Tabooo.id: Entertainment – Pernah dengar lagu yang tiba-tiba muncul di mana-mana? Di radio, di kafe, di TikTok, di acara nikahan, bahkan di warung bakso sebelah rumah Nah, itulah Golden. Lagu yang tadinya cuma “pendukung cerita” di KPop Demon Hunters, tapi sekarang menjelma jadi penguasa ekosistem pop. Dan jujur saja, pada titik ini, kalau Golden tiba-tiba ikut mengatur cuaca, mungkin kita semua cuma angkat bahu “Ya sudah, pantas aja.”
Fenomena yang Naik Tanpa Rem
Golden pertama kali muncul di film KPop Demon Hunters, saat HUNTR/X merilis single terbaru mereka di adegan pembuka. Momen itu langsung menarik perhatian. Padahal, single pertama dari album KPop Demon Hunters (Soundtrack from the Netflix Film) adalah Takedown (Twice Version) yang rilis pada Juni 2025. Tetapi begitu Golden meluncur sebagai single pada Juli 2025, seluruh dunia seperti menekan tombol “skip reality” dan fokus ke lagu itu.
Streaming melonjak 272 persen, debut di posisi 81 Billboard Hot 100, dan dua minggu kemudian sudah melesat ke Top 10. Tak cukup sampai di situ, Golden akhirnya menabrak posisi nomor satu pada 11 Agustus 2025 dan bertahan selama lima minggu.
Itu belum termasuk pencapaian lain menyalip BLACKPINK di Spotify US, menantang dominasi BTS, serta mengumpulkan prestasi chart multikontinen dari Korea sampai Amerika Latin.
Di Korea Selatan, Golden bahkan meraih perfect all-kill dan memecahkan rekor jam perfect all-kill terbanyak dalam sejarah K-pop. Di Eropa dan Amerika Latin, lagu ini menjejak puncak seperti turis super ambisius yang ingin foto di semua landmark dunia.
Dan puncaknya? Empat nominasi Grammy 2026, termasuk Song of the Year. Yup. Lagu dari karakter animasi. Masuk kategori paling prestise di ajang paling elit musik global.
Hiburan, Tapi Kok “Ngena”?
Fenomena Golden bukan cuma cerita soal hook catchy dan produksi mewah. Ada sesuatu yang lebih publik sedang butuh pelarian. Kita hidup di era di mana dunia terasa chaotic drama politik, ekonomi seret, timeline penuh keributan. Dan tiba-tiba muncul lagu dengan melodi mengangkat mood, visual animasi penuh energi, dan narasi gadis-gadis pemberani melawan iblis.
Di tengah realita yang membebani, Golden datang sebagai kapsul vitamin pop. Sebuah “fantasi legal” untuk rehat dari kenyataan.
Menariknya, kesuksesan lagu ini juga menunjukkan sesuatu yang lebih besar batas antara artis nyata dan karakter fiksi sudah makin tipis. HUNTR/X, grup animasi, menyalip grup dunia nyata. Kita sebenarnya sedang menyaksikan era baru di mana identitas digital bukan sekadar gimmick, tapi ekosistem hiburan yang punya daya gempur global.
Apakah ini kabar baik atau pertanda kita makin nyaman hidup di dunia fiksi, Mungkin keduanya. Yang jelas industri musik kini tak lagi dikunci oleh wajah manusia tapi oleh cerita yang kuat, eksekusi yang rapi, dan dukungan fandom internasional yang bergerak seperti negara sendiri.
Refleksi Ringan
Akhirnya, Golden mengingatkan kita bahwa hiburan kadang lebih jujur dari dunia nyata. Ia muncul, meledak, dan menular hanya karena orang-orang butuh sesuatu yang membuat hari mereka terasa lebih mudah dijalani.
Jadi, kalau lagu ini masih terus berkeliaran di kepala kamu ya biarkan saja. Dunia lagi ribut, hati kita butuh jeda.
Dan siapa tahu, suatu hari nanti kita bisa bilang “Aku pernah hidup di era ketika karakter animasi masuk nominasi Song of the Year. @teguh




