Sabtu, Juni 27, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

IKN Dipuji Dunia, Tapi Kenapa Sebagian Warga Masih Ragu?

by teguh
Mei 11, 2026
in Talk
A A
Home Talk
Share on FacebookShare on Twitter
Kalau badan PBB mulai melirik Ibu Kota Nusantara (IKN) bahkan IKN dipuji dunia, apa itu bikin kamu lebih yakin proyek ini bakal berhasil? Atau kamu justru masih bertanya kenapa negara sibuk membangun ibu kota baru saat biaya hidup makin bikin kepala pening?

Tabooo.id – Pertanyaan itu kembali muncul setelah perwakilan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) datang langsung ke Nusantara dan IKN dipuji dunia. Mereka melihat perkembangan IKN dari dekat dan memberi sinyal positif. Tapi seperti biasa, IKN tidak pernah cuma bicara soal gedung atau jalan baru. Proyek ini selalu memancing debat publik.

PBB Datang, Dunia Mulai Melihat?

Otorita Ibu Kota Nusantara menerima kunjungan United Nations Department of Safety and Security (UNDSS) di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Nusantara pada 13/04/2026.

Security Adviser and Representative of UNDSS to Indonesia and Timor-Leste, Allan Mendoza, memimpin kunjungan tersebut. Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, menyambut langsung rombongan itu.

Allan mengaku cukup terkesan melihat perkembangan pembangunan IKN. Bahkan, ia membuka peluang agar lebih banyak komunitas internasional datang ke Nusantara.

“Kami tertarik dengan berbagai perkembangan yang terjadi di Ibu Kota Nusantara. Salah satu latar belakang kunjungan kami adalah untuk menindaklanjuti survei yang dilakukan diplomatic community tahun lalu,” ujar Allan.

Ia juga melihat Otorita IKN membuka ruang komunikasi dengan komunitas global, termasuk PBB.

Ini Belum Selesai

Apakah Sistem Listrik Indonesia Sedang Menuju Krisis?

Indonesia Kaya Budaya, Tapi Kita Terlalu Haus Validasi Asing?

“Ternyata Otorita IKN sangat membuka pintu bagi UN untuk hal ini. Akan kami sampaikan kabar itu. Harapannya, perwakilan kami yang lainnya dapat berkunjung ke sini juga ke depan,” lanjutnya.

Di sisi lain, Basuki menjelaskan pemerintah sudah masuk ke fase penguatan kawasan inti pemerintahan. Pemerintah juga mulai membangun kawasan yudikatif dan legislatif sebagai bagian dari rencana jangka panjang hingga 2045.

“Saya sampaikan rencana pembangunan Ibu Kota Nusantara terdiri dari lima tahap dari tahun 2022 hingga 2045,” kata Basuki.

“Di tahun mendatang, kami akan berfokus pada pembangunan kawasan yudikatif dan legislatif yang sudah kita mulai dari sekarang,” tambahnya.

Kubu Optimistis: “Akhirnya Dunia Mulai Melirik”

Sebagian orang melihat kunjungan PBB sebagai sinyal positif. Mereka menilai dunia mulai memberi perhatian pada IKN.

Pengamat hubungan internasional dari Centre for Strategic and International Studies (CSIS), Dr. Lina Alexandra, menilai kehadiran lembaga internasional bisa memperkuat posisi Indonesia di mata global.

“Ketika lembaga internasional mulai datang dan melakukan asesmen langsung, itu memberi pesan bahwa proyek ini serius. Meski tentu belum bisa disebut dukungan formal,” ujarnya.

Di media sosial, sebagian publik juga menyambut optimisme itu. Logikanya sederhana kalau dunia mulai datang, mungkin proyek ini memang punya masa depan.

Kubu Skeptis: “Bagus, Tapi Prioritasnya Apa?”

Namun, tidak semua orang langsung percaya.

Banyak warga masih menghitung semuanya lewat kondisi ekonomi sehari-hari. Harga kebutuhan pokok naik. Lapangan kerja belum stabil. Daya beli masyarakat juga belum benar-benar pulih.

Sosiolog dari Universitas Indonesia, Prof. Imam B. Prasodjo, memahami alasan publik bersikap skeptis.

“Masyarakat selalu melihat kebijakan dari dampaknya terhadap kehidupan mereka. Ketika ekonomi terasa berat, proyek besar negara mudah dipertanyakan,” katanya.

Di titik ini, perdebatan soal IKN berubah menjadi pertanyaan yang lebih personal apa dampaknya buat hidup saya?

Ini Bukan Sekadar Kunjungan. Ini Pertarungan Narasi

Di sinilah debat sebenarnya mulai terasa. Kunjungan UNDSS bukan cuma agenda diplomatik.

Kehadiran mereka juga memunculkan satu pertanyaan besar apakah perhatian dunia cukup untuk membuat publik ikut percaya?

Satu kubu melihat kunjungan PBB sebagai simbol kemajuan. Mereka percaya Indonesia sedang membangun masa depan.

Namun, kubu lain tetap mengajukan pertanyaan yang sama apa pengakuan internasional bisa menjawab keresahan ekonomi di rumah?

Pada akhirnya, pemerintah tidak cukup hanya mengantongi pujian dunia. Mereka juga harus membangun kepercayaan publik sendiri.

Kalau PBB mulai melirik IKN, apa itu cukup bikin kamu yakin? Atau kamu masih merasa Indonesia punya prioritas lain yang lebih mendesak?

Dunia Mulai Melirik, Tapi Publik Masih Menimbang

Budayawan dan pengamat sosial, Sujiwo Tejo, pernah mengingatkan satu hal Indonesia sering semangat membangun simbol besar. Tapi rakyat selalu menilai sesuatu dari dampaknya dalam hidup sehari-hari.

“Indonesia sering hebat membangun simbol. Tapi tantangan sebenarnya selalu sama bagaimana simbol itu terasa dekat dengan hidup rakyat,” tegasnya. @teguh

Tags: Basuki HadimuljonoDiplomasi GlobalIKNInfrastrukturNusantaraPBBPemerintahanPolitik IndonesiaUNDSS

Kamu Melewatkan Ini

Karnaval Usai, Peradaban Diuji: Sampah Jadi Cermin Seperti Apa Kesadaran Publik

Karnaval Usai, Peradaban Diuji: Sampah Jadi Cermin Seperti Apa Kesadaran Publik

by teguh
Juni 27, 2026

"Masalah sampah di Indonesia bukan hanya persoalan teknis pengelolaan, tetapi persoalan pola pikir. Selama masyarakat masih menganggap sampah sebagai masalah...

Prabowo Subianto Klaim Tahu Pembayar Demo, Publik Menunggu Bukti

Prabowo Subianto Klaim Tahu Pembayar Demo, Publik Menunggu Bukti

by teguh
Juni 25, 2026

Presiden Prabowo Subianto mengaku mengetahui pihak yang diduga membiayai sejumlah aksi demonstrasi. Ia menyampaikan klaim itu saat menghadiri Puncak Pekan...

Lima Juta Kendaraan Menunggak: Krisis Kepatuhan atau Daya Beli yang Melemah?

Lima Juta Kendaraan Menunggak: Krisis Kepatuhan atau Daya Beli yang Melemah?

by teguh
Juni 11, 2026

Lima juta kendaraan di Jawa Tengah tidak membayar pajak hingga akhir 2025. Angka itu bukan sekadar catatan administrasi. Nilainya mencapai...

Next Post
Ribuan Salib Merah di Papua, Apakah Fakta?

Ribuan Salib Merah di Papua, Apakah Fakta?

Madilog Series

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026

Marx Series

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id