Senin, April 13, 2026
No Result
View All Result
tabooo.id
  • Tabooo
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Talk
  • Life
  • Vibes
  • Figures
  • Tabooo Today
    • News
      • Global
      • Nasional
      • Regional
      • Kriminal
      • Bisnis
      • Sports
    • Entertainment
      • Film
      • Game
      • Musik
      • Tabooo Book Club
    • Lifestyle
      • Teknologi
      • Otomotif
      • Food
      • Travel
  • Tabooo
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Talk
  • Life
  • Vibes
  • Figures
No Result
View All Result
tabooo.id
No Result
View All Result
Home Talk

Lindungi Anak atau Awasi Warga? Negara Mulai Masuk ke Akun

April 13, 2026
in Talk
A A
Lindungi Anak atau Awasi Warga? Negara Mulai Masuk ke Akun

Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), pemerintah resmi akan menyisir dan memverifikasi akun anak di berbagai platform. (Ilustrasi: Tabooo)

Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Talk – Kamu pernah ngerasa diawasi di internet? Atau justru merasa dunia digital terlalu liar buat anak-anak? Nah, di titik itulah perdebatan ini mulai panas. Di satu sisi, pemerintah hadir membawa solusi. Namun di sisi lain, publik mulai bertanya: ini perlindungan atau pengawasan?

Negara Masuk, Platform Dipaksa Berbenah

Melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), pemerintah resmi akan menyisir dan memverifikasi akun anak di berbagai platform. Langkah ini, menurut mereka, adalah implementasi dari PP Nomor 28 Tahun 2026 tentang Perlindungan Anak di Ruang Digital (PP Tunas).

“Keberhasilan PP Tunas diukur dari dua indikator. Pertama, kepatuhan platform. Kedua, penurunan eksploitasi dan konten negatif pada anak,” ujar Alexander Sabar dalam keterangan resmi, 11/04/2026.

Artinya, bukan cuma aturan di atas kertas. Lebih jauh lagi, platform digital wajib mengidentifikasi layanan yang bisa diakses anak dan menerapkan verifikasi usia lebih ketat.

Sejauh ini, hasilnya mulai terlihat. Sementara itu, Meta dinyatakan sudah patuh penuh. Di sisi lain, TikTok dan Roblox masih dalam tahap penyesuaian. Namun demikian, Google justru mendapat teguran pertama.

“Google diminta memenuhi kepatuhan dalam waktu 7 hari sejak sanksi diberikan,” tegas Alexander, 11/04/2026.

Masalahnya: Aman untuk Anak, Tapi Aman untuk Semua?

Sekilas, kebijakan ini terdengar ideal. Namun, pertanyaan besarnya muncul di sini seberapa jauh negara boleh masuk ke akun kita?

BacaJuga

Anak yang Main, atau Orang Tua yang Sebenarnya Istirahat?

Eksel Lagi Panas, Tapi Kenapa Kita Masih Ragu?

Pengamat komunikasi digital dari Universitas Indonesia, Dr. Rika Andini, melihat ada potensi dilema.

“Perlindungan anak itu wajib. Namun, jika verifikasi dilakukan tanpa transparansi, ini bisa bergeser menjadi pengawasan massal,” ujarnya, 12/04/2026.

Dengan kata lain, persoalannya bukan niat, melainkan dampak jangka panjang. Apalagi, dalam banyak kasus global, kebijakan keamanan sering berkembang jadi alat kontrol.

Orang Tua: Antara Lega dan Cemas

Di lapangan, respons orang tua juga tidak tunggal. Sebagian merasa terbantu, tapi sebagian lainnya justru khawatir.

Dewi (38), ibu dua anak di Bekasi, mengaku lega.

“Jujur saya merasa lebih aman. Anak sekarang pegang HP dari kecil, jadi verifikasi itu membantu,” katanya, 12/04/2026.

Sebaliknya, Rudi (42), seorang ayah di Bandung, punya pandangan berbeda.

“Kalau akun anak diverifikasi, berarti datanya dikumpulkan. Nah, itu yang bikin saya khawatir,” ujarnya, 12/04/2026.

Jadi, publik sebenarnya tidak menolak perlindungan. Namun demikian, mereka ingin kepastian soal keamanan data.

Guru Angkat Bicara: Teknologi Bukan Solusi Tunggal

Dari dunia pendidikan, sudut pandangnya lebih membumi. Menurut mereka, masalahnya tidak sesederhana sistem digital.

Siti Rahmawati, guru SMP di Jakarta, menekankan pentingnya peran manusia.

“Anak-anak tetap bisa cari celah. Karena itu, literasi digital dan peran orang tua tetap utama,” jelasnya, 10/04/2026.

