Rabu, Mei 27, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Dari Muzdalifah ke Mina: Jutaan Langkah Menuju Lempar Jumrah

by dimas
Mei 27, 2026
in Global, Reality
A A
Home Reality Global
Share on FacebookShare on Twitter
Lempar Jumrah Aqabah di Mina menjadi ujian fisik dan mental bagi jutaan jemaah haji yang berjalan di tengah panas dan kepadatan massa.

Tabooo.id: Reality – Langit Mina belum benar-benar terang ketika gelombang manusia mulai bergerak menuju Jamarat. Setelah menjalani wukuf di Arafah dan mabit di Muzdalifah, jutaan jemaah kini memasuki fase paling padat dalam ibadah haji lempar Jumrah Aqabah.

Hari ini, 10 Zulhijah, menjadi awal rangkaian pelemparan jumrah yang berlangsung hingga 13 Zulhijah. Ribuan jemaah haji Indonesia mulai berjalan bertahap dari tenda Mina menuju area Jamarat sejak tengah malam.

Mereka berjalan di tengah suhu panas, arus manusia yang padat, dan jarak tempuh yang tidak pendek. Dalam satu kali perjalanan, jemaah rata-rata harus menempuh jarak sekitar 9 hingga 10 kilometer.

Ribuan Jemaah Mulai Bergerak ke Jamarat

Perjalanan menuju lokasi pelemparan jumrah mencapai sekitar 4,4 kilometer. Setelah selesai melontar jumrah, jemaah kembali ke tenda Mina dengan jarak sekitar 6,2 kilometer.

Di jalur pedestrian Mina, banyak lansia berjalan perlahan sambil memegang tongkat. Sebagian jemaah memilih berhenti sejenak di pinggir jalan untuk mengatur napas. Namun arus manusia terus bergerak tanpa henti.

Ini Belum Selesai

Krisis Juleha: Ketika Semua Daging Kurban Harus Cepat Selesai

Garebeg Besar Karaton Surakarta: Simbol Budaya dan Harapan

“Kami baru saja menyelesaikan ibadah Shalat Subuh. Insyaallah pada pukul 10 pagi waktu Arab Saudi atau pukul 15.00 Wita, seluruh jemaah akan melontar jumrah,” kata Ali Lihawa Ali.

Ali menjelaskan sebanyak 393 jemaah Kloter 30 UPG kini berada di tenda Mina setelah menyelesaikan wukuf di Arafah dan mabit di Muzdalifah.

Menurutnya, seluruh jemaah dalam kondisi sehat dan mampu menjalankan ibadah dengan baik di tengah padatnya fase puncak haji.

“Alhamdulillah seluruhnya dapat beribadah dengan lancar dan sehat,” ujarnya.

PPIH Siagakan Posko dan Petugas Kesehatan

PPIH Arab Saudi mulai memperketat pengamanan di jalur menuju Jamarat. Petugas menyiagakan sedikitnya 15 posko di sepanjang rute dari tenda Mina menuju area pelemparan jumrah.

Setiap posko dijaga sekitar lima hingga delapan petugas untuk membantu mengurai kepadatan dan memberi bantuan cepat kepada jemaah.

Selain itu, PPIH Arab Saudi juga menempatkan sekitar 1.200 petugas kesehatan khusus di kawasan Mina. Klinik kesehatan di area tenda beroperasi selama 24 jam untuk mengantisipasi kelelahan, dehidrasi, hingga heatstroke.

Langkah itu menjadi penting karena fase Mina selalu menjadi titik paling berat dalam penyelenggaraan ibadah haji.

Haji Modern dan Risiko Kepadatan Manusia

Di era modern dengan infrastruktur raksasa dan teknologi pengaturan massa, Mina tetap menyimpan tantangan besar. Jutaan orang bergerak dalam waktu hampir bersamaan dengan tujuan yang sama.

Satu jalur yang terlalu padat atau satu kepanikan kecil bisa memicu situasi berbahaya.

Namun jutaan jemaah tetap melangkah.

Mereka datang dari berbagai negara, bahasa, usia, dan latar belakang ekonomi. Di Mina, semua berdiri dalam posisi yang sama: manusia yang sedang mencari pengampunan sambil menguji batas fisiknya sendiri.

Ini bukan sekadar ritual melempar jumrah. Ini juga perjalanan tentang kesabaran, ketahanan, dan keyakinan.

Di tengah dunia yang semakin cepat dan individualistis, jutaan orang masih rela berjalan berkilometer di bawah terik matahari demi sebuah keyakinan yang mereka anggap lebih besar dari dirinya sendiri.ang bagaimana manusia rela menempuh rasa lelah luar biasa demi sesuatu yang mereka yakini lebih besar dari dirinya sendiri.

Lalu pertanyaannya: di dunia yang makin cepat dan individualistis, masihkah manusia punya ketahanan sebesar itu untuk sebuah keyakinan? @dimas

Tags: Haji 2026Idul AdhaJemaah Haji IndonesiaLempar JumrahMinaMuzdalifahPPIH Arab SaudiWukuf Arafah

Kamu Melewatkan Ini

Jemaah Haji Indonesia Menuju Arafah: Jutaan Langkah ke Puncak Haji

Jemaah Haji Indonesia Menuju Arafah: Jutaan Langkah ke Puncak Haji

by dimas
Mei 25, 2026

Jemaah haji Indonesia mulai bergerak menuju Arafah di tengah kepadatan jutaan manusia menjelang puncak ibadah haji 2026. Tabooo.id: Reality -...

Idul Adha dan Krisis Keikhlasan di Era Validasi Sosial

Idul Adha dan Krisis Keikhlasan di Era Validasi Sosial

by dimas
Mei 25, 2026

Idul Adha mengajarkan keikhlasan di tengah dunia yang sibuk mengejar pengakuan dan sorotan media sosial. Tabooo.id - Dunia hari ini...

Next Post
Urban Culture dan Matinya Ingatan Kota

Urban Culture dan Matinya Ingatan Kota

Pilihan Tabooo

Sebelum Menyalahkan Negara, Pernahkah Kita Berkaca?

Sebelum Menyalahkan Negara, Pernahkah Kita Berkaca?

Mei 24, 2026

Realita Hari Ini

Garebeg Besar Karaton Surakarta: Simbol Budaya dan Harapan

Garebeg Besar Karaton Surakarta: Simbol Budaya dan Harapan

Mei 27, 2026

Dewan Pers Soroti Dugaan Penculikan Wartawan Indonesia oleh Tentara Israel

Mei 19, 2026

Dari Muzdalifah ke Mina: Jutaan Langkah Menuju Lempar Jumrah

Mei 27, 2026

Krisis Juleha: Ketika Semua Daging Kurban Harus Cepat Selesai

Mei 27, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id