Profil Suahasil Nazara, dari dosen UI hingga Wakil Menteri Keuangan dan kini dipercaya menjadi Menteri Keuangan menggantikan Purbaya.
Tabooo.id – Suahasil Nazara kini memegang salah satu kursi paling strategis dalam pemerintahan. Pada Senin, 14 September 2026, ia resmi dilantik sebagai Menteri Keuangan Republik Indonesia.
Ia menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa.
Pergantian itu sekaligus membawa Suahasil ke posisi yang selama bertahun-tahun berada di dekatnya. Sebelum menjadi menteri, ia sudah lama bekerja di lingkungan Kementerian Keuangan dan memahami bagaimana kebijakan fiskal negara dirumuskan serta dijalankan.
Jabatan baru tersebut bukan titik awal kariernya.
Justru sebaliknya. Kursi Menteri Keuangan menjadi puncak dari perjalanan panjang seorang akademisi yang perlahan masuk semakin dalam ke pusat kebijakan ekonomi negara.
Berawal dari Ruang Kelas
Perjalanan Suahasil dimulai dari dunia akademik.
Ia menjadi dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia sejak 1999. Di kampus yang sama, ia kemudian dipercaya mengisi sejumlah posisi penting.
Suahasil pernah menjadi Kepala Program Studi Pascasarjana Ilmu Ekonomi pada 2004-2005. Setelah itu, ia memimpin Lembaga Demografi pada 2005-2008.
Karier akademiknya terus bergerak. Pada 2009-2013, ia menjabat Ketua Departemen Ilmu Ekonomi.
Pada fase ini, Suahasil tidak hanya membangun reputasi sebagai pengajar. Ia juga memperluas keterlibatan dalam berbagai persoalan ekonomi dan kebijakan publik.
Universitas kemudian mengukuhkannya sebagai Guru Besar di bidang Ilmu Ekonomi pada 2009.
Dari ruang kelas, jalurnya mulai bersinggungan langsung dengan pemerintahan.
Akademisi yang Masuk ke Pusat Kebijakan
Suahasil mulai terlibat dalam kebijakan publik melalui sejumlah posisi dan forum strategis.
Pada 2009-2011, ia menjadi anggota Tim Asistensi Menteri Keuangan bidang Desentralisasi Fiskal.
Ia juga menjadi Wakil Ketua Komite Pengawas Pelaksanaan Otonomi Daerah pada 2009-2015.
Perannya semakin luas ketika ia bergabung dalam Sekretariat Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan atau TNP2K. Di sana, ia menjadi Koordinator Pokja Kebijakan pada 2010-2015.
Pada 2013-2014, Suahasil juga tercatat sebagai anggota Dewan Komite Ekonomi Nasional.
Rangkaian posisi tersebut menunjukkan satu pola.
Suahasil tidak masuk ke pemerintahan dari jalur politik praktis. Ia tumbuh dari akademik, kemudian masuk ke ruang perumusan kebijakan dan ekonomi negara.
Pengalaman itu kelak menjadi modal penting ketika ia masuk langsung ke Kementerian Keuangan.
Masuk ke Jantung Kementerian Keuangan
Karier Suahasil di Kementerian Keuangan semakin kuat ketika pemerintah menunjuknya sebagai Kepala Badan Kebijakan Fiskal secara definitif pada 31 Oktober 2016.
Posisi tersebut menempatkannya di salah satu pusat perumusan kebijakan fiskal nasional.
Tiga tahun kemudian, tanggung jawabnya meningkat.
Pada 25 Oktober 2019, Suahasil dipercaya menjadi Wakil Menteri Keuangan dalam Kabinet Indonesia Maju. Ia mendampingi Menteri Keuangan dalam perumusan dan pelaksanaan kebijakan fiskal nasional.
Posisi itu kemudian berlanjut pada pemerintahan berikutnya.
Setelah dilantik pada 21 Oktober 2024, Suahasil kembali menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan di Kabinet Merah Putih.
Kini, setelah bertahun-tahun berada di sisi menteri, ia mengambil alih kursi tersebut.
