Selasa, Juli 28, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Sarapan Berujung Maut: Bentrokan Menteng Tewaskan Satu Orang

by dimas
Juli 27, 2026
in Reality, Regional
A A
Home Reality
Share on FacebookShare on Twitter
Bentrokan di Jalan Tambak, Menteng, Jakarta Pusat, yang berawal dari cekcok saat membeli nasi uduk menewaskan satu orang. Polisi masih mengusut kronologi dan peran para pelaku.

Tabooo.id: Jakarta – Pagi di Jalan Tambak, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (26/7/2026), seharusnya menjadi awal aktivitas warga. Namun, suasana berubah menjadi kepanikan ketika pertengkaran sederhana saat membeli nasi uduk menjelma bentrokan antarkelompok. Dalam hitungan menit, amarah merambat ke jalanan, membakar sepeda motor, merusak bangunan, dan akhirnya merenggut satu nyawa.

Konflik itu memperlihatkan betapa tipisnya batas antara persoalan sepele dan kekerasan massal ketika emosi mengalahkan akal sehat. Perselisihan yang semula hanya melibatkan beberapa orang berkembang menjadi aksi saling serang yang menyeret banyak warga.

Kasi Humas Polres Metro Jakarta Pusat Iptu Erlyn membenarkan insiden tersebut. Polisi kini terus mendalami penyebab bentrokan sekaligus mengusut peran setiap orang yang terlibat.

“Benar telah terjadi bentrokan di Jalan Tambak, Menteng. Saat ini Satreskrim Polres Metro Jakarta Pusat masih melakukan penyelidikan dan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi,” kata Erlyn.

Cekcok Kecil Berubah Menjadi Bentrokan

Kasat Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Heri Saputra menjelaskan bentrokan bermula sekitar pukul 06.00 WIB ketika dua pria membeli nasi uduk di kawasan Jalan Tambak.

Ini Belum Selesai

“Jurnalis Bukan Londo Ireng”, Insan Pers Solo Gelar Aksi Bela Kebebasan Pers

Dari Medan Perang ke Ring Dunia, Begini Perjalanan Muay Thai Menjadi Identitas Thailand

Menurut Roby, penyidik masih menemukan dua versi keterangan dari para saksi mengenai awal perselisihan tersebut.

“Awalnya ada dua orang membeli nasi uduk. Berdasarkan keterangan saksi, mereka merasa pelayanan pedagang kurang memuaskan. Namun, ada juga saksi yang menyebut kedua orang tersebut pergi tanpa membayar makanan yang telah dipesan,” ujar Roby.

Perbedaan keterangan itu memicu adu mulut. Salah seorang pembeli kemudian menggeber sepeda motornya tepat di depan lapak sebelum meninggalkan lokasi.

Tidak lama kemudian, kedua pria tersebut kembali bersama sejumlah rekannya. Kedatangan mereka mengubah pertengkaran kecil menjadi kerusuhan terbuka.

“Mereka datang lagi membawa teman-temannya lalu merusak gerobak nasi uduk. Warga yang melihat kejadian itu bereaksi sehingga bentrokan tidak bisa dihindari,” lanjut Roby.

Amarah Menjalar ke Jalanan

Ketegangan meningkat hanya dalam hitungan menit. Kedua kelompok saling menyerang hingga bentrokan meluas di sepanjang Jalan Tambak. Warga berlarian menyelamatkan diri, sementara sebagian lainnya berusaha melerai pertikaian yang terus membesar.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Reynold Hutagalung mengatakan situasi berkembang sangat cepat karena kedua kelompok sama-sama terpancing emosi. Polisi kemudian mengerahkan personel untuk memisahkan massa dan menguasai lokasi.

“Awalnya hanya persoalan kecil, tetapi kemudian berkembang menjadi bentrokan antarkelompok. Anggota kami langsung turun ke lokasi untuk membubarkan massa dan mengamankan situasi,” kata Reynold.

Kerusuhan tersebut meninggalkan jejak kerusakan yang cukup parah. Api melalap satu sepeda motor, sementara bangunan di sekitar lokasi turut mengalami kerusakan. Batu-batu berserakan di jalan dengan bercak darah menjadi saksi kerasnya bentrokan yang terjadi pada pagi itu.