Artinya, teknologi bisa membantu. Akan tetapi, ia tidak bisa menggantikan pengawasan dan pendidikan.

Tabooo Talk: Ini Bukan Sekadar Aturan, Tapi Batas

Kalau ditarik lebih dalam, perdebatan ini bukan sekadar soal anak. Melainkan, soal batas kekuasaan di ruang digital.

Di satu sisi, negara ingin melindungi. Sementara itu, warga ingin tetap punya ruang privat.

Masalahnya, batas itu sering kabur. Terlebih lagi, ketika teknologi dan regulasi berjalan bersamaan tanpa transparansi penuh.

Jadi, Kamu di Kubu Mana?

Sekarang pilihannya makin jelas. Keamanan anak harus diutamakan, apapun risikonya atau Privasi tetap nomor satu, jangan sampai negara terlalu jauh

Karena di era digital seperti sekarang, satu kebijakan bisa punya dua wajah. Di satu sisi, ia melindungi. Namun di sisi lain, ia juga bisa mengawasi.

Jadi, menurutmuini langkah maju, atau awal dari kontrol yang lebih dalam?. @teguh

Tags: AkunAnakBatasDigitalGlobalGoogleguruKasusKomdigiKontenMetaNegaraNegatifPlatformPP TunasUniversitas IndonesiaVerifikasiWarga

REKOMENDASI TABOOO

Kapal Dagang Diserang di Selat Hormuz, Pasokan Minyak Global Terancam

AS Blokade Selat Hormuz: Tekanan atau Awal Krisis Energi Global?

by dimas
April 13, 2026

Tabooo.id: Global - Ketika jalur energi dunia mulai ditekan, dampaknya tidak pernah sederhana.Blokade bukan sekadar langkah militer, melainkan sinyal tekanan...

GRIB Jaya vs Negara: Fakta atau Perebutan Narasi di Balik Tanah Abang?

GRIB Jaya vs Negara: Fakta atau Perebutan Narasi di Balik Tanah Abang?

by dimas
April 13, 2026

Tabooo.id: Deep - Sengketa lahan di Tanah Abang tidak hanya soal batas tanah. Lebih dari itu, konflik ini menyentuh soal...

Siswi Difabel Diduga Jadi Korban Pelecehan Guru di SLB Yogyakarta

Guru PPPK Diduga Cabuli Siswi: Kasus Individu atau Pola yang Terulang?

by dimas
April 13, 2026

Tabooo.id: Regional - Kasus dugaan pencabulan oleh guru kembali mencuat. Kali ini terjadi di Karawang. Kepercayaan yang seharusnya tumbuh di...

Next Post
Jalur Pintas Jadi ASN: Siapa Sebenarnya yang Menjual Mimpi Itu?

Jalur Pintas Jadi ASN: Siapa Sebenarnya yang Menjual Mimpi Itu?

Recommended

Ganti Presiden? Prabowo: Silakan, Tapi Lewat Sistem

Ganti Presiden? Prabowo: Silakan, Tapi Lewat Sistem

April 13, 2026
Kasus Pelecehan, Pimpinan Ponpes di Lombok Timur Ditangkap

Dijanjikan Rp400 Ribu, Remaja 17 Tahun Justru Masuk Jerat Eksploitasi

April 10, 2026

Popular

“Hanya Ada Satu Kata: Lawan!”, Kenapa Kalimat Ini Tidak Pernah Mati?

“Hanya Ada Satu Kata: Lawan!”, Kenapa Kalimat Ini Tidak Pernah Mati?

April 12, 2026

Isu Pelengseran Prabowo: Suara Rakyat atau Operasi Senyap?

April 13, 2026

Ganti Presiden? Prabowo: Silakan, Tapi Lewat Sistem

April 13, 2026

Bukan Konflik Semalam: Kronologi Lengkap Pembakaran Saung Taraju Jumantara

April 12, 2026

SI Putih vs SI Merah: Dari Semaoen, Indonesia Mulai Belajar Arti Perpecahan

April 12, 2026
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap
PT Tabooo Network Indonesia

© 2026 Tabooo.id - Bicara Tabu, Itu Tabooo! @TaboooNetwork.

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
    • Deep
    • Edge
    • Vibes
    • Talk
    • Check
    • Life
    • Figures
  • Tabooo Today
    • News
      • Global
      • Nasional
      • Regional
      • Bisnis
      • Kriminal
    • Entertainment
      • Film
      • Musik
      • Tabooo Book Club
      • Game
    • Lifestyle
      • Sports
      • Teknologi
      • Otomotif
      • Food
      • Health
      • Travel

© 2026 Tabooo.id - Bicara Tabu, Itu Tabooo! @TaboooNetwork.