Selasa, Oktober 20, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

IKN Dipuji Dunia, Tapi Kenapa Sebagian Warga Masih Ragu?

by teguh
Mei 11, 2026
in Talk
A A
Home Talk
Share on Facebook
Share on Twitter
Kalau badan PBB mulai melirik Ibu Kota Nusantara (IKN) bahkan IKN dipuji dunia, apa itu bikin kamu lebih yakin proyek ini bakal berhasil? Atau kamu justru masih bertanya kenapa negara sibuk membangun ibu kota baru saat biaya hidup makin bikin kepala pening?

Tabooo.id – Pertanyaan itu kembali muncul setelah perwakilan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) datang langsung ke Nusantara dan IKN dipuji dunia. Mereka melihat perkembangan IKN dari dekat dan memberi sinyal positif. Tapi seperti biasa, IKN tidak pernah cuma bicara soal gedung atau jalan baru. Proyek ini selalu memancing debat publik.

PBB Datang, Dunia Mulai Melihat?

Otorita Ibu Kota Nusantara menerima kunjungan United Nations Department of Safety and Security (UNDSS) di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Nusantara pada 13/04/2026.

Security Adviser and Representative of UNDSS to Indonesia and Timor-Leste, Allan Mendoza, memimpin kunjungan tersebut. Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, menyambut langsung rombongan itu.

Allan mengaku cukup terkesan melihat perkembangan pembangunan IKN. Bahkan, ia membuka peluang agar lebih banyak komunitas internasional datang ke Nusantara.

“Kami tertarik dengan berbagai perkembangan yang terjadi di Ibu Kota Nusantara. Salah satu latar belakang kunjungan kami adalah untuk menindaklanjuti survei yang dilakukan diplomatic community tahun lalu,” ujar Allan.

Ia juga melihat Otorita IKN membuka ruang komunikasi dengan komunitas global, termasuk PBB.

Ini Belum Selesai

Langit Oranye, Napas Terancam: Kabut Asap Uji Tanggung Jawab Negara

Mengapa Publik Makin Skeptis terhadap Janji Pejabat?

“Ternyata Otorita IKN sangat membuka pintu bagi UN untuk hal ini. Akan kami sampaikan kabar itu. Harapannya, perwakilan kami yang lainnya dapat berkunjung ke sini juga ke depan,” lanjutnya.

Di sisi lain, Basuki menjelaskan pemerintah sudah masuk ke fase penguatan kawasan inti pemerintahan. Pemerintah juga mulai membangun kawasan yudikatif dan legislatif sebagai bagian dari rencana jangka panjang hingga 2045.

“Saya sampaikan rencana pembangunan Ibu Kota Nusantara terdiri dari lima tahap dari tahun 2022 hingga 2045,” kata Basuki.

“Di tahun mendatang, kami akan berfokus pada pembangunan kawasan yudikatif dan legislatif yang sudah kita mulai dari sekarang,” tambahnya.

Kubu Optimistis: “Akhirnya Dunia Mulai Melirik”

Sebagian orang melihat kunjungan PBB sebagai sinyal positif. Mereka menilai dunia mulai memberi perhatian pada IKN.

Pengamat hubungan internasional dari Centre for Strategic and International Studies (CSIS), Dr. Lina Alexandra, menilai kehadiran lembaga internasional bisa memperkuat posisi Indonesia di mata global.

“Ketika lembaga internasional mulai datang dan melakukan asesmen langsung, itu memberi pesan bahwa proyek ini serius. Meski tentu belum bisa disebut dukungan formal,” ujarnya.

Di media sosial, sebagian publik juga menyambut optimisme itu. Logikanya sederhana kalau dunia mulai datang, mungkin proyek ini memang punya masa depan.

Kubu Skeptis: “Bagus, Tapi Prioritasnya Apa?”

Namun, tidak semua orang langsung percaya.