Dari Wakil Menjadi Pengambil Keputusan
Perubahan jabatan ini mengubah skala tanggung jawab Suahasil.
Sebagai wakil menteri, ia membantu Menteri Keuangan menjalankan tugas kementerian. Sebagai menteri, keputusan strategis berada langsung di tangannya.
Ruang kerjanya mencakup kebijakan fiskal yang bersentuhan dengan kehidupan negara dan masyarakat.
Anggaran negara, penerimaan, belanja pemerintah, perpajakan, serta berbagai kebijakan fiskal membutuhkan keputusan di tingkat Menteri Keuangan.
Karena itu, pengalaman panjang Suahasil di bidang ekonomi dan fiskal kini mendapat ujian yang berbeda.
Ia tidak lagi hanya membantu merumuskan kebijakan.
Ia menjadi salah satu orang yang harus mengambil keputusan atas kebijakan tersebut.
Modal Akademik yang Panjang
Kapasitas Suahasil juga dibangun melalui pendidikan yang panjang.
Ia meraih gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Indonesia pada 1994.
Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan ke Cornell University, Amerika Serikat. Ia memperoleh gelar Master of Science pada 1997.
Suahasil kemudian menempuh pendidikan doktoral di University of Illinois at Urbana-Champaign. Pada 2003, ia meraih gelar Doctor of Philosophy di bidang ekonomi.
Latar belakang tersebut mempertemukan dua dunia yang selama ini menjadi bagian dari kariernya: akademik dan kebijakan publik.
Ia menghabiskan bertahun-tahun mengajar dan meneliti. Pada saat yang sama, ia masuk ke berbagai lembaga dan forum yang berhubungan dengan kebijakan ekonomi nasional.
Kini, kedua pengalaman tersebut bertemu di satu kursi.
Kursi yang Datang dengan Beban Besar
Suahasil menjadi Menteri Keuangan ketika pemerintahan masih berjalan dalam periode 2024-2029.
Ia masuk setelah Presiden Prabowo Subianto mencopot Purbaya Yudhi Sadewa dari posisi tersebut.
Materi yang tersedia tidak memuat alasan resmi Presiden terkait pergantian itu. Karena itu, tidak ada dasar untuk menyimpulkan bahwa pergantian terjadi karena kegagalan atau persoalan tertentu.
Yang jelas, Prabowo memilih sosok yang sudah memahami Kementerian Keuangan dari dalam.
Suahasil mengetahui birokrasi kementerian. Ia pernah memimpin Badan Kebijakan Fiskal. Ia juga sudah bertahun-tahun mendampingi Menteri Keuangan sebagai wakil.
Namun, menjadi orang nomor satu di Kementerian Keuangan tetap membawa tantangan baru.
Kini, setiap kebijakan akan melekat pada namanya.
Setiap keputusan fiskal akan diuji publik.
Setiap langkah akan berhadapan dengan kebutuhan negara yang tidak sederhana.
Suahasil dan Babak Baru
Perjalanan Suahasil Nazara memperlihatkan bagaimana seorang akademisi dapat bergerak perlahan menuju pusat kekuasaan ekonomi negara.
Ia memulai perjalanan dari ruang kuliah.
Kemudian masuk ke forum kebijakan.
Ia memimpin lembaga strategis di Kementerian Keuangan.
Setelah itu, ia menjadi wakil menteri.
Kini, ia berdiri di posisi tertinggi dalam kementerian yang mengelola keuangan negara.
Suahasil tidak datang sebagai orang baru. Ia datang sebagai orang lama yang akhirnya mendapat kursi utama.
Pertanyaannya sekarang bukan lagi apakah ia memahami Kementerian Keuangan.
Pertanyaan yang lebih besar adalah bagaimana ia menggunakan pengalaman panjang itu ketika seluruh keputusan fiskal berada di meja kerjanya.
Dari ruang kelas hingga kursi Menteri Keuangan, perjalanan Suahasil akhirnya memasuki babak paling menentukan. @dimas








