Kamis, April 30, 2026
tabooo.id
  • Tabooo
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Talk
  • Life
  • Vibes
  • Figures
  • Tabooo Today
    • News
      • Global
      • Nasional
      • Regional
      • Kriminal
      • Bisnis
      • Sports
    • Entertainment
      • Film
      • Game
      • Musik
      • Tabooo Book Club
    • Lifestyle
      • Teknologi
      • Otomotif
      • Food
      • Travel
  • Tabooo
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Talk
  • Life
  • Vibes
  • Figures
tabooo.id

BRIN 5 Tahun: Kita Serius Bangun Sains, atau Sekadar Suka Seremoni?

by teguh
April 28, 2026
in Deep
A A
Home Deep
Share on FacebookShare on Twitter
Selasa, 28 April 2026, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) merayakan ulang tahun kelima dengan tema Inovasi untuk Negeri. Capaian dipamerkan, optimisme diumumkan, arah masa depan ditegaskan. Namun pertanyaan yang lebih penting justru belum selesai Indonesia sungguh membangun peradaban sains, atau hanya merapikan panggung seremoni?

Tabooo.id: Deep – Kepala BRIN, Arif Satria, menyebut lima tahun terakhir sebagai fase penting membangun ekosistem riset nasional yang lebih terintegrasi, kolaboratif, dan berorientasi solusi. Ia menegaskan BRIN bukan sekadar lembaga riset, melainkan “rumah besar inovasi nasional.”

Ucapan itu layak diapresiasi. Selama puluhan tahun, riset Indonesia berjalan terpencar. Kampus meneliti untuk jurnal, industri sibuk mengejar pasar, sementara pemerintah kerap datang terlambat.

Kini BRIN mencoba menyatukan ruang yang lama terpisah. Langkah tersebut penting. Tetapi rumah baru tidak otomatis melahirkan budaya kerja baru.

Persoalan utama negeri ini bukan semata kekurangan lembaga. Hambatan terbesar justru budaya riset yang belum tumbuh menjadi kebiasaan nasional.

Kenapa Inovasi Sering Mati di Seminar?

Indonesia rajin menggelar seminar, konferensi, forum inovasi, dan pameran teknologi. Sayangnya, terlalu banyak gagasan berhenti setelah sesi foto bersama.

Ini Belum Selesai

May Day di Era Ketidakpastian: Ketika Kerja Keras Tak Lagi Menjamin Hidup Layak

Gig Economy Indonesia: Fleksibel atau Eksploitasi Gaya Baru?

Akar masalahnya cukup jelas. Riset kerap diperlakukan sebagai proyek administrasi, bukan kebutuhan strategis. Sebagian peneliti mengejar angka kredit. Banyak kampus memburu peringkat. Sejumlah birokrasi puas pada laporan. Akibatnya, dampak nyata sering tertinggal.

Ekonom Mariana Mazzucato berulang kali menekankan bahwa negara maju tumbuh karena berani membiayai inovasi jangka panjang. Amerika Serikat mendorong internet dan GPS. Korea Selatan membesarkan industri melalui investasi sains agresif.

Indonesia kerap ingin panen cepat, tetapi enggan menanam akar panjang.

Hilirisasi: Populer Diucap, Sulit Dijalankan

Arif Satria menegaskan BRIN akan mempercepat hilirisasi agar riset tidak berhenti di laboratorium. Arah ini tepat, tetapi hilirisasi bukan mantra ajaib.

Keberhasilan hilirisasi memerlukan tiga syarat utama:

  1. Industri yang mau menyerap teknologi lokal
  2. Regulasi yang cepat dan sederhana
  3. Pendanaan berani untuk tahap komersialisasi

Selama ini, banyak prototipe lokal menjanjikan, namun kalah oleh produk impor yang lebih murah dan mudah masuk pasar.

Sejumlah insinyur teknologi sering mengingatkan inovasi gagal bukan karena ide buruk, melainkan karena ekosistem enggan menjemput hasil riset.

Jadi, jangan buru-buru menyalahkan peneliti. Kadang pasar kita sendiri belum siap menghargai ilmu.

Negara Maju Dibangun dari Laboratorium

Jepang bangkit lewat manufaktur presisi. Jerman kokoh melalui rekayasa industri. Korea Selatan melesat dengan R&D. China mendorong AI, chip, dan energi masa depan lewat investasi besar. Mereka tidak menunggu isu viral untuk serius pada sains.

Indonesia memiliki bonus demografi, sumber daya alam, dan pasar besar. Namun tanpa fondasi ilmu pengetahuan, semua itu hanya modal mentah.

