Gubernur Jateng Ahmad Luthfi mendesak percepatan pemadaman TPA Putri Cempo dan meminta penanganan menyeluruh agar kebakaran tidak kembali mengancam warga.
Tabooo.id: Surakarta – Asap masih muncul dari kawasan TPA Putri Cempo, Solo. Api memang mulai terkendali, tetapi bara di dalam tumpukan sampah masih menyimpan ancaman.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meminta Pemerintah Kota Solo mempercepat penanganan kebakaran. Ia menegaskan, pemerintah tidak boleh hanya mengejar padamnya api.
Luthfi meminta seluruh pihak memastikan api tidak kembali muncul. Pada saat yang sama, pemerintah harus melindungi warga yang tinggal di sekitar kawasan TPA.
“Prioritas kita jangan sampai ini terulang-terulang kembali. Kedua, diutamakan terkait keselamatan warga,” kata Luthfi.
Api Mereda, Ancaman Belum Selesai
Kebakaran TPA Putri Cempo menunjukkan persoalan yang lebih besar daripada sekadar api. Tumpukan sampah dapat menyimpan bara dalam waktu lama.
Kondisi itu membuat proses pemadaman membutuhkan penanganan berlapis. Petugas harus memastikan bara tidak kembali memicu api setelah permukaan terlihat aman.
Karena itu, Luthfi meminta Pemkot Solo mempercepat seluruh langkah penanganan. Pemerintah juga perlu menyiapkan langkah pencegahan agar kebakaran serupa tidak terus berulang.
Di titik ini, persoalannya mulai bergeser.
Pertanyaannya bukan lagi hanya bagaimana petugas memadamkan api. Pertanyaannya juga bagaimana pengelolaan TPA mencegah kebakaran berikutnya.
Water Bombing Jadi Salah Satu Andalan
Petugas kepolisian ikut mendukung pemadaman melalui operasi water bombing. Pesawat membawa sekitar 300 liter air dalam setiap operasi.
Kapasitas tersebut membantu petugas menjangkau titik api dari udara. Namun, kondisi bara yang masih muncul membuat kebutuhan air jauh lebih besar.
Luthfi kemudian meminta dukungan tambahan kepada Mabes TNI AU melalui Lanud Adi Soemarmo. Ia menginginkan kemampuan water bombing dengan kapasitas sekitar 2.000 liter.
Langkah itu menunjukkan satu hal penting.
Pemerintah tidak bisa mengandalkan satu metode untuk menghadapi kebakaran TPA. Kondisi medan, karakter sampah, dan bara di dalam tumpukan membutuhkan strategi yang lebih kuat.
Pemkot, Pemprov, TNI, dan Polri Bergerak Bersama
Penanganan kebakaran melibatkan banyak unsur. Pemkot Solo bekerja bersama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, TNI, dan Polri.
Kolaborasi tersebut menjadi penting karena kebakaran TPA membawa dampak lintas sektor. Api membutuhkan pemadaman. Warga membutuhkan perlindungan. Sementara pemerintah harus mengendalikan dampak kesehatan dan lingkungan.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga mengerahkan layanan kesehatan melalui Dinas Kesehatan. Tim dokter spesialis bergerak melalui layanan Speling untuk memeriksa kondisi warga yang terdampak.
Langkah itu menunjukkan bahwa penanganan kebakaran tidak berhenti pada titik api.
Asap juga menjadi persoalan.
Ketika asap bergerak menuju permukiman, warga menghadapi risiko gangguan kesehatan sekaligus ketidakpastian. Mereka membutuhkan informasi yang jelas tentang kondisi udara, keamanan lingkungan, dan langkah yang harus dilakukan.
Keselamatan Warga Tidak Boleh Menunggu Api Padam
Bagi warga sekitar, kebakaran TPA bukan sekadar persoalan teknis. Asap, bau, dan ancaman api membuat aktivitas sehari-hari ikut terganggu.
Karena itu, pemerintah perlu menempatkan keselamatan warga sebagai ukuran utama keberhasilan penanganan.
Api yang mengecil belum otomatis berarti keadaan aman.
Pemerintah harus memastikan bara benar-benar terkendali. Petugas juga perlu memantau kawasan setelah proses pemadaman selesai.
Langkah tersebut penting untuk mencegah kebakaran kembali muncul ketika perhatian publik mulai beralih.
Putri Cempo dan Masalah yang Lebih Dalam
Kebakaran TPA Putri Cempo membuka kembali pertanyaan tentang pengelolaan sampah.
Tumpukan sampah menyimpan potensi bahaya ketika sistem pengelolaan tidak mampu mengendalikan risikonya. Karena itu, pemerintah perlu melihat kebakaran sebagai tanda untuk mengevaluasi sistem secara menyeluruh.
Evaluasi tidak cukup hanya setelah api padam.
Pemerintah perlu melihat cara pengelolaan sampah, pengawasan kawasan, kesiapan pemadaman, akses alat berat, hingga perlindungan warga sekitar.
Di sinilah persoalan Putri Cempo menjadi lebih besar.
Ini bukan sekadar soal memadamkan api. Ini soal bagaimana sebuah sistem pengelolaan sampah mampu mencegah api muncul kembali.
Api Bisa Padam, Masalah Belum Tentu
Kebakaran mungkin segera berakhir. Namun, pekerjaan pemerintah belum selesai ketika asap terakhir menghilang.
Pemerintah harus memastikan bara tidak kembali menyala. Pemerintah juga harus memastikan warga mendapat perlindungan yang memadai.
Lebih jauh lagi, evaluasi harus menghasilkan perubahan nyata dalam pengelolaan TPA.
Sebab keberhasilan tidak cukup diukur dari berapa cepat petugas memadamkan api.
Keberhasilan juga terlihat ketika warga tidak lagi menghadapi ketakutan yang sama pada kebakaran berikutnya.
Putri Cempo memberi peringatan sederhana api dapat dipadamkan dari atas, tetapi akar masalahnya harus diselesaikan dari sistem. @dimas








