TABOOO Book Club menghadirkan bedah buku budaya bersama Akhlis Syamsal untuk menghubungkan sejarah, literasi, dan pengetahuan dalam semangat From Reality to Narrative.
Tabooo.id – Sebuah buku tidak pernah berhenti bekerja ketika pembaca menutup halaman terakhirnya. Justru pada saat itulah sebuah gagasan mulai bergerak. Pembaca mendiskusikannya, mengujinya, lalu menghubungkannya dengan realitas yang mereka hadapi setiap hari. Dari proses itulah pengetahuan terus bertumbuh.
Keyakinan tersebut melahirkan TABOOO Book Club, salah satu ruang belajar dalam rangkaian TABOOO Cultural Production di Bersih Desa Winongo 2026.
Program ini mengusung tema “From Reality to Narrative.” Tema tersebut mengajak masyarakat memahami perjalanan sebuah pengetahuan. Realitas melahirkan cerita. Cerita berkembang menjadi narasi. Selanjutnya, narasi membentuk pengetahuan yang mampu bertahan melampaui zamannya.
Karena itu, Tabooo tidak memandang literasi sebagai kegiatan membaca semata. Tabooo mendorong masyarakat berdiskusi, mengkritisi, lalu mengembangkan gagasan agar budaya tetap hidup di tengah perubahan zaman.
Bedah Buku Membuka Cara Pandang Baru
TABOOO Book Club menghadirkan Akhlis Syamsal, S.Pd., M.Pd., penulis buku Benteng Terakhir Kasultanan Yogyakarta, dosen FUAD UIN Ponorogo, sekaligus pengkaji sejarah dan budaya lokal.
Akhlis Syamsal akan membagikan perjalanan lahirnya buku tersebut. Ia menjelaskan proses riset lapangan, penelusuran arsip, pengumpulan data, hingga penyusunan narasi sejarah yang dapat dipahami masyarakat luas.
Selain membahas isi buku, ia juga mengajak peserta melihat sejarah dari sudut pandang yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari. Dengan cara itu, peserta tidak hanya mengenal masa lalu, tetapi juga memahami hubungan sejarah dengan persoalan sosial dan budaya pada masa kini.
Buku Menjaga Peradaban
Arus informasi digital bergerak semakin cepat. Namun, kecepatan tidak selalu menghasilkan pemahaman yang mendalam.
Buku menawarkan ruang untuk berpikir lebih tenang. Penulis menyusun setiap halaman melalui penelitian, refleksi, dan proses yang panjang. Karena itu, sebuah buku menyimpan lebih dari sekadar informasi.
Buku menjaga ingatan, buku merekam perubahan dan buku menghubungkan generasi.
Lewat buku, masyarakat dapat memahami tradisi tanpa harus mengalami langsung setiap peristiwa yang pernah terjadi.
Dari Realitas Menjadi Pengetahuan
Filosofi “From Reality to Narrative” menjadi benang merah seluruh kegiatan TABOOO Cultural Production.
Setiap karya selalu berawal dari realitas. Penulis mengamati kehidupan masyarakat, melakukan penelitian, kemudian mengolah berbagai fakta menjadi narasi yang utuh.
Setelah proses tersebut selesai, narasi berkembang menjadi buku yang dapat dipelajari, didiskusikan, dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
Dengan demikian, budaya tidak berhenti sebagai cerita lisan. Budaya terus hidup melalui dokumentasi yang dapat dibaca siapa saja.
Diskusi yang Menghidupkan Gagasan
TABOOO Book Club tidak hanya mempertemukan penulis dan pembaca.
Forum ini juga mempertemukan mahasiswa, pelajar, guru, pegiat literasi, komunitas sejarah, peneliti, dan masyarakat umum dalam satu ruang dialog.
Peserta dapat bertanya langsung kepada penulis mengenai proses kreatif, metode penelitian, hingga tantangan menyusun karya sejarah.
Diskusi tersebut mendorong peserta berpikir lebih kritis. Selain itu, forum ini membuka ruang untuk bertukar pengalaman dan memperkaya sudut pandang mengenai sejarah, budaya, serta identitas masyarakat.
Literasi Menjadi Bagian dari Ekosistem Budaya
TABOOO Book Club melengkapi dua ruang belajar lain dalam TABOOO Cultural Production.
Cinema Lab mengajarkan cara mengubah realitas menjadi bahasa visual.
Journalism Lab mengajarkan cara mengubah fakta menjadi narasi publik.
Sementara itu, Book Club menunjukkan bagaimana penulis mengembangkan realitas menjadi pengetahuan yang terdokumentasi dalam sebuah buku.
Ketiga laboratorium tersebut saling melengkapi. Film merekam budaya. Buku menjelaskan maknanya. Jurnalisme menyampaikan keduanya kepada masyarakat.
Melalui pendekatan itu, Bersih Desa Winongo 2026 tidak hanya menghadirkan perayaan budaya. Kegiatan ini juga membangun ruang belajar yang melahirkan karya, pengetahuan, dan kolaborasi baru.
Daftar dan Ikuti TABOOO Book Club
TABOOO Book Club akan berlangsung pada:
Selasa, 7 Juli 2026
19.00-21.00 WIB
Balai Kelurahan Winongo, Kota Madiun
Kegiatan ini terbuka bagi mahasiswa, pelajar, guru, komunitas literasi, pegiat sejarah, penulis, peneliti, dan masyarakat umum yang ingin memperdalam pemahaman tentang budaya serta sejarah lokal.
Taboooo telah membuka pendaftaran secara daring. Calon peserta dapat mengisi formulir melalui tautan resmi pendaftaran TABOOO Book Club atau memindai QR Code pada materi publikasi TABOOO Cultural Production.
Link Pendaftaran TABOOO Book Club
Panitia membatasi jumlah peserta agar setiap sesi berlangsung lebih interaktif. Karena itu, masyarakat sebaiknya segera mendaftarkan diri sebelum kuota terpenuhi.
Sebab, setiap buku selalu berawal dari sebuah cerita. Namun, masyarakatlah yang menjaga cerita itu tetap hidup melalui tradisi membaca, berdiskusi, dan mewariskannya kepada generasi berikutnya. @dimas






