Born to Fight Vol. 2 menjadi arena uji mental dan kemampuan fighter dalam ajang combat sport yang digelar di Colomadu, Karanganyar.
Tabooo.id: Karanganyar – Born to Fight Vol. 2 menjadi arena bagi para fighter untuk menguji mental, teknik, dan kemampuan bertanding. Ajang combat sport tersebut berlangsung di HAN Fighting Academy Colomadu, Karanganyar, Minggu (6/9/2026), mulai pukul 10.00 WIB hingga malam.
Sekitar 200 peserta ambil bagian dalam event yang mempertemukan berbagai nomor olahraga tarung. Pertandingan mencakup kickboxing, boxing, MMA, dan cage grappling, dengan kategori mulai dari kids, junior, youth hingga senior.
Born to Fight Vol. 2 diselenggarakan oleh The Arrow Sport Combat Organizer bersama HAN Fighting Academy. Sementara itu, Tabooo.id dan Voice of Fighter (VOF) hadir sebagai media partner untuk mendukung publikasi kegiatan.
Pelaksanaan event ini juga mendapat dukungan sponsorship dari Bank Artha Graha Internasional (AGI). Dukungan tersebut menjadi bagian dari kolaborasi dalam penyelenggaraan kompetisi sekaligus membuka ruang bagi para atlet untuk memperoleh pengalaman bertanding.

Wadah bagi Atlet Baru
Ketua panitia Born to Fight Vol. 2, Linda Darrow, mengatakan event tersebut tidak semata-mata mengejar kemenangan.
Menurut Linda, kompetisi menjadi bagian penting dalam proses pembentukan seorang fighter. Atlet membutuhkan pengalaman langsung di arena untuk mengetahui sejauh mana kemampuan yang mereka bangun selama latihan.
“Born to Fight kami hadirkan sebagai wadah bagi atlet-atlet baru untuk mendapatkan pengalaman bertanding. Mereka tidak hanya berlatih, tetapi juga perlu merasakan atmosfer pertandingan, menguji mental, dan mengukur kemampuan mereka di arena,” ujar Linda Darrow.
Pengalaman bertanding, lanjutnya, memberikan tantangan yang berbeda dibandingkan latihan rutin di sasana.
“Di sasana, atlet masih bisa mengulang teknik dan memperbaiki kesalahan. Saat bertanding, mereka harus mengambil keputusan dalam waktu singkat ketika menghadapi lawan yang juga memiliki strategi,” tambahnya.
Ketika Latihan Diuji di Arena
Latihan menjadi fondasi bagi seorang fighter. Di sasana, atlet dapat mengulang teknik, memperbaiki kesalahan, dan menerima evaluasi dari pelatih.
Namun, pertandingan menghadirkan situasi yang berbeda.
Lawan memiliki strategi sendiri. Waktu terus berjalan. Kondisi fisik juga berubah sepanjang pertandingan. Karena itu, fighter harus mampu mengambil keputusan dalam tekanan.
Stamina memang penting. Akan tetapi, seorang fighter juga membutuhkan disiplin, kontrol emosi, keberanian, serta kemampuan membaca pergerakan lawan.
Di titik tersebut, ring atau oktagon menjadi tempat untuk menguji hasil latihan secara nyata.
Empat Cabang, Empat Karakter Pertarungan
Born to Fight Vol. 2 mempertemukan empat cabang olahraga tarung dengan karakter masing-masing.
Boxing menuntut ketepatan pukulan, pergerakan kaki, pertahanan, dan kemampuan membaca lawan. Sementara itu, kickboxing menghadirkan kombinasi serangan melalui pukulan dan tendangan.
Pada MMA, fighter harus menggabungkan berbagai kemampuan pertarungan dalam satu pertandingan. Adapun cage grappling memberikan tantangan melalui teknik grappling, kontrol, dan pertarungan jarak dekat.
Meski berbeda karakter, keempat nomor tersebut memiliki satu tuntutan yang sama: kesiapan fisik dan mental.
Dari Kids hingga Senior
Kategori usia membuat Born to Fight Vol. 2 memiliki cakupan yang luas.
Bagi fighter muda, pertandingan menjadi kesempatan untuk mengenal atmosfer kompetisi. Mereka belajar mengendalikan rasa gugup, mengikuti aturan, menjalankan instruksi, dan menerima hasil pertandingan.
Sementara itu, fighter senior menghadapi tantangan dari pengalaman dan kemampuan lawan. Jam terbang memang menjadi modal, tetapi setiap pertandingan tetap menghadirkan situasi baru.
Karena itu, pengalaman tidak menghilangkan tekanan. Pengalaman justru membantu fighter mengelola tekanan dengan lebih baik.
Penonton Melihat Menit, Fighter Menjalani Proses
Pertandingan mungkin berlangsung hanya dalam hitungan menit. Namun, persiapannya dapat berlangsung jauh lebih panjang.
