Sabtu, Juni 6, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Anak Lain Main Game, Daffa Pilih Bongkar Mesin

by Waras
April 18, 2026
in Deep
A A
Home Deep
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Deep – Di saat kebanyakan anak seusianya sibuk main game dan scroll layar, Daffa Ardian Pratama justru memilih jalur berbeda. Bukan sekadar beda, tapi cukup untuk bikin orang dewasa ikut mikir ulang.

Bocah kelas tiga SD asal Desa Growok, Bojonegoro ini sudah akrab dengan dunia elektronik sejak kecil.

Dari Kipas Rusak Sampai Komputer

Buat Daffa, barang elektronik rusak bukan masalah. Itu tantangan.

Kipas angin rusak? Dia tahu cara memperbaikinya.
Komputer bermasalah? Dia bongkar, analisis, lalu jelaskan kembali dengan logika yang rapi.

Ayahnya, Andik Sujianto, awalnya menganggap ketertarikan anaknya pada mesin adalah hal biasa. Sekadar rasa penasaran anak kecil. Tapi lama-lama, pertanyaan Daffa makin kompleks. Bahkan, sering bikin orang tuanya kehabisan jawaban.

Ini Belum Selesai

Ketika Riset Jadi Tiket Liburan ke Denmark

Pembodohan Struktural: Ketika Kemiskinan Menjadi Modal Politik

“Kalau soal kipas angin, dia sudah hafal. Bisa analisis kerusakan sekaligus jelasin cara memperbaikinya,” ujar Andik dikutip dari Liputan6.com, Sabtu (18/4/2026).

Bukan Sekadar Bisa, Tapi Paham

Yang membuat Daffa berbeda, dia tidak hanya praktik, dia juga paham teori.

Dari cara kerja perangkat elektronik hingga konsep berat seperti rudal balistik dan sistem pertahanan modern, semuanya ia pelajari sendiri.

Masalahnya bukan sekadar pintar. Cara berpikirnya juga tidak biasa.

Dia mampu mengaitkan ilmu sains dengan kehidupan sehari-hari. Misalnya, membandingkan struktur daun dengan organ tubuh manusia. Sederhana, tapi tetap ilmiah.

Sejak usia dua tahun, Daffa sudah terbiasa bertanya hal-hal kritis. Jawaban seadanya jelas tidak cukup.

Dari situlah kebiasaan belajar otodidak terbentuk, lewat video edukatif dan berbagai bacaan di internet.

Tetap Anak-Anak, Tapi dengan Cara Berbeda

Meski terlihat “di atas rata-rata”, Daffa tetap menjalani kehidupan seperti anak seusianya.

Dia masih bermain dengan teman-temannya. Bahkan, sering mengajak mereka belajar sambil bermain elektronik.

Di sekolah, ia dikenal unik. Sering merasa bosan di kelas, tapi aktif di perpustakaan dan gemar mengeksplorasi lingkungan.

Tak jarang, ia juga membantu memperbaiki alat elektronik di sekolah, tentu dengan pengawasan guru.

Menariknya, Daffa tidak tertarik pada game.

“Game itu buang waktu. Lebih asyik belajar elektronik,” katanya polos.

Dukungan yang Membuatnya Tumbuh

Di titik ini, ceritanya terasa lebih dalam.

Ini bukan sekadar kisah anak pintar. Ini tentang bagaimana lingkungan merespons potensi.

Ayahnya memilih memberi ruang, bukan membatasi. Internet tetap diawasi, tapi rasa ingin tahu Daffa tidak dipatahkan.

Perhatian pun datang dari luar. Kapolres Bojonegoro bahkan datang langsung dan memberikan laptop sebagai bentuk dukungan.

Bukan Sekadar Cerita Anak Jenius

Ini bukan cuma kisah “anak hebat”. Ini cermin.

Saat banyak anak tenggelam di hiburan digital, Daffa menunjukkan satu hal sederhana, yakni rasa ingin tahu bisa lebih kuat dari distraksi, kalau tidak dimatikan.

Sekarang, pertanyaannya bukan lagi soal Daffa. Tapi soal kita.

Apakah lingkungan hari ini benar-benar memberi ruang anak untuk berpikir? Atau justru lebih sibuk mengalihkan mereka dengan layar? @WaraS

Tags: elektronikGenerasi DigitalTabooo Deep

Kamu Melewatkan Ini

Jangan Buang Ibu: Dicintai, Tapi Tetap Ditinggalkan

Jangan Buang Ibu: Dicintai, Tapi Tetap Ditinggalkan

by Tabooo
Juni 4, 2026

Jangan Buang Ibu membaca makna ibu lewat Ristiana, sosok yang dicintai anak-anaknya, tapi tetap tersingkir oleh karier, pernikahan, trauma, dan...

Di Balik MBG, Ada Ladang Korupsi

Di Balik MBG, Ada Ladang Korupsi

by Tabooo
Juni 4, 2026

MBG seharusnya hadir sebagai program gizi anak. Tapi kasus ini membuka sisi lain: titik layanan, yayasan, pengadaan, dan uang negara...

Menara Emas yang Diam, Tapi Terus Mengingatkan Mojokerto Siapa Dirinya

Menara Emas yang Diam, Tapi Terus Mengingatkan Mojokerto Siapa Dirinya

by teguh
Juni 3, 2026

Sore perlahan merambat turun di Kota Mojokerto. Langit mulai berubah warna. Lampu jalan menyala satu demi satu. Kendaraan terus bergerak...

Next Post
[Polling] Perempuan Sudah Merdeka atau Cuma Terlihat Merdeka?

[Polling] Perempuan Sudah Merdeka atau Cuma Terlihat Merdeka?

Madilog Series

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026
Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Mei 27, 2026
Timeline Sejarah: Semua Perubahan Besar Selalu Dimulai dari Benturan – Madilog Series #2.4

Timeline Sejarah: Semua Perubahan Besar Selalu Dimulai dari Benturan – Madilog Series #2.4

Mei 25, 2026

Marx Series

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026

Komoditas: Cara Pasar Menyembunyikan Kerja Manusia – Marx Series #1.1

Mei 17, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id