Jumat, Mei 15, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Film “Timur” : Iko Uwais Membuka Luka Masa Lalu

by jeje
Mei 15, 2026
in Culture, Film
A A
Home Culture Film
Share on FacebookShare on Twitter
Selama ini publik mengenal Iko Uwais sebagai wajah keras film laga Indonesia. Tubuhnya identik dengan tendangan cepat, koreografi brutal, dan pertarungan yang terasa nyata. Tapi akhir 2025 nanti, Iko tampaknya ingin membuktikan satu hal: ia tidak cuma bisa bertarung di depan kamera, tapi juga memimpin cerita dari belakang layar.

Tabooo.id – Lewat film Timur, Iko resmi menjalani debut sebagai sutradara. Sebuah langkah yang bukan cuma besar, tapi juga berisiko. Sebab publik tidak akan lagi sekadar menilai aktingnya, melainkan visi sinematik yang ia bangun sendiri.

Film laga drama produksi Uwais Pictures ini dijadwalkan tayang serentak di bioskop Indonesia pada 18 Desember 2025. Di dalamnya, Iko tetap tampil sebagai pemeran utama, tetapi dengan beban tambahan: mengarahkan keseluruhan film.

Misi Penyelamatan yang Berubah Jadi Pertarungan Pribadi

Dalam Timur, Iko memerankan karakter bernama Timur, seorang prajurit pasukan khusus yang mendapat tugas menyelamatkan sekelompok peneliti yang diculik kelompok bersenjata di wilayah pedalaman.

Namun masalahnya tidak sesederhana operasi militer biasa.

Misi itu justru membawa Timur kembali ke tanah masa kecilnya. Tempat yang menyimpan memori, luka, dan konflik personal yang belum selesai. Bersama sahabatnya, Sila, mereka harus bertahan di tengah hutan rimba yang penuh ancaman.

Ini Belum Selesai

Saat Orang Cari Gluten-Free, Papua Sudah Punya dari Sagu

Orang-Orang di Persimpangan Kiri Jalan: Apa Isi Buku Ini?

Di titik ini, Timur tampaknya mencoba menawarkan sesuatu yang berbeda dari film laga Indonesia kebanyakan.

Kalau banyak film aksi berhenti di adegan baku hantam, Timur mencoba masuk ke wilayah yang lebih personal: bagaimana seseorang menghadapi masa lalu di tengah tekanan hidup dan misi berbahaya.

Pertanyaannya: apakah musuh terbesar benar-benar datang dari luar, atau justru dari hal yang belum selesai di dalam diri?

Debut Sutradara yang Jadi Taruhan Besar

Langkah Iko menjadi sutradara bukan keputusan kecil. Selama ini namanya melejit lewat film-film laga seperti The Raiddan Mile 22.

Namun mengarahkan film punya tekanan berbeda.

Dalam wawancara media, Iko mengaku pengalaman menjadi sutradara merupakan sesuatu yang berada di luar ekspektasinya sekaligus tantangan baru dalam perjalanan kariernya.

Naskah film ini ditulis oleh Titien Watimena, sosok di balik karya seperti Aruna dan Lidahnya dan Sabtu Bersama Bapak. Sementara urusan koreografi laga dipercayakan kepada tim khas Iko, yakni Uwais Team.

Deretan pemain lain juga ikut memperkuat film ini, mulai dari Jimmy Kobogau, Aufa Assagaf, Yasamin Jasem, Fanny Ghassani, hingga Stefan William.

Ini Bukan Sekadar Film Laga

Yang menarik, Timur muncul di saat perfilman Indonesia mulai berubah. Penonton sekarang tidak hanya mencari ledakan atau pukulan keras. Mereka juga mencari cerita yang punya emosi, konteks, dan alasan kenapa sebuah pertarungan terasa penting.

Di titik itu, Timur punya peluang sekaligus tantangan.

Kalau berhasil, film ini bisa menjadi bentuk ulang baru bagi identitas Iko Uwais: dari aktor laga menjadi filmmaker penuh visi. Tapi kalau gagal, publik mungkin akan tetap melihatnya hanya sebagai petarung layar lebar.

Karena di industri film hari ini, bertahan bukan cuma soal seberapa keras kamu memukul. Tapi seberapa kuat cerita yang bisa kamu tinggalkan. @jeje

Tags: Cinema IndonesiaFilm IndonesiaSineas Muda

Kamu Melewatkan Ini

Kenapa Kucumbu Tubuh Indahku Membuat Banyak Orang Tidak Nyaman?

Kenapa Kucumbu Tubuh Indahku Membuat Banyak Orang Tidak Nyaman?

by eko
Mei 13, 2026

Kucumbu Tubuh Indahku bukan sekadar film yang memancing kontroversi. Film karya Garin Nugroho itu berubah menjadi simbol benturan besar antara...

Profil Dandhy Laksono: Jurnalis yang Memilih Bertanya Saat Banyak Orang Diam

Profil Dandhy Laksono: Jurnalis yang Memilih Bertanya Saat Banyak Orang Diam

by jeje
Mei 12, 2026

Dandhy Laksono kembali jadi sorotan. Bukan karena kontroversi biasa, tetapi karena film dokumenternya, Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita, memicu rasa...

Nobar Film “Pesta Babi” Dibubarkan: Masih Adakah Kebebasan Berekspresi?

Nobar Film “Pesta Babi” Dibubarkan: Masih Adakah Kebebasan Berekspresi?

by dimas
Mei 11, 2026

Nobar film Pesta Babi di ruang-ruang publik menunjukkan bagaimana seni kerap dianggap sebagai cara paling aman untuk menyuarakan realitas. Film,...

Next Post
Di Balik 'Shadow Organization' Chromebook Nadim Makarim

Di Balik 'Shadow Organization' Chromebook Nadim Makarim

Pilihan Tabooo

Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Peristiwa Yesus Naik Ke Surga: Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Mei 10, 2026

Realita Hari Ini

Perang Paradigma: Perlawanan mungkin tidur, tetapi tak pernah mati

Perang Paradigma: Perlawanan mungkin tidur, tetapi tak pernah mati

Mei 15, 2026

Jurnalis Kalteng Diteror Usai Ajakan Nobar “Pesta Babi”, Diancam Disiram Air Keras

Mei 15, 2026

Disekap dan Diperkosa: Ironi Mahasiswi Makassar Saat Mencari Pekerjaan

Mei 15, 2026

“Sepatu Kekecilan” dan Tragedi Siswa SMK Samarinda yang Mengguncang Publik

Mei 15, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Figures

© 2026 Tabooo.id