Kalau tentara mulai patroli jalanan, pertanyaannya bukan lagi siapa takut begal. Pertanyaannya berubah seberapa genting kondisi Jakarta sekarang?
Tabooo.id: Kodam Jaya kini membantu Polda Metro Jaya memburu begal yang marak di Jakarta dan sekitarnya. Langkah ini muncul saat angka kriminal jalanan naik dan rasa aman warga mulai goyah.
Kepala Penerangan Kodam Jaya Letkol Arh. Noor Iskak mengatakan TNI membantu kepolisian lewat skema Operasi Militer Selain Perang (OMSP). Polda Metro Jaya meminta dukungan itu secara resmi.
“Dalam kegiatan patroli kita mendukung sesuai dengan permintaan dari Polda Metro Jaya, sedangkan penindakan hukum terhadap begal tetap dilaksanakan oleh kepolisian,” kata Noor Iskak, Senin (25/05/2026).
Kodam Jaya mengirim personel Kodim sesuai wilayah masing-masing. Sejumlah satuan lain juga ikut memperkuat patroli malam.
Masalahnya, Jakarta memang sedang menghadapi lonjakan kriminal jalanan.
1.283 Laporan Polisi dalam Sebulan
Polda Metro Jaya menerima 1.283 laporan polisi sepanjang Mei 2026. Polisi lalu mengungkap 870 kasus kejahatan jalanan dan menangkap 173 tersangka.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin menyebut angka kriminal jalanan naik dalam beberapa pekan terakhir.
“Polda Metro Jaya bersama Polres jajaran telah mengungkap 127 laporan polisi dengan 173 tersangka,” ujar Iman saat konferensi pers, Jumat (22/5).
Polisi mencatat 651 kasus pencurian dengan pemberatan, 396 pencurian biasa, 209 pencurian kendaraan bermotor, dan 27 pencurian dengan kekerasan.
Angka itu mengirim pesan jelas jalanan Jakarta sedang tidak baik-baik saja.
Polisi Jaga Jakarta Selatan Semalaman
Polres Metro Jakarta Selatan juga memperbesar patroli malam. Polisi bergerak sejak Sabtu 23/05/2026 pukul 23.00 WIB hingga Minggu 24/05/2026 pukul 05.00 WIB.
Petugas menyisir sejumlah titik rawan. Mereka memantau Fatmawati Pondok Labu, Kolong Tol Andara, Taman Waduk Lebak Bulus, Lenteng Agung Jagakarsa, hingga Pasar Minggu.
Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan AKP Joko Adi mengatakan patroli fokus mencegah tawuran, balap liar, dan kejahatan jalanan.
Polisi juga membubarkan sekelompok remaja di Taman Waduk Lebak Bulus. Petugas lalu menghentikan tiga pemuda yang naik motor bertiga di Jalan Raya Pasar Minggu.
Petugas memeriksa mereka. Polisi tidak menemukan barang berbahaya. Setelah itu, petugas meminta mereka pulang.
Akademisi: Kota Mulai Kehilangan Rasa Aman
Kriminolog dari Universitas Indonesia menilai patroli gabungan biasanya muncul saat warga mulai kehilangan rasa aman. Negara lalu mencoba memulihkan kepercayaan publik lewat kehadiran aparat di lapangan.
Sosiolog perkotaan juga melihat masalah ini lebih dalam. Mereka menilai tekanan ekonomi, pengangguran muda, dan lemahnya pengawasan lingkungan sering memicu kriminal jalanan.
Patroli memang bisa menekan rasa takut. Namun kota tetap perlu menyentuh akar masalahnya.
Ini Bukan Sekadar Soal Begal
Ini bukan sekadar perburuan begal. Saat tentara ikut menjaga jalanan, kota sedang mengirim sinyal bahwa rasa aman warga mulai terancam.
Karena pada akhirnya, pertanyaannya sederhana Masih amankah pulang malam di Jakarta?. @teguh





