Suran Agung PSHW ke-123 menjadi momentum mempererat persaudaraan melalui konsep Purabaya, sekaligus mengajak seluruh warga menjaga ketertiban dan zero insiden.
Tabooo.id: Madiun – Persaudaraan Setia Hati Winongo (PSHW) akan menggelar puncak Suran Agung ke-123 Tahun 2026 pada Minggu, (28/6/2026), di Kota Madiun. Ribuan warga persaudaraan dari berbagai koordinator lapangan (korlap) wilayah Mataraman dan sekitarnya dijadwalkan hadir dalam agenda tahunan tersebut.
Tahun ini, Suran Agung mengusung konsep Purabaya. Panitia mengangkat tema “Meneguhkan Kesucian dan Kebenaran, Merawat Perdamaian, Menguatkan Persaudaraan dan Persatuan untuk Kesejahteraan Bersama.”
Tema tersebut menjadi pijakan seluruh rangkaian kegiatan. Panitia juga mengajak seluruh warga menjaga ketertiban, persatuan, dan kedamaian selama Suran Agung berlangsung.
Purabaya Jadi Spirit Suran Agung
Panitia memilih konsep Purabaya sebagai identitas Suran Agung ke-123. Konsep ini menegaskan komitmen PSHW dalam merawat ajaran, memperkuat persaudaraan, dan menjaga nilai luhur yang diwariskan para pendahulu.
Melalui tema tahun ini, PSHW mengajak seluruh warga menjunjung kesucian hati, menegakkan kebenaran, dan mempererat persatuan. Organisasi juga berharap seluruh peserta mampu menghadirkan suasana yang damai selama kegiatan berlangsung.
Seluruh Warga Wajib Jaga Ketertiban
Panitia menargetkan pelaksanaan Suran Agung 2026 berlangsung tanpa insiden. Karena itu, seluruh warga wajib menaati aturan dan maklumat keamanan yang berlaku.
Panitia melarang peserta melakukan konvoi menggunakan kendaraan bermotor. Seluruh warga juga harus menjaga nama baik organisasi, menghormati masyarakat, dan mematuhi arahan petugas selama berada di Madiun.
Komitmen tersebut menjadi bagian penting dalam mewujudkan Suran Agung yang aman, tertib, dan kondusif.
Polisi Siapkan Pengamanan dan Rekayasa Lalu Lintas
Polres Madiun Kota bersama Polres Ngawi telah menyusun skema pengamanan untuk mendukung kelancaran kegiatan.
Petugas akan mengawal jalur keberangkatan dan kepulangan peserta. Polisi juga akan menerapkan penyekatan serta pengalihan arus di sejumlah titik rawan di kawasan Madiun Raya.
Langkah itu bertujuan mengurangi kepadatan kendaraan sekaligus menjaga keamanan seluruh peserta dan masyarakat.
Polisi mengimbau pengguna jalan agar menyesuaikan waktu perjalanan. Masyarakat juga diminta mengikuti arahan petugas selama rekayasa lalu lintas berlangsung.
Ribuan Warga Hadir di Madiun
Pusat kegiatan Suran Agung tahun ini berada di wilayah Madiun. Ribuan warga PSHW dari berbagai daerah dijadwalkan mengikuti acara tersebut.
Suran Agung bukan sekadar agenda tahunan organisasi. Momentum ini juga mempertemukan saudara seasuhan dari berbagai daerah dalam satu ikatan persaudaraan.
Selain mempererat silaturahmi, kegiatan ini menjadi ruang untuk melestarikan pencak silat sebagai warisan budaya bangsa sekaligus memperkuat nilai budi pekerti dalam kehidupan bermasyarakat.
Persaudaraan Jadi Ukuran Keberhasilan
Bagi PSHW, keberhasilan Suran Agung tidak hanya diukur dari kemeriahan acara. Organisasi juga menilai keberhasilan melalui kedisiplinan, ketertiban, dan sikap seluruh warga selama kegiatan berlangsung.
Karena itu, panitia mengajak seluruh peserta menjadikan Suran Agung sebagai momentum memperlihatkan wajah persaudaraan yang damai dan bertanggung jawab.
Dengan semangat Purabaya dan komitmen zero insiden, PSHW berharap Suran Agung ke-123 mampu menjadi contoh bahwa tradisi besar dapat berjalan aman, tertib, dan memberi manfaat bagi masyarakat luas. @dimas







