Rabu, Oktober 21, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Jalur Cangar-Pacet: Indahnya Pegunungan dan Gelapnya Kisah di Tikungan Terakhir

by dimas
April 26, 2026
in Reality, Regional
A A
Home Reality Regional
Share on Facebook
Share on Twitter
Di balik kelokan tajam dan kabut tebal jalur Cangar–Pacet, sebuah jalan yang dikenal indah sekaligus ekstrem, tersimpan kisah-kisah pilu yang tak selalu terlihat oleh mata pengendara. Jalur pegunungan yang menghubungkan Kota Batu dan Mojokerto ini bukan sekadar lintasan alternatif, tetapi juga ruang sunyi yang dalam beberapa waktu terakhir menjadi sorotan akibat rentetan peristiwa tragis. Di tengah derasnya arus kendaraan yang melintas perlahan di tikungan curam, jembatan-jembatan di kawasan ini justru berubah menjadi titik yang meninggalkan luka dan tanda tanya bagi warga sekitar.

Tabooo.id: Regional – Jalur Cangar-Pacet yang melintasi kawasan Taman Hutan Raya Raden Soerjo kembali menjadi perhatian publik setelah sejumlah peristiwa tragis terjadi dalam waktu berdekatan di sekitar Jembatan Cangar, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, Jawa Timur. Aparat kepolisian masih menangani dan mendalami rangkaian peristiwa yang terjadi di kawasan jalur ekstrem tersebut.

Di balik bentang alam pegunungan antara Gunung Arjuno-Welirang dan Pegunungan Anjasmoro, jalur Cangar-Pacet menyimpan sisi lain yang lebih gelap. Medan curam, tikungan tajam, serta jalan yang sepi membuat kawasan ini dikenal sebagai salah satu jalur paling berisiko di Jawa Timur. Dalam waktu yang berdekatan, warga menemukan dua korban meninggal di bawah Jembatan Cangar, yang langsung memicu keresahan luas di masyarakat.

Seorang warga setempat, Tukiman (75), menyebut peristiwa itu terjadi berulang dalam waktu singkat.

“Belum ada satu bulan, sudah dua kali kejadian seperti itu. Dulu tidak pernah seperti ini,” ujarnya.

Jalur Pegunungan yang Jadi Opsi Cepat, Tapi Berisiko

Jalur di ketinggian sekitar 1.600 meter di atas permukaan laut ini menjadi penghubung utama antara Kota Batu dan Mojokerto. Banyak pengendara memilih jalur ini karena bisa memangkas waktu perjalanan dibandingkan jalur utama.

Ini Belum Selesai

Massa Geruduk Kantor Gubernur Kaltim, Tuntut Ketegasan soal Karhutla

Karhutla Arjuno Meluas ke Trawas, Angin Kencang Hambat Pemadaman

Namun di balik kecepatan itu, risiko besar terus mengintai. Saat hujan turun, jalan menjadi licin, pandangan terbatas, dan potensi bencana meningkat.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Mojokerto mengingatkan bahwa kondisi paling berbahaya justru muncul setelah hujan deras. Air yang masuk ke tanah membuat struktur menjadi labil dan meningkatkan risiko longsor.

“Dua jam setelah hujan, kondisi paling rawan. Tanah mulai bergerak dan retakan bisa berkembang,” jelas Abdul Khakim, Kabid Kedaruratan BPBD Mojokerto.

Jembatan Cangar: Titik Sunyi yang Menjadi Sorotan

Di antara kelokan jalan, berdiri Jembatan Cangar yang terdiri dari dua struktur hampir serupa. Siang hari, jembatan ini terlihat biasa. Namun dalam beberapa waktu terakhir, lokasi ini menjadi perhatian karena rangkaian peristiwa tragis yang terjadi di sekitarnya.

Warga menyebut situasi ini tidak pernah terjadi sebelumnya. Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap rangkaian peristiwa tersebut.

Jalur Lama dengan Risiko yang Tidak Pernah Hilang

Bagi masyarakat lokal, Cangar-Pacet bukan hanya jalur alternatif. Jalur ini sudah digunakan sejak masa kolonial, bahkan jejaknya diyakini sudah ada sejak era Majapahit sebagai akses pegunungan dan jalur ekonomi.

Namun perubahan zaman tidak mengubah karakter alamnya. Longsor, pohon tumbang, dan kecelakaan tetap terjadi berulang kali di jalur ini. Salah satu insiden terbesar terjadi pada April 2025 ketika longsor merenggut 10 korban jiwa dalam satu kejadian.

Antara Keindahan dan Ancaman yang Terus Berulang

Sepanjang jalur, wisata alam seperti pemandian air panas Cangar, air terjun, hingga kebun apel berdiri berdampingan dengan tikungan tajam dan jurang dalam. Keindahan itu berjalan seiring dengan risiko yang tidak bisa diabaikan.

Sejarawan menyebut jalur ini sudah lama menjadi bagian penting mobilitas pegunungan. Namun hingga kini, karakter ekstremnya tetap bertahan.

Jalur yang Indah, Tapi Tidak Memberi Ruang Lengah

Cangar-Pacet terus menghadirkan paradoks semakin indah pemandangannya, semakin besar pula risikonya. Setiap kendaraan yang melintas membawa satu hal yang sama kewaspadaan penuh.

Dan di balik kabut yang turun setiap sore, satu pertanyaan tetap menggantung di jalur ini apakah keselamatan benar-benar sebanding dengan keindahan yang ditawarkan?

Keindahan Cangar-Pacet mungkin tidak berubah. Tapi cara kita memandang dan melintasinya harus ikut berubah sebelum jalur ini kembali menambah cerita pilu berikutnya. @dimas

Kamu Melewatkan Ini

Massa Geruduk Kantor Gubernur Kaltim, Tuntut Ketegasan soal Karhutla

Massa Geruduk Kantor Gubernur Kaltim, Tuntut Ketegasan soal Karhutla

by dimas
Oktober 21, 2026

Massa Geram menggeruduk Kantor Gubernur Kaltim, mendesak ketegasan pemerintah menangani karhutla dan menetapkan status bencana nasional. Tabooo.id: Kalimantan Timur -...

Karhutla Arjuno Meluas ke Trawas, Angin Kencang Hambat Pemadaman

Karhutla Arjuno Meluas ke Trawas, Angin Kencang Hambat Pemadaman

by teguh
Oktober 21, 2026

karhutla Arjuno–Welirang meluas hingga Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, pada Selasa 20/10/2026. Angin kencang menyulitkan tim gabungan mengendalikan api yang menjalar...

Arogansi Ajudan Gubernur Kaltim dan Bayang-Bayang Feodalisme

Arogansi Ajudan Gubernur Kaltim dan Bayang-Bayang Feodalisme

by dimas
Oktober 21, 2026

Dugaan arogansi ajudan Gubernur Kaltim memicu sorotan terhadap kultur kekuasaan dan bayang-bayang feodalisme dalam hubungan pejabat dengan rakyat. Tabooo.id -...

Next Post
Langit Indonesia Dimasuki Tanpa Izin: Kenapa Pesawat Asing Bisa Sebebas Itu?

Langit Indonesia Dimasuki Tanpa Izin: Kenapa Pesawat Asing Bisa Sebebas Itu?

Madilog Series

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Agustus 24, 2026
Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026

Marx Series

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Agustus 25, 2026

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id