Fighter menjalani latihan secara rutin. Mereka membangun stamina, mengasah teknik, memperbaiki kekurangan, dan mempersiapkan strategi.
Pelatih juga memiliki peran penting dalam proses tersebut. Evaluasi latihan menjadi dasar untuk menentukan bagian yang perlu diperbaiki sebelum fighter memasuki arena.
Karena itu, pertandingan tidak hanya berbicara tentang hasil akhir.
Di balik satu pertandingan terdapat proses panjang yang tidak selalu terlihat oleh penonton.
Colomadu Menjadi Titik Temu
HAN Fighting Academy Colomadu menjadi titik temu para fighter, pelatih, keluarga, komunitas, dan pencinta olahraga tarung.
Atlet memperoleh kesempatan mengukur kemampuan melalui pertandingan. Pelatih dapat melihat perkembangan anak didiknya secara langsung. Sementara keluarga dan komunitas memberikan dukungan dari sisi luar arena.
Kehadiran sekitar 200 peserta juga menunjukkan bahwa olahraga tarung memiliki ruang yang terus berkembang di tingkat komunitas.
Born to Fight Vol. 2 kemudian tidak hanya menjadi agenda pertandingan. Event tersebut menjadi ruang pertemuan bagi berbagai unsur yang membentuk ekosistem olahraga tarung.
Dukungan Bank Artha Graha Internasional
Bank Artha Graha Internasional (AGI) turut mendukung sebagai sponsor dalam penyelenggaraan Born to Fight Vol. 2, membuka ruang kompetisi bagi atlet dari berbagai tingkatan. Dukungan ini juga menjadi wujud kepedulian AGI terhadap pembinaan olahraga usia dini sekaligus sarana edukasi perbankan bagi masyarakat, khususnya generasi muda dan komunitas olahraga.
Kehadiran sponsor menegaskan bahwa penyelenggaraan olahraga membutuhkan sinergi banyak pihak, tak hanya atlet dan pelatih, tetapi juga komunitas, media, penyelenggara, serta mitra pendukung. Melalui kolaborasi ini, ruang kompetisi bagi para fighter diharapkan terus berkembang.
Tabooo.id dan VOF Membawa Cerita dari Arena
Tabooo.id dan Voice of Fighter (VOF) hadir sebagai media partner dalam Born to Fight Vol. 2.
Publikasi menjadi bagian penting untuk membawa cerita pertandingan kepada masyarakat yang lebih luas. Sebab, olahraga tarung tidak hanya menyimpan cerita tentang siapa yang menang dan siapa yang kalah.
Ada proses latihan, keberanian, tekanan, dukungan keluarga, strategi, hingga perjuangan atlet menghadapi rasa takut dan keraguan.
Karena itu, setiap pertandingan memiliki cerita yang lebih panjang daripada hasil akhirnya.
Medali Bukan Satu-satunya Hasil
Kemenangan tentu menjadi target ketika seorang fighter memasuki arena. Namun, pengalaman bertanding juga menjadi hasil penting yang dapat dibawa pulang.
Kekalahan dapat menunjukkan kekurangan yang belum terlihat selama latihan. Sebaliknya, kemenangan dapat menjadi motivasi untuk menghadapi tantangan berikutnya.
Dengan demikian, pertandingan bukan akhir perjalanan.
Fighter dapat kembali ke sasana dengan evaluasi baru. Pelatih pun memperoleh gambaran mengenai perkembangan atlet dan bagian yang masih perlu diperbaiki.
Proses tersebut membuat pertandingan menjadi bagian dari perjalanan panjang seorang fighter.
Melawan Tekanan dari Dalam Diri
Pada akhirnya, lawan terbesar seorang fighter tidak selalu berada di seberang ring.
Keraguan dapat muncul ketika tekanan meningkat. Emosi bisa berubah ketika strategi tidak berjalan sesuai rencana. Kondisi fisik pun dapat menurun ketika pertandingan memasuki fase berat.
Karena itu, kemampuan mengendalikan diri menjadi bagian penting dalam olahraga tarung.
Born to Fight Vol. 2 memberikan ruang bagi para fighter untuk menghadapi situasi tersebut. Mereka datang membawa hasil latihan, strategi, keberanian, dan harapan.
Namun, ketika pertandingan dimulai, semua persiapan itu harus dibuktikan di arena.
Minggu, 6 September 2026, HAN Fighting Academy Colomadu menjadi panggung bagi para fighter untuk menguji kemampuan mereka. Sekitar 200 peserta dari berbagai kategori dan nomor pertandingan hadir dalam satu agenda combat sport.
Kickboxing, boxing, MMA, dan cage grappling membawa karakter masing-masing ke arena.
Namun, tujuan akhirnya tetap sama membuktikan sejauh mana latihan, teknik, keberanian, dan mental mampu bertahan ketika menghadapi tekanan pertandingan. @dimas








