Gerakan Pangan Murah Tirtonadi hadirkan pangan terjangkau dan ruang UMKM. Terminal juga siapkan pasar tumpah Minggu pagi.
Tabooo.id: Surakarta – Terminal Tipe A Tirtonadi Surakarta menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM), Rabu (17/9/2026).
Kegiatan itu menjadi bagian dari peringatan Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) ke-55.
Terminal Tirtonadi menggandeng Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan (DPKPP) Kota Solo.
Bulog, BUMD Pedaringan, pihak swasta, dan pelaku UMKM juga ikut dalam kegiatan tersebut.
GPM menawarkan bahan pokok dengan harga terjangkau bagi masyarakat.
Namun, kegiatan ini tidak hanya soal pangan murah. Terminal juga memberi ruang bagi UMKM untuk berjualan.
Warga Antusias Datang
Kepala Terminal Tipe A Tirtonadi Solo Joko Umboro mengatakan warga menunjukkan antusiasme tinggi.
Menurut Joko, transaksi dalam kegiatan tersebut juga cukup ramai.
“Antusiasme warga sekitar alhamdulillah sangat tinggi, sehingga transaksinya juga lumayan,” ujar Joko.
Respons tersebut membuat pihak terminal melihat peluang untuk menggelar kegiatan serupa secara rutin.
Terminal Tirtonadi juga berkoordinasi dengan Kelurahan Gilingan untuk mengembangkan kegiatan ekonomi warga.
Lantai Atas Terminal Bisa Jadi Pasar
Joko mengatakan terminal memiliki area lantai atas yang cukup luas.
Pihaknya berencana memanfaatkan area tersebut untuk kegiatan ekonomi masyarakat.
“Kami masih ada ruang di atas yang sangat memadai,” kata Joko.
Ia membuka opsi pasar tumpah setiap Minggu pagi.
Kegiatan itu bisa berlangsung mulai pukul 06.00 hingga 11.00 WIB.
Konsep tersebut dapat memberi ruang bagi warga untuk berjualan sekaligus berbelanja.
Bukan Cuma Jualan Pangan
Staf Terminal Tipe A Tirtonadi, Shafirza, juga melihat respons positif dari masyarakat.
Ia mengatakan harga pangan menjadi salah satu daya tarik utama GPM.
“Masyarakat sangat antusias menyambut gerakan pangan murah di Tirtonadi ini,” kata Shafirza saat ditemui Tabooo.id.
Menurut dia, harga sejumlah kebutuhan lebih murah daripada supermarket atau toko.
GPM juga menghadirkan kegiatan lain di luar penjualan pangan.
Terminal menggelar donor darah dan layanan servis motor dari Honda.
Layanan tersebut menawarkan sejumlah promo, termasuk diskon penggantian oli.
Terminal Mulai Punya Fungsi Ekonomi
GPM menunjukkan bahwa terminal tidak hanya menjadi tempat penumpang datang dan pergi.
Ruang terminal juga bisa mempertemukan warga, pelaku UMKM, dan layanan publik.
Jika pasar tumpah berjalan rutin, warga mendapat ruang baru untuk berjualan.
UMKM juga memiliki kesempatan menjangkau konsumen secara langsung.
Bagi warga, manfaatnya cukup sederhana. Mereka bisa mendapatkan pangan dengan harga lebih terjangkau.
Di sisi lain, pelaku UMKM mendapat ruang untuk menggerakkan usaha.
Ini bukan sekadar gerakan pangan murah. Ini tentang bagaimana ruang publik ikut menghidupkan ekonomi warga.
Terminal biasanya identik dengan perjalanan. Tirtonadi kini membuka kemungkinan lain: menjadi titik pertemuan ekonomi masyarakat.@eko