Petugas kemudian mengamankan tempat kejadian perkara dan melakukan olah TKP. Hingga proses penyelidikan berlangsung, polisi belum menemukan senjata tajam di lokasi bentrokan.

Satu Nyawa Melayang, Polisi Bergerak Cepat

Bentrok itu mengakibatkan dua orang mengalami luka serius. Tim medis segera mengevakuasi keduanya ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) untuk mendapatkan penanganan.

Korban berinisial K (23) meninggal dunia akibat luka yang dideritanya. Sementara itu, korban lain berinisial DS masih menjalani perawatan intensif karena mengalami luka serius.

Setelah situasi terkendali, penyidik langsung bergerak mengidentifikasi para pelaku yang diduga terlibat dalam bentrokan.

“Kami sudah mengamankan tiga orang berinisial S, T, dan U yang diduga terlibat dalam peristiwa tersebut. Selain itu, penyidik juga memeriksa sekitar 15 orang saksi untuk mengungkap secara utuh rangkaian kejadian,” ujar Reynold.

Polisi juga mencocokkan seluruh keterangan saksi dengan hasil olah TKP serta barang bukti yang berhasil dikumpulkan di lokasi.

Penyidikan Masih Berlanjut

Hingga kini, penyidik masih menelusuri penyebab utama bentrokan, termasuk memastikan apakah konflik benar-benar bermula karena persoalan pelayanan atau dugaan tidak membayar makanan. Penyidik kini mengusut peran setiap pihak yang terlibat untuk memastikan proses hukum bertumpu pada fakta yang dapat dipertanggungjawabkan.

“Kami masih mendalami seluruh rangkaian peristiwa, termasuk motif dan peran setiap orang yang terlibat. Semua akan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” tegas Reynold.

Peristiwa di Menteng kembali menunjukkan bahwa persoalan kecil dapat berubah menjadi tragedi ketika amarah menguasai keadaan. Amarah mengubah perselisihan kecil menjadi aksi kekerasan yang merusak fasilitas umum, melukai sejumlah orang, dan merenggut satu nyawa.

Polisi mengimbau masyarakat untuk menahan diri serta tidak menyelesaikan persoalan melalui aksi main hakim sendiri. Polisi juga meminta warga yang mengetahui rangkaian kejadian untuk memberikan keterangan kepada penyidik agar penyidik dapat mengungkap seluruh fakta secara utuh dan menindak setiap pihak yang bertanggung jawab sesuai hukum. @dimas

Tags: Bentrokan MentengJakarta PusatJalan TambakKonflik SosialNasi Uduk

Kamu Melewatkan Ini

Batal Nikah, Somasi, Datang Lagi: Drama Briptu Densus 88, Luka Yang Belum Selesai

Batal Nikah, Somasi, Datang Lagi: Drama Briptu Densus 88, Luka Yang Belum Selesai

by teguh
Mei 24, 2026

Kadang luka tidak muncul karena perpisahan. Luka justru tumbuh ketika harapan berdiri terlalu dekat dengan hari bahagia. Apalagi Batal Nikah,...

Mengapa Tragedi Infrastruktur di Papua Terus Berulang?

Mengapa Tragedi Infrastruktur di Papua Terus Berulang?

by teguh
Mei 18, 2026

Infrastruktur di Papua bukan cuma soal membangun, tapi memastikan masyarakat tetap aman saat menggunakannya. Kalimat itu sering muncul dalam diskusi...

LPDP Jakarta 2027: Jalan Naik Kelas atau Program Pencitraan Baru?

LPDP Jakarta 2027: Jalan Naik Kelas atau Program Pencitraan Baru?

by teguh
April 20, 2026

Seratus mahasiswa, dana APBD, dan janji kuliah ke luar negeri. Sekilas, rencana LPDP khusus Jakarta terdengar seperti kabar baik untuk...

Next Post
Kematian Sutrimo: Di Balik Bayang-bayang Kasus Febrie

Kematian Sutrimo: Di Balik Bayang-bayang Kasus Febrie

Madilog Series

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026

Marx Series

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id