Banyak warga masih menghitung semuanya lewat kondisi ekonomi sehari-hari. Harga kebutuhan pokok naik. Lapangan kerja belum stabil. Daya beli masyarakat juga belum benar-benar pulih.

Sosiolog dari Universitas Indonesia, Prof. Imam B. Prasodjo, memahami alasan publik bersikap skeptis.

“Masyarakat selalu melihat kebijakan dari dampaknya terhadap kehidupan mereka. Ketika ekonomi terasa berat, proyek besar negara mudah dipertanyakan,” katanya.

Di titik ini, perdebatan soal IKN berubah menjadi pertanyaan yang lebih personal apa dampaknya buat hidup saya?

Ini Bukan Sekadar Kunjungan. Ini Pertarungan Narasi

Di sinilah debat sebenarnya mulai terasa. Kunjungan UNDSS bukan cuma agenda diplomatik.

Kehadiran mereka juga memunculkan satu pertanyaan besar apakah perhatian dunia cukup untuk membuat publik ikut percaya?

Satu kubu melihat kunjungan PBB sebagai simbol kemajuan. Mereka percaya Indonesia sedang membangun masa depan.

Namun, kubu lain tetap mengajukan pertanyaan yang sama apa pengakuan internasional bisa menjawab keresahan ekonomi di rumah?

Pada akhirnya, pemerintah tidak cukup hanya mengantongi pujian dunia. Mereka juga harus membangun kepercayaan publik sendiri.

Kalau PBB mulai melirik IKN, apa itu cukup bikin kamu yakin? Atau kamu masih merasa Indonesia punya prioritas lain yang lebih mendesak?

Dunia Mulai Melirik, Tapi Publik Masih Menimbang

Budayawan dan pengamat sosial, Sujiwo Tejo, pernah mengingatkan satu hal Indonesia sering semangat membangun simbol besar. Tapi rakyat selalu menilai sesuatu dari dampaknya dalam hidup sehari-hari.

“Indonesia sering hebat membangun simbol. Tapi tantangan sebenarnya selalu sama bagaimana simbol itu terasa dekat dengan hidup rakyat,” tegasnya. @teguh

Tags: Basuki HadimuljonoDiplomasi GlobalIKNInfrastrukturNusantaraPBBPemerintahanPolitik IndonesiaUNDSS

Kamu Melewatkan Ini

Tujuh Kali Reshuffle, Seberapa Jauh Pemerintahan Berubah?

Tujuh Kali Reshuffle, Seberapa Jauh Pemerintahan Berubah?

by dimas
Oktober 3, 2026

Tujuh kali reshuffle kabinet Prabowo memunculkan pertanyaan: seberapa jauh pergantian pejabat mampu mengubah kinerja dan arah pemerintahan? Tabooo.id - Istana...

Reshuffle Prabowo: Peta Kekuasaan Bergeser, Dari Istana hingga Polri

Reshuffle Prabowo: Peta Kekuasaan Bergeser, Dari Istana hingga Polri

by dimas
Oktober 1, 2026

Reshuffle Prabowo mengubah sejumlah posisi strategis, dari Istana, kementerian, hingga Polri, dengan 18 pejabat baru untuk sisa masa pemerintahan 2024-2029....

Gugatan UU IKN: Seberapa Jauh Suara Masyarakat Adat Didengar?

Gugatan UU IKN: Seberapa Jauh Suara Masyarakat Adat Didengar?

by dimas
September 24, 2026

Gugatan UU IKN di MK mempersoalkan makna “memperhatikan” hak masyarakat adat dan sejauh mana suara mereka menentukan pembangunan IKN. Tabooo.id...

Next Post
Ribuan Salib Merah di Papua, Apakah Fakta?

Ribuan Salib Merah di Papua, Apakah Fakta?

Madilog Series

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Agustus 24, 2026
Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026

Marx Series

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Agustus 25, 2026

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id