Sosiolog Daniel Bell pernah menggambarkan hadirnya knowledge society, yaitu masyarakat yang menjadikan pengetahuan sebagai mesin ekonomi. Jika itu benar, maka negara yang cuek pada riset sedang menyiapkan ketertinggalannya sendiri.

BRIN Bisa Jadi Titik Balik

Peluang BRIN terbuka lebar. Namun lembaga ini harus berani memutus kebiasaan lama:

  • seremoni lebih besar dari substansi
  • birokrasi lebih kuat dari kreativitas
  • laporan lebih penting dari hasil nyata

Tanpa perubahan itu, BRIN hanya menjadi gedung besar dengan jargon besar.

Sebaliknya, jika berhasil, BRIN bisa menyalakan pertanian cerdas, energi baru, layanan kesehatan murah, mitigasi bencana cepat, dan industri berbasis teknologi lokal.

Ini Bukan Soal Ulang Tahun

Lima tahun BRIN layak dicatat, tetapi usia bukan ukuran keberhasilan. Dampak nyata adalah ukuran sesungguhnya.

Rakyat tidak hidup dari slogan inovasi. Petani memerlukan benih unggul. Nelayan membutuhkan teknologi cuaca. UMKM perlu mesin efisien. Rumah sakit memerlukan alat murah. Anak muda membutuhkan ruang meneliti tanpa tenggelam dalam birokrasi.

Pertanyaannya sederhana ketika dunia berlari membangun masa depan lewat sains, Indonesia mau ikut melaju atau masih sibuk meniup lilin seremoni?. @teguh

Tags: brinDampakLaboratoriumSainsTeknologi

Kamu Melewatkan Ini

BRIN 5 Tahun: Inovasi Jalan, Birokrasi Jangan Jadi Rem Tangan

BRIN 5 Tahun: Inovasi Jalan, Birokrasi Jangan Jadi Rem Tangan

by teguh
April 29, 2026

BRIN merayakan usia lima tahun dengan tema Inovasi untuk Negeri. Temanya besar, pesannya kuat. Tetapi publik tetap berhak bertanya inovasi...

Urutan Lahir Bukan Takdir, Tapi Kenapa Kita Terus Percaya?

Urutan Lahir Bukan Takdir, Tapi Kenapa Kita Terus Percaya?

by dimas
April 19, 2026

Kepribadian manusia sering terasa mudah ditebak. Anak sulung dianggap paling bertanggung jawab, anak tengah terlihat mandiri, dan si bungsu sering...

Kenapa Riset Kampus Sering Mati di Rak? ITS Coba Mengubah Nasibnya

Kenapa Riset Kampus Sering Mati di Rak? ITS Coba Mengubah Nasibnya

by teguh
April 17, 2026

Tabooo.id: Deep - Di banyak kampus Indonesia, ide-ide besar sering lahir dalam diam. Mereka muncul di ruang laboratorium, tumbuh di...

Next Post
Kicau Mania: Lagu Viral, Realita “Cah Gantangan”

Kicau Mania: Saat Lagu Viral Mengungkap Filosofi Jawa

Pilihan Tabooo

Siti Mawarni: Lagu yang Lembut di Nada, Tapi Tajam Menampar Realita Narkoba

Siti Mawarni: Lagu yang Lembut di Nada, Tapi Tajam Menampar Realita Narkoba

April 27, 2026

Realita Hari Ini

Solo Menari 2026: Ribuan Penari Buktikan Budaya Tak Pernah Mati

Solo Menari 2026: Ribuan Penari Buktikan Budaya Tak Pernah Mati

April 29, 2026

Timnas ke Bioskop: Saat Mimpi Indonesia Menuju Piala Dunia Masuk Layar Lebar

April 29, 2026

Bukan Satu Kecelakaan: Ini Rantai Peristiwa di Balik Tragedi Kereta Bekasi Timur

April 29, 2026

Saat Dunia Fokus Perang, 4 WNI Disandera Bajak Laut Somalia

April 30, 2026
tabooo.id

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap

Stay in the Loop

  • Tabooo.id
    • Deep
    • Edge
    • Vibes
    • Talk
    • Check
    • Life
    • Figures
  • Tabooo Today
    • News
      • Global
      • Nasional
      • Regional
      • Bisnis
      • Kriminal
    • Entertainment
      • Film
      • Musik
      • Tabooo Book Club
      • Game
    • Lifestyle
      • Sports
      • Teknologi
      • Otomotif
      • Food
      • Health
      • Travel

© 2026 Tabooo.id