelaskan kapan masalah terjadi. Namun, pemeriksaan keselamatan perlu menjelaskan bagaimana muatan bisa lepas dan siapa yang harus bertanggung jawab atas dampaknya.

Ketika 405 kayu keluar dari kapal dan masuk ke ruang hidup nelayan, yang terlepas bukan cuma muatan. Risiko juga berpindah dari laut ke warga pesisir. @teguh

Tags: Cuaca BurukDungkekJawa TimurKayu GelondonganKeselamatan PelayaranMaritim IndonesianelayanPesisirSumenepTongkang

Kamu Melewatkan Ini

697 Kayu Dibawa, 405 Lepas: Siapa Menanggung Risiko yang Sampai ke Darat?

697 Kayu Dibawa, 405 Lepas: Siapa Menanggung Risiko yang Sampai ke Darat?

by teguh
September 21, 2026

Laut tidak pernah benar-benar membuang masalah. Ia hanya memindahkannya. Di pesisir Dungkek Sumenep 697 kayu dibawa dan 405 kayu terlepas,...

Satu Jenazah Kembali Ditemukan Terjebak di Dalam KM Virgo 8

Satu Jenazah Kembali Ditemukan Terjebak di Dalam KM Virgo 8

by dimas
September 20, 2026

Satu jenazah kembali ditemukan terjebak di dalam bangkai KM Virgo Transport 8. Tim SAR masih mencari 126 penumpang yang belum...

Prabowo Hadiri Syukuran 100 Tahun Gontor di Ponorogo

Prabowo Hadiri Syukuran 100 Tahun Gontor di Ponorogo

by dimas
September 19, 2026

Presiden Prabowo Subianto menghadiri syukuran 100 tahun Pondok Modern Darussalam Gontor di Ponorogo, Jawa Timur, Sabtu (19/9/2026). Tabooo.id: Ponorogo -...

Madilog Series

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Agustus 24, 2026
Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026

Marx Series

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Agustus 25, 2026

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id