Rabu, Mei 27, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Praktik Sains Berujung Maut: Edukasi atau Eksperimen Berbahaya?

by dimas
April 9, 2026
in Reality, Regional
A A
Home Reality
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Regional – Suasana ujian praktik sains di Kabupaten Siak, Riau, berubah mencekam. Seorang siswa kelas IX SMP Islamic Center Siak berinisial MA (15) meninggal dunia setelah alat praktik yang ia demonstrasikan meledak, Rabu (8/4/2026).

Peristiwa ini bukan sekadar kecelakaan sekolah. Ini jadi alarm serius soal keamanan praktik sains di lingkungan pendidikan.

Ledakan Terjadi Saat Demonstrasi

Kasat Reskrim Polres Siak, AKP Raja Kosmos Parmulais, menjelaskan korban saat itu tengah memperagakan alat berbentuk senapan rakitan.

Sebelum memulai, MA sempat meminta teman-temannya menjauh dari lokasi. Ia kemudian mengambil posisi dan melakukan percobaan.

Namun saat percobaan berlangsung, senapan rakitan itu tiba-tiba meledak.

Ini Belum Selesai

Jemaah Haji Indonesia Menuju Arafah: Jutaan Langkah ke Puncak Haji

Kodam Jaya Ikut Buru Begal: Jakarta Sedang Tidak Baik-Baik Saja?

“Ledakan mengeluarkan asap dan suara keras, disusul pecahan material yang berhamburan,” ujar Raja, Kamis (9/4/2026).

Pecahan Hantam Kepala Korban

Material dari senapan rakitan menghantam berbagai bagian aula dan dinding kelas. Beberapa pecahan mengenai kepala dan wajah korban.

Petugas segera membawa MA ke rumah sakit. Namun tim medis tidak berhasil menyelamatkan nyawanya.

Kejadian ini langsung menghentikan aktivitas ujian praktik di sekolah tersebut.

Polisi Selidiki Penyebab Ledakan

Polisi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara. Petugas juga mengamankan alat praktik dan sisa material sebagai barang bukti.

Raja menyebut alat tersebut terbuat dari kombinasi plastik, potongan besi, dan bubuk hitam yang belum diketahui jenisnya.

“Kami kirim barang bukti ke laboratorium forensik untuk memastikan penyebab pasti ledakan,” jelasnya.

Ia juga meminta publik tidak berspekulasi sebelum hasil uji keluar.

Evaluasi Keamanan Praktik Sains

Insiden ini menyoroti pentingnya standar keamanan dalam praktik sains di sekolah. Eksperimen yang melibatkan tekanan, bahan kimia, atau mekanisme tertentu harus berada di bawah pengawasan ketat.

Tanpa pengamanan yang memadai, ruang belajar bisa berubah jadi ruang berbahaya.

Lalu, apakah sistem pengawasan praktik di sekolah sudah cukup aman untuk siswa? @dimas

Tags: Keamanan NegaraLedakanRiauSekolahSiswaSMP

Kamu Melewatkan Ini

Revanno dan Ruang Toleransi: Saat Sekolah Agama Tak Lagi Eksklusif

Revanno dan Ruang Toleransi: Saat Sekolah Agama Tak Lagi Eksklusif

by teguh
Mei 18, 2026

Di sebuah sekolah berbasis Islam di Kota Pekalongan, seorang remaja keturunan Tionghoa beragama Katolik justru menemukan ruang yang membuatnya bertumbuh....

Zonasi Pendidikan: Pemerataan atau Pembatasan Mimpi?

Zonasi Pendidikan: Pemerataan atau Pembatasan Mimpi?

by teguh
Mei 17, 2026

Musim penerimaan peserta didik baru melalui sistem zonasi pendidikan selalu membawa dua hal ke ruang keluarga Indonesia harapan dan kecemasan....

Nyaris Kehilangan Arah, Kini Peluang Revanno Magang ke Jepang

Nyaris Kehilangan Arah, Kini Peluang Revanno Magang ke Jepang

by teguh
Mei 16, 2026

Revanno Adrian Prasetyo pernah kehilangan arah. Saat SMP, semangat belajarnya meredup. Ia lebih sering diam, sulit percaya diri, dan memilih...

Next Post
Artemis II Dituduh CGI: Kenapa Kita Lebih Percaya Konspirasi daripada Sains?

Artemis II Dituduh CGI: Kenapa Kita Lebih Percaya Konspirasi daripada Sains?

Pilihan Tabooo

Sebelum Menyalahkan Negara, Pernahkah Kita Berkaca?

Sebelum Menyalahkan Negara, Pernahkah Kita Berkaca?

Mei 24, 2026

Realita Hari Ini

Kasus Pelecehan, Pimpinan Ponpes di Lombok Timur Ditangkap

Kasus Pelecehan, Pimpinan Ponpes di Lombok Timur Ditangkap

Februari 21, 2026

Mendagri Tegaskan Wakil Kepala Daerah Ikut Hadir di Rakornas 2026

Februari 2, 2026

MBG Bukan Makan Bergizi Gratis, Ini Versi “Mantap Banget Gila”

April 9, 2026

Ribuan Pemudik Padati Terminal Tirtonadi Solo, Lonjakan Penumpang Capai 50 Persen

Maret 17, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id