Selasa, Agustus 25, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Aksi Muslim Soloraya di Gladag, LGBTQ dan Miras Jadi Sorotan

by dimas
Agustus 25, 2026
in Reality, Regional
A A
Home Reality
Share on Facebook
Share on Twitter
Aksi Muslim Soloraya di Gladag Solo menyoroti isu LGBTQ dan miras, sekaligus mendorong pemerintah memperkuat moral, pendidikan akhlak, dan penegakan hukum.

Tabooo.id: Surakarta – Ratusan orang yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Muslim Soloraya menggelar aksi damai di Bundaran Gladag, Jalan Slamet Riyadi, Solo, Sabtu (22/8/2026).

Massa membawa tema “Islam Mengharamkan LGBTQ, Miras dan Penistaan Agama.” Mereka menyuarakan keresahan terhadap isu LGBTQ, peredaran minuman keras, penistaan agama, pornografi, dan pergaulan bebas.

Koordinator Lapangan Rifai mengatakan massa menggelar aksi karena melihat kampanye normalisasi LGBTQ semakin marak. Ia juga menyoroti peredaran minuman keras serta persoalan sosial lain yang menurutnya dapat mengganggu keluarga dan generasi muda.

“Yang pertama kita menolak LGBTQ, dan kedua kita mendorong pemerintah untuk melarang dan menghentikan produksi, distribusi, penjualan, promosi hingga konsumsi miras legal maupun ilegal,” kata Rifai saat dihubungi Tabooo.id.

Massa Dorong Pemerintah Hentikan Peredaran Miras

Rifai meminta pemerintah menghentikan seluruh mata rantai peredaran minuman keras.

Ini Belum Selesai

Born to Fight Vol. 2: Ring Colomadu Uji Nyali dan Mental Fighter

Desil Warga Solo Naik karena Pinjol, Bansos Terhenti karena Judol

Ia menyebut tuntutan itu mencakup produksi, distribusi, penjualan, promosi, hingga konsumsi miras. Menurut dia, pemerintah perlu mengambil langkah terhadap peredaran miras legal maupun ilegal.

Tuntutan tersebut menunjukkan bahwa massa tidak hanya mempersoalkan konsumsi miras. Mereka juga meminta pemerintah memperketat seluruh jalur yang membuat produk tersebut beredar di masyarakat.

Desak Aparat Tindak Penistaan Agama

Massa juga membawa isu penistaan agama dalam aksi tersebut.

Rifai meminta aparat penegak hukum segera memproses setiap tindakan yang memenuhi unsur pelecehan atau penistaan agama.

“Kami mendesak aparat hukum untuk menindak tegas segala bentuk pelecehan dan penistaan agama,” ujarnya.

Tuntutan itu menempatkan aparat hukum sebagai salah satu pihak yang mereka dorong untuk merespons persoalan tersebut.

Namun, proses hukum tetap membutuhkan pembuktian dan mekanisme yang berlaku. Aparat harus membedakan kritik, ekspresi, dan tindakan yang benar-benar memenuhi unsur pelanggaran hukum.

Pendidikan Akhlak Masuk Dalam Tuntutan

Aliansi Masyarakat Muslim Soloraya juga meminta pemerintah memperkuat pendidikan agama dan akhlak sejak usia dini.

“Kami juga berharap kepada pemerintah untuk memperkuat agama dan akhlak sejak dini,” kata Rifai.

Menurut dia, pemerintah, ulama, dan masyarakat perlu membangun kerja bersama untuk melindungi generasi muda dari berbagai perilaku yang mereka nilai merusak akhlak.

Rifai juga berharap pemerintah menciptakan ruang sosial yang aman bagi generasi muda. Ia mengaitkan harapan tersebut dengan penegakan hukum yang adil dan upaya mencegah berbagai bentuk kemaksiatan serta kerusakan moral.

Massa Disebut Capai 500 hingga 800 Orang

Rifai memperkirakan massa aksi mencapai 500 hingga 800 orang. Peserta, kata dia, datang dari sejumlah wilayah di eks Karesidenan Surakarta.

Massa menyampaikan aspirasi melalui orasi dan sejumlah seruan terkait isu yang mereka angkat.

Aksi tersebut menjadikan Bundaran Gladag sebagai ruang untuk menyampaikan keresahan sosial. Massa membawa isu agama dan moral ke tengah ruang publik kota.

Ketika Moral Masuk ke Ruang Publik

Aksi di Gladag memperlihatkan pertarungan narasi yang lebih luas. Massa tidak hanya menyampaikan penolakan terhadap LGBTQ, miras, dan penistaan agama.

Mereka juga menawarkan cara pandang tentang bagaimana masyarakat, pemerintah, dan lembaga agama harus menjaga generasi muda.

Di sinilah persoalannya menjadi lebih kompleks.

Pemerintah harus merespons keresahan masyarakat tanpa mengabaikan prinsip hukum. Aparat juga harus menindak pelanggaran berdasarkan bukti dan aturan, bukan semata-mata tekanan massa.

Isu LGBTQ pun membutuhkan kehati-hatian dalam pemberitaan. Penolakan suatu kelompok terhadap LGBTQ merupakan sikap politik atau sosial kelompok tersebut. Sikap itu tidak otomatis membuktikan adanya pelanggaran hukum.

Begitu pula isu minuman keras. Pemerintah dapat mengatur produksi, distribusi, penjualan, dan konsumsi melalui kebijakan yang berlaku. Tetapi setiap tindakan penegakan hukum tetap membutuhkan dasar dan prosedur yang jelas.

Solo Menghadapi Perdebatan tentang Batas Moral dan Negara

Aksi tersebut akhirnya membuka pertanyaan yang lebih besar bagi Solo Raya.

Seberapa jauh negara harus merespons tuntutan moral dari kelompok masyarakat?

Bagaimana pemerintah menjaga ketertiban tanpa mengabaikan hak warga?

Dan bagaimana masyarakat menyampaikan perbedaan pandangan tanpa mengubah ruang publik menjadi arena permusuhan?

Pertanyaan itu penting karena demokrasi tidak hanya membutuhkan kebebasan menyampaikan aspirasi. Demokrasi juga membutuhkan hukum yang konsisten, perlindungan terhadap warga, dan ruang dialog.

Aksi di Gladag bukan sekadar soal LGBTQ, miras, atau penistaan agama. Aksi ini memperlihatkan perebutan narasi tentang moral, keluarga, agama, dan batas kewenangan negara di ruang publik Solo Raya. @dimas

Tags: Aksi Muslim SolorayaGladag SoloLGBTQMirasPenistaan Agama

Kamu Melewatkan Ini

No Content Available
Next Post
Born to Fight Vol. 2: Ring Colomadu Uji Nyali dan Mental Fighter

Born to Fight Vol. 2: Ring Colomadu Uji Nyali dan Mental Fighter

Madilog Series

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Agustus 24, 2026
Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026

Marx Series